Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 23


__ADS_3

Ashraf segera menuju kerumah sakit untuk mengecek ibunya.


Benar saja setibanya disana ia sudah melihat ibunya terbujur kaku dan ditutupi kain putih.


" dimana abi" gumam Ashraf sambil mencari abinya


Ia terus mencarinya di seluruh ruangan rumah sakit tapi tak juga menemukan laki-laki itu.


Ia kemudian menghubunginya.


"assalamualaikum bi, abi dimana?" tanya Ashraf


"abi sedang ada rapat dengan kolega bisnis abi, ada apa memangnya?" tanya Rasyid


"apa abi belum tahu kalau mamah meninggal" kata Ashraf


"innalilahi wa Inna ilaihi roji'un, kapan ia meninggal nak?" tanya Rasyid


"semalam pukul 1 dinihari" jawab Ashraf


"maafkan abi nak, semalaman abi meninggalkannya karena ada rapat mendadak di Jakarta" kata Rasyid


"pantas saja, ia tak menungguinya, ternyata ia lebih mementingkan urusan bisnis daripada istrinya" batin Ashraf


"kenapa kau tak memberi tahuku abi, aku kan bisa menggantikanmu menjaganya" jawab Ashraf


"aku sudah menyuruh Malik menjaganya, jadi aku tak menyuruhmu" jawab Rasyid


"baiklah aku akan pulang sekarang" kata Rasyid menutup telponnya


************


Ashraf kemudian mencari Malik yang juga pamannya untuk mencari informasi tentang kematian ibunya, yang dianggapnya tidak wajar.


"paman apakah ada yang menjenguk mamah sebelum ia meninggal?" tanya Ashraf


"setahuku tidak ada Yash" jawab Malik


"baiklah terima kasih atas informasinya" ucap Ashraf


"aku akan memeriksa CCTV ruang perawatannya, aku pasti akan mengungkap siapa yang menyebabkan mamah meninggal" kata Ashraf lirih.


"Sekarang aku harus mengurus pemakamannya dulu baru nanti aku akan melaporkan kejadian ini pada polisi" batin Ashraf


Setelah semua orang pergi meninggalkan area pemakaman, Ashraf masih duduk disamping makam ibunya.


"maafin Yash mah, aku tak bisa menjagamu" kata Ashraf sambil memeluk nisan ibunya


"semoga mamah tenang disamping umi, Yash akan selalu mendoakan kalian dan Yash berjanji akan menemukan siapa yang mbunuh mamah" kata Ashraf sambil beranjak dari tempatnya


Ashraf terkejut ketika ia hendak meninggalkan makam ibunya, ia melihat Fira datang kepemakaman itu


"untuk apa kau datang kesini?" tanya Ashraf


"aku hanya ingin bertaziah saja, apa tidak boleh" jawab Fira

__ADS_1


"apa kau senang sekarang, karena kau menjadi satu-satunya istri dari Rasyid Amrullah" kata Ashraf acuh


Fira hanya terdiam mendengar ucapan Ashraf.


"tidak begitu, kau jangan salah sangka" jawab Fira


"dasar jal*ng, aku tahu maksud busukmu mendekati abiku, yang lebih pantas jadi kakekmu" kata Ashraf sambil pergi meninggalkannya


Fira hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Ashraf.


"tunggu sebentar lagi, aku akan membuatmu tunduk di kakiku dokter sombong" batin Fira


*********


Hafsah menyuruh dua orang untuk mencari Adira.


"cari gadis ini dan bawa kemari" perintah Hafsah


"baik nyonya!" jawab mereka


Kemudian kedua laki-laki itu pergi meninggalkan Hafsah


Kedua lelaki itu segera pergi menuju ke Jakarta, mereka mencari Dira ditempat Hafsah bertemu dengannya.


Dira segera mengemasi barang-barang nya, karena Ashraf sudah berjanji untuk menjemputnya sore ini.


"ibu Dira pamit ya" Dira berpamitan pada ibunya


"kau yakin akan tinggal dengan dokter Ashraf" kata Hindun


"ingat pesan ibu dan jaga dirimu baik-baik" kata Hindun melepas kepergian putrinya


Dira berjalan masuk kedalam mini market didepan rumahnya sambil menunggu Ashraf, ia hendak membeli keperluan mandi dan beberapa kebutuhan wanita lainnya.


Sementara dua orang laki-laki terus mengikutinya.


Mereka segera menarik lengannya ketika Dira sudah keluar dari mini market itu.


"tolong!!!" teriak Dira


Namun salah seorang dari mereka langsung membungkam mulutnya.


Mereka kemudian menyeretnya masuk kedalam mobilnya, Namun Dira yang terus meronta akhirnya berhasil melarikan diri setelah menggigit jari tangan lelaki yang membungkam mulutnya.


Ia berlari menjauh dari keduanya.


"kau harus kuat nak" batin Dira sambil mengusap perutnya


Namun secepat apapun Dira berlari, laki-laki itu berhasil menangkapnya lagi.


"tolong!!" kali ini Dira berteriak lebih keras


Haidar yang memang tinggal tak jauh dari tempat itu segera berlari untuk menyelamatkannya.


Ia segera menghajar dua lelaki yang menangkap Dira.

__ADS_1


"terima kasih tuan kau sudah dua kali menolongku" kata Dira setelah Haidar berhasil menyelamatkan dirinya


Kedua laki-laki yang berusaha menculiknya kabur meninggalkan Dira dan Haidar.


"iya, lain kali hati-hati" kata Haidar


"tunggu!, aku belum tahu namamu" kata Dira


"aku Omar" kata Haidar sambil mengulurkan tangannya


"Dira" kata Dira sambil menjabat tangan Haidar


"apa kau tinggal disini?" tanya Dira


"iya aku tinggal di apartemen kecil itu" jawab Haidar sambil menunjuk sebuah apartemen yang tak jauh dari tempat mereka berdiri


"oh pantas, sekali lagi terima kasih tuan Omar" kata Dira


"kau mau kemana?" tanya Haidar


"aku akan pergi kerumah temanku" kata Dira


"aku akan mengantarmu kalau kau tak keberatan, aku takut orang-orang tadi mengikuti mu" ucap Haidar


"tidak usah, dia sudah datang" kata Dira sambil menunjuk kearah Ashraf yang baru saja turun dari mobilnya


"kamu kenapa sayang?" tanya Ashraf


"tadi ada orang jahat yang berusaha menculikku" kata Dira


"tapi untungnya ada tuan Omar yang kembali menolongku" kata Dira lagi


"oh syukurlah" kata Ashraf


"terima kasih tuan Omar" kata Ashraf


Haidar hanya mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan mereka.


"sayang apa kau tidak curiga dengan laki-laki tadi?" tanya Ashraf sambil mengemudikan mobilnya


"Omar maksudmu?" Dira balik bertanya


"iya, bagaimana bisa ia selalu ada saat kau dalam bahaya" ucap Ashraf


"oh itu karena dia tinggal tak jauh dari mini market tadi " jawab Dira


"semoga itu benar sayang" kata Ashraf


"apa kau cemburu?" tanya Dira


"tidak, aku hanya curiga saja, sepertinya aku sangat familiar dengannya, tapi aku ragu" jawab Ashraf


***********


Sementara itu Haidar yang masih bersembunyi disebuah apartemen kecil masih bolak balik memikirkan pertemuannya dengan Dira.

__ADS_1


"apa aku harus kembali sekarang, tapi bagaimana kalau Rasyid melihatku, ia pasti akan membunuhku lagi, aku tak bisa kalau harus melawannya dia terlalu kuat, tapi kalau aku tidak keluar, Dira dalam bahaya, karena aku tahu Hafsah pasti akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia mau" kata Haidar


__ADS_2