Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 37


__ADS_3

bagaimana, apa kau berhasil meringkusnya?" tanya Fira pada wanita yang berdiri di depan kamarnya


"tentu saja Fira, dan dia sudah terkunci di kamar itu" jawab wanita itu sambil menyunggingkan senyumnya


Fira kemudian mendatangi kamar Ashraf.


"halo sayang??" tanya Fira


"dimana abi??" tanya Ashraf sambil menarik Fira


"dia sudah tenang surga sayang" Fira membuka lemari kamarnya dan mayat Rasyid langsung terlihat didalamnya


"abi!!" Ashraf berteriak histeris, ia tidak menyangka jika abinya sudah tidak bernyawa lagi


"kau apakan abiku!!" Ashraf berteriak sambil mencekik leher Fira


Fira hanya tersenyum sinis padanya.


"aku sudah meracuninya, karena dia sudah tidak berguna lagi sekarang, semua asetnya sudah berpindah tangan atas namaku dan semua anak buahnya juga sudah bertekuk lutut dikakiku, tinggal menunggu sebentar lagi kau jadi miliku"


Ashraf semakin kencang mencekik leher Fira, membuatnya susah bernafas, namun tiba-tiba seseorang datang dan menghajar Ashraf hingga jatuh tersungkur kelantai.


**bughhh!!!!


"awww!!!" Ashraf mengerang kesakitan


Laki-laki itu kemudian mengikatnya di sebuah kursi.


"ahhh!!" Fira menarik nafas panjang setelah sempat kehabisan nafas


"cukup!!, tinggalkan kami berdua dan tetap berjaga didepan" ucap Fira


"bagaimana sayang, apa sekarang kau mau menyerah?" tanya Fira


"kau benar-benar phsycopath, tega-teganya kau membunuh suamimu sendiri!!" ucap Ashraf


"bahkan aku juga tidak segan untuk menyakiti mu, agar kau tidak bisa meninggalkan aku sayang, aku akan memotong kedua kakimu agar kau tidak bisa lari dari sini, dan kita akan hidup berdua selamanya.... hingga maut akan membawa kita ke alam keabadian!" ucap Fira sambil mengambil sebuah samurai dari balik pintu lemari


"dia benar-benar akan memotong kakiku!!" Ashraf mulai mencari cara untuk menggagalkan usaha Fira


"melawannya sama saja cari mati, lebih baik aku mengikuti kemauannya saja" batin Ashraf yang mulai putus asa

__ADS_1


"sayang ...kau tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenagamu untuk memotong kakiku, karena mulai hari ini aku akan menjadi kekasihmu" Ashraf berusaha merayu Fira


"kau pikir aku akan tertipu dengan rayuamu sayang" ucap Fira sambil menyalakan gergaji mesinnya


"aku tidak bercanda sayang aku sungguhan dan aku janji padamu aku akan menjadikan mu sebagai istriku" Ashraf mulai memohon


"apakah kau serius?" tanya Fira meletakan mematikan gergaji mesinnya


"iya sayang" ucap Ashraf lembut


"kalau begitu cium aku" ucap Fira sambil melepaskan ikatan tangan Ashraf


Ashraf kemudian mendongakkan wajah Fira dan mulai mencium bibirnya dengan lembut, Fira sangat menikmati ciuman itu hingga ia tak membiarkan Ashraf melepaskan ciumannya.


Entah sudah berapa lama keduanya masih saling memagut membuat Ashraf kemudian mendorong tubuh Fira keatas kasur.


"sial!!, kenapa aku malah tidak bisa mengontrol hasrat ku" batin Ashraf


Ashraf mencoba mengontrol dirinya agar logikanya bisa kembali dan ia tidak terbawa permainan panas Fira. Gadis itu mulai membuka bajunya satu persatu membuat Ashraf panas dingin dibuatnya.


"sial kenapa dia begitu liar! " Ashraf masih berusaha mengontrol hasratnya laki-lakinya yang mulai terbangun karena melihat Fira yang tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh indahnya menari-nari didepannya dan terus menggodanya.


***dor..dor..!!


Tiba-tiba pintu kamar itu berhasil didobrak oleh Malik yang datang ketempat itu membawa beberapa orang yang masih setia pada Rasyid.


"Alhamdulillah!!, akhirnya paman datang juga" Ashraf mengambil pistol yang dilemparkan oleh Malik padanya


"cepat kita harus pergi dari sini!!" teriak Malik


Fira terlihat kesal melihat kedatangan Malik di kamarnya.


"kau benar-benar mengganggu kesenangan ku Malik!! " Fira kemudian berlari mengambil gergaji mesinnya dan berusaha menghidupkan nya.


Namun Malik segera menembakkan pistol kearahnya hingga tepat mengenai lengannya.


***dor!!,,,dor!!


**aaaaa!!! Fira menjerit kesakitan, Sedangkan Malik segera menarik Ashraf untuk meninggalkan tempat itu.


Ia segera melesatkan mobilnya meninggalkan hotel itu.

__ADS_1


"kalian tidak akan bisa selamat dari kejaran ku" Fira menjilati darah yang mengalir dari lengannya dan ia segera menghubungi Arzu untuk segera mengejar Malik dan Ashraf.


Seperti sebuah kilat, Arzu segera mengejar Malik dan menembaki mobilnya.


"*****!!, sial!!, kenapa dia begitu cepat!!!" maki Malik yang berhasil disusul oleh Arzu


"paman kenapa Arzu malah berpihak pada Fira??" tanya Ashraf


"kau tidak perlu menanyakannya sekarang Yash, yang penting lempar ini ke mobilnya sekarang!!" Malik memberikan sebuah martir pada Ashraf


"Anj*r...kau memberiku bom!!" Ashraf melotot ia tidak percaya Malik memberinya sebuah bom


"cepat lempar atau kita akan mati!!" Malik berteriak dan membuka bagian atas mobilnya


"shiit!!" Ashraf memberanikan diri berdiri dan memutar tubuhnya menghadap mobil Arzu yang berada tepat dibelakangnya


"lempar sekarang!!!" teriak Malik


***wush!!


Ashraf segera melempar bom itu kearah mobil Arzu, namun Arzu segera melompat dari mobilnya.


***duaaarrr!!!


Asap hitam mengepul dari mobil sport itu. Arzu segera berlari dan menaiki mobil anak buahnya yang berhenti disampingnya.


Malik kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


**ciit!!!


Malik terpaksa mengerem mendadak mobilnya dihalangi oleh beberapa mobil anak buah Arzu.


Malik terlebih dahulu mengisi pistolnya dengan peluru yang sudah ia siapkan.


Arzu sudah berdiri bersama anak buahnya menunggu kedatangan Malik.


"apa kabar saudara Malik dan Yaser putra Rasyid Amrullah!!" ucap Arzu mendekati keduanya


"aku sebenarnya tidak ingin membunuh kalian , tapi karena ini perintah dari majikan ku maka terpaksa aku harus melakukannya" ucap Arzu sambil menarik pelatuk pistolnya


"sekarang Yash!!" ucap Malik sambil menggulingkan badannya kesamping, sambil menembaki satu persatu musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2