
"Apa dokter Ashraf ada?" tanya Dira
"sayang ada yang mencarimu!!" teriak wanita itu
Dira menyangka wanita itu adalah kekasih Ashraf.
"ternyata kau sama saja dengan Haidar" batin Dira kecewa
Ashraf segera keluar untuk menemui siapa yang mencarinya.
Betapa bahagianya ia ketika mendapati Dira yang mencarinya.
"ada perlu apa kau mencariku?" tanya Ashraf pura-pura bersikap dingin
"ka Hafsah memintaku untuk mengambil hasil kemo kemarin" jawab Dira
Mendengar jawaban Dira, Ashraf segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Dira yang masih berdiri didepan pintu.
"apa kau masih masih marah padaku, hingga bersikap dingin terhadapku" batin Dira
Ashraf kembali dengan stelan kemeja berwarna navy blue serasi dengan celana jeansnya yang berwarna biru cerah.
"mah, aku kerumah sakit dulu!" teriak Ashraf sambil melambaikan tangannya kepada wanita itu
"iya hati-hati sayang, jangan lupa nanti malam makan dirumah, ayahmu akan pulang dari Dubai" balas wanita itu
"iya mah, dah" kata Ashraf
"syukurlah ternyata ia ibunya, aku pikir dia istrinya" batin Dira sambil mengusap dadanya
Ashraf segera masuk kedalam mobilnya.
"ayo naik, jangan diam saja disitu" ajak Ashraf
Dira segera naik kedalam mobil itu.
"duduk disampingku" perintah Ashraf ketika Dira hendak membuka pintu belakang mobil.
Dira segera menutup kembali pintu belakang mobil dan duduk disebelah Ashraf.
Selama perjalanan menuju rumah sakit Dira hanya terdiam, begitu juga dengan Ashraf.
Mereka akhirnya tiba juga dirumah sakit, Ashraf segera turun dari mobilnya.
"tunggulah disini aku akan mengambilkan dokumen itu" pesan Ashraf kepada Dira
Beberapa menit kemudian Ashraf sudah kembali membawa amplop coklat besar.
"terima kasih dokter, sepertinya aku harus pulang sekarang" kata Dira sambil membuka pintu mobil Ashraf
__ADS_1
Dira berjalan meninggalkan Ashraf yang masih berada didalam mobil.
Dira menghentikan langkahnya ketika ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang.
"jangan pergi, aku minta maaf jika sudah membuatmu kesal, tapi tolong jangan diamkan aku seperti ini" kata Ashraf sambil membenamkan wajahnya diceruk leher Dira
Deg!!!, jantung Dira berdetak cepat, ia sebenarnya senang mendapat perlakuan lembut Ashraf, ia juga merasakan hal yang sama dengannya. Ia ingin mengakhiri perang dinginnya dengan Ashraf.
Ashraf kemudian membalikkan tubuh Dira ia kemudian menatapnya lekat.
Dira segera memejamkan matanya ketika Ashraf mulai mendekatkan wajahnya.
Ashraf seperti tahu kalau Dira mengijinkan dirinya untuk mencium lembut bibir tipisnya.
Ia segera mencium lembut bibir mungil Dira dengan mesra, dan Dira hanya memejamkan matanya ia tak bisa menolak ataupun membalas ciuman darinya.
"apakah kau mau menemaniku makan siang?" tanya Ashraf yang setelah melepaskan ciumannya
Seperti sebuah hipnotis Dira langsung mengangguk mendengar ajakan Ashraf.
"iya aku mau" jawab Dira
Ashraf tersenyum senang mendengar jawaban darinya, ia kemudian membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Dira duduk.
Ashraf segera melajukan mobilnya menuju kesebuah kafe yang sangat romantis.
" kok ruangannya tertutup dok?" tanya Dira
"aku sengaja, agar tidak ada seorangpun yang menggangu kita" jawab Ashraf
"tapi aku takut" kata Dira
"tenang aku gak bakalan macem-macem kok" jawab Ashraf
"iya aku percaya sama pak dokter" ucap Dira
" panggil aku Ashraf atau terserahlah yang penting jangan pak" kata Ashraf
"iya pak...eh mas" jawab Dira gugup
"hmmm, mas ya...boleh juga..tidak masalahlah kalau orang arab juga dipanggil mas, hehehe" kata Ashraf sambil tertawa kecil
Dira ikut tersenyum mendengar ucapan Ashraf.
"jangan tersenyum Dira!" kata Ashraf membuat Dira panik
"maaf mas, bukan maksud aku untuk..." kata Dira
Belum selesai Dira berbicara Ashraf sudah menutup bibir mungilnya dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
"ssstttt! jangan tersenyum lama-lama karena aku bisa diabetes nanti" jawab Ashraf membuat Dira semakin bingung
" kok bisa gitu" kata Dira bingung
" karena senyum kamu manis Dira, jadi aku bisa kena diabetes kalau kamu sering tersenyum dihadapan aku" kata Ashraf menggombal
"iish, mas mulai gombal nih" kata Dira tersipu malu
Seorang pelayan masuk membawakan pesanan mereka.
"sekarang ayo makan" Ajak Ashraf
Keduanya kemudian menikmati hidangan yang sudah tersaji dihadapannya.
Setelah selesai makan Ashraf kemudian mengajak Dira pulang. Mereka berdua berjalan meninggalkan kafe yang tidak terlalu ramai itu.
Ashraf terkejut melihat ayahnya sedang makan siang dengan seorang wanita muda. Wanita itu tampak menggelayut manja di sampingnya.
"abi!!!" teriak Ashraf membuat laki-laki dihadapannya segera melepaskan tubuh wanita muda yang terus mengelayutinya
"siapa dia bi?" tanya Ashraf
"di ..dia rekan bisnis Abi" jawab laki-laki itu gugup
"aku tidak mau membuat keributan disini abi, aku minta abi menjelaskannya nanti malam" kata Ashraf sambil pergi meninggalkan abinya
Sementara Dira masih menatap Fira yang juga menatapnya.
Ia seakan memberikan isyarat kepada Dira untuