
Haidar kemudian membawa Dira menuju ke ruang pemeriksaan.
"wah sepertinya istri bapak akan segera melahirkan" ucap seorang bidan yang memeriksanya
"tapi usia kandungannya baru tujuh bulan" sahut Haidar
"iya, sepertinya bayinya prematur dan harus dilakukan operasi caesar" jawab bidan itu
"baiklah lakukan yang terbaik untuknya" ucap Haidar
"jangan pergi tuan aku takut,!!" ucap Dira yang ketakutan ketika mendengar kata operasi caesar
"kau tidak usah takut, aku akan menelpon Yash untuk menemani mu" jawab Haidar
Ia kemudian keluar untuk menghubungi Ashraf untuk memberi tahukan bahwa Dira akan segera dioperasi Caesar.
Beberapa menit kemudian Ashraf tiba di klinik itu dan segera masuk kedalam ambulance yang membawa Dira menuju ke rumah sakit.
Fira yang melihat Ashraf masuk menemui Dira segera menyusul ambulance itu.
"ternyata kau bohong Yash, kau kira aku akan percaya begitu saja" batin Fira sambil menambah kecepatan mobilnya
Setibanya di rumah sakit, Dira segera dibawa menuju ke ruang operasi.
"aku takut sayang" ucap Dira sambil terus memegang tangan Ashraf
"kamu tidak usah takut sayang, aku akan menemanimu" jawab Ashraf
Dira masih belum melepaskan genggaman tangannya, Ashraf tahu jika Dira merasa tegang dan takut karena ini adalah pertama kalinya ia menjalani persalinan secara Caesar, makanya ia terus mengajaknya berbicara selama proses operasi berlangsung.
"owa!!!, owa!!"
Beberapa menit kemudian suara tangis bayi menyeruak mengisi ruangan itu, Dira merasa terharu ketika pertama kali melihat buah hatinya itu.
"bayinya sehat, dan sempurna" ucap dokter yang membaringkan tubuh mungil bayi itu di dada Dira untuk segera menyusu.
Dira terharu dan menitikan air matanya.
__ADS_1
"dia beneran anaku" ucap Dira masih tak percaya kalau ia sudah memiliki anak sekarang
"iyah, bayimu sangat tampan" jawab Ashraf
Ashraf kemudian meninggalkan Dira, karena tahu ia akan menyusui bayinya.
Setelah operasi selesai, Dira dibawa menuju ruang perawatan.
"bayiku dimana?" tanya Dira
"dia masih diruang perawatan, nanti juga dibawa kesini" jawab Ashraf
"kamu harus membawanya kesini sayang, perasaan ku tidak enak, aku takut Fira akan mencelakainya" ucap Dira
"tenang sayang, Haidar menjaganya disana" jawab Ashraf
"sungguh??"
"hmmm" Ashraf mengangguk
"sekarang kamu istirahat, aku akan menjagamu disini" ucap Ashraf sambil mencium kening Dira
Ashraf pergi keluar untuk membeli makanan.
"ini saatnya gue bergerak" ucap Fira yang mendekati ruang perawatan Dira
"busyeet, kenapa ruangannya rame banget!!" batin Fira
Ia kemudian mengurungkan niatnya, dan keluar dari ruangan Dira.
"sepertinya aku harus menundanya dahulu" ucap Fira
********
"kita harus segera memindahkan ruang perawatan Dira, supaya aman" ucap Ashraf sambil meneguk secangkir kopi
"sepertinya begitu, dan kita harus bergantian menjaganya" balas Haidar
__ADS_1
"baiklah, aku akan mengurusnya kau jagalah dia" Ashraf kemudian pergi meninggalkan Haidar
Ashraf segera kembali keruang kerjanya untuk mengurus administrasi perawatan Dira, sementara Haidar segera menemui Dira diruangannya.
Haidar menatap wanita yang masih tertidur pulas didepannya.
"terima kasih sayang kau sudah memberiku putra yang sangat tampan, I love you" ucap Haidar sambil mengecup kening Dira
Tak berselang lama seorang suster datang dan mengantarkan bayi Dira untuk menemuinya.
"tuan ini putra anda, tolong bangunkan istri anda agar dia menyusui nya segera" perintah suster itu sambil meletakan bayi mungil itu disamping Dira.
Haidar segera mengangkat bayi mungilnya.
"aku tak menyangka Akhirnya bisa menjadi seorang ayah juga, terimakasih ya Allah, atas semua karunia Mu " Haidar terus menciumi buah hatinya
"kau sangat tampan putraku" Haidar terus mengagumi putra kecilnya
"Dira!!!, bangunlah" Haidar mencoba membangunkan Dira
Dira masih belum bangun juga walaupun Haidar sudah beberapa kali memanggilnya.
"sepertinya, harus pake cara spesial untuk membangunkanmu" batin Haidar
**cup!!
"bangun sayang" bisik Haidar setelah mencium keningnya
Dira mulai membuka matanya, dan Haidar langsung tersenyum padanya.
"bayimu butuh asi kamu" ucap Haidar sambil memberikan bayi kecil itu padanya
Ia kemudian meninggalkan Dira yang sedang menyusui putranya.
"bagaimana Yash?" tanya Haidar
"beres, kita harus segera memindahkan Dira sekarang juga" ucap Ashraf
__ADS_1
Sementara Fira menyeringai mendengar Dira yang akan segera dipindahkan ke kamar berbeda.
"it's my time baby!!" ucap Fira