
Dira hanya bisa memeluk wanita dihadapannya dan berusaha menenangkannya.
"sabar ka, mungkin ini memang sudah kehendak yang maha kuasa, kita ikhlaskan saja" kata Dira
"ini semua gara-gara kamu, kalau kamu tidak berselingkuh dengan Ashraf pasti suamiku tidak akan berbuat seperti ini" ucap Hafsah sambil mendorong tubuh Dira hingga jatuh ke lantai
Dira segera bangun dan berdiri.
"maafkan aku ka, aku tak berselingkuh dengan dokter Ashraf sungguh" kata Dira
"mana ada maling ngaku, sudahlah kau lebih baik segera pergi dari vila itu, aku tak sudi lagi melihat wajahmu" kata Hafsah
Hafsah kemudian masuk kedalam mobilnya dan segera meminta pak Harun mengantarnya ke vila Haidar.
Sesampainya disana Dira segera membereskan semua baju-bajunya.
"saya pamit dulu ka, terima kasih sudah membantu keluarga saya untuk melunasi hutang keluarga kami" kata Dira sambil bergegas pergi
"tunggu!" kata Hafsah
Dira segera menghentikan langkahnya.
"ada apa lagi ka?" tanya Dira
"ini uang sebagai imbalan karena sudah menjadi istri kontrak dari Haidar, tapi ingat jika suatu hari kamu hamil kamu harus memberi tahu aku dan aku akan mengambil anakmu" kata Hafsah sambil memberikan amplop coklat berisi uang
" tidak usah ka, aku sudah tidak membutuhkannya lagi, lagian hutang keluargaku sudah lunas, jadi jika aku hamil aku tidak perlu memberikan anak ini padamu" ucap Dira
"ingat Dira, kau sudah menandatangani perjanjian dengan kami, jika kamu melanggar perjanjian itu, kamu sudah tahukan apa resikonya?" tanya Hafsah
Adira hanya menunduk menyadari bahwa ia sebenarnya sudah paham apa yang akan ia terima jika ia melanggar perjanjian itu.
Setelah Hafsah memberikannya amplop berisi uang, Dira segera pergi ke stasiun menggunakan ojek online.
Sesampainya di stasiun, Dira segera naik kedalam kereta.
**dreet!!!, dreee!!!, dreet!
Dira segera mengangkat ponselnya.
"Halo Fir, ada apa?" tanya Dira
"kamu dimana sekarang?" kata Fira balik bertanya
"aku dikereta , aku mau kembali ke Jakarta" jawab Dira
"ada apa sebenarnya, Dir?" tanya Fira agi
"nanti aku ceritakan kalau aku udah sampai dirumah ya, karena dikereta rame banget" jawab Dira
__ADS_1
"baiklah" ucap Fira
Sesampainya di Jakarta, Dira segera memesan ojek online, untuk mengantarnya pulang.
Sesampainya dirumah, Dira segera memeluk ibunya, yang sudah menyambutnya didepan pintu.
"kenapa kamu pulang nak, apa kontraknya sudah selesai?" tanya Ibu Hindun sambil menuntun putrinya masuk kedalam rumah
"tidak bu, suami Dira meninggal jadi Dira sudah tidak perlu melanjutkan kontraknya" jawab Dira
"iya, ibu senang akhirnya kamu kembali lagi" kata Hindun
"padahal kamu baru dua bulan meninggalkan rumah ini, tapi kamu terlihat sangat kurus nak, sekarang kamu makan ya ibu sudah masak masakan kesukaan mu" kata Hindun
"iya ibu, Dira juga sudah kengen masakan ibu" ucap Dira sambil menuju kedapur
Dira melihat meja makan yang penuh dengan makanan yang menggugah selera. Ibunya benar-benar sudah memasak beraneka masakan yang membuat air liurnya menetes. Ia segera menyantap hidangan yang ada dihadapannya dengan lahap.
"pelan-pelan nak, nanti tersedak" kata Hindun sambil membawakan segelas air putih untuk Dira
"makasih ibu " kata Dira menerima air minum yang diberikan oleh Hindun
"makan yang banyak yah, ibu tinggal sholat Ashar dulu" kata Hindun
"iya bu" kata Dira
Selesai makan Dira segera masuk kedalam kamarnya.
***********
Sementara itu Ashraf yang sudah pulih dari luka tembaknya, segera bergegas pulang kerumahnya.
"abi kemana mah?" tanya Ashraf
"dia dari kemarin belum pulang, katanya ada urusan bisnis" jawab Zainab
"hmmm, pasti ia sedang bersama istri simpanannya itu" batin Ashraf kesal
"baiklah ibu aku harus pergi untuk menemui Dira, aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja" kata Ashraf yang kemudian melajukan mobilnya menuju ke vila Haidar
"tapi nak, kamu baru pulang, bagaimana jika besok pagi saja kamu menemui Diranya" kata Zainab
Namun Ashraf tak mendengar perkataan ibunya, ia tetap pergi untuk menemui Dira.
Sesampainya disana ia melihat vila itu tampak sepi, bahkan digerbang vila terpasang tulisan "vila disewakan".
"kemana Dira?" tanya Ashraf
Ia kemudian mencoba menghubungi Dira, namum beberapa kali ia menghubunginya selalu tidak ada jawaban.
__ADS_1
"kemana kamu Dira, apa perlu aku menanyakannya pada Hafsah" kata Ashraf dalam hati
*******
Sementara disebuah gubuk kecil ditengah hutan, tampak seseorang tengah terbaring diatas ranjang bambu yang sudah usang.
"sudah dua hari tapi dia belum sadar juga, apakah aku harus membawanya ke kota untuk berobat ke rumah sakit" kata seorang wanita tua
Hangatnya sinar mentari pagi yang menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamar, membuat lelaki yang terbaring diatas ranjang bambu mulai membuka matanya.
"air" kata lelaki itu sambil berusaha berdiri
**bruuughhh!!
Tubuhnya langsung roboh ketanah karena kondisinya yang masih lemah, seorang wanita tua masuk kedalam kamar dan membawakan segelas air putih.
Ia kemudian membantu meminumkan air itu kedalaman mulutnya, setelah selesai minum perempuan itu memapahnya dan membantunya berbaring di atas bale bambu.
"istirahat saja dahulu, tubuhmu belum pulih benar, aku akan mengambilkan makanan untukmu" kata wanita itu
Ia kemudian kembali membawa sepiring nasi putih lengkap dengan lauk pauknya.
Laki-laki itu memakan nasi didepannya dengan lahap.
"kau pasti sangat lapar karena dua hari kamu sudah tak sadarkan diri" kata wanita itu sambil memberikan sepiring nasi lagi kepadanya
"terima kasih" jawab laki-laki itu
"aku ada dimana?" tanya laki-laki itu setelah selesai makan
"kamu ada dirumahku, dua hari yang lalu aku menemukan tubuhmu yang hanyut terbawa arus" jawab wanita itu
Haidar mulai mengingat-ingat ketika mobilnya jatuh kedalam jurang, ia berusaha menyelamatkan diri sebelum mobilnya meledak. Setelah melepaskan semua aksesoris yang dipakainya, ia kemudian mencoba melangkahkan kakinya menjauh dari mobilnya.
Ia berniat menyeberang sungai untuk menyelamatkan diri dari kejaran anak buah Rasyid Amrullah, tapi malangnya arus sungai yang deras menyeretnya hingga tubuhnya hanyut terbawa arus.
"apa kau sudah mengingatnya?" tanya wanita itu
Mendengar ucapan wanita itu, lamunannya seketika buyar, ia hanya mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan wanita itu.
"baiklah kalau kau sudah pulih kau bisa kembali pulang kerumahmu, kasihan keluarga mu pasti sedang khawatir mencarimu" kata wanita itu
"bolehkan saya tinggal disini dulu, untuk beberapa hari kedepan" pinta Haidar
"kenapa?, apa kau tak punya keluarga?" tanya wanita itu
"aku hanya ingin memulihkan kondisi ku terlebih dahulu, lagian ada seseorang yang berusaha untuk membunuhku, jadi aku harus bersembunyi dulu untuk menghindarinya" jawab Haidar
"baiklah, aku ijinkan kau tinggal disini" jawab wanita itu
__ADS_1
"terima kasih ibu" jawab Haidar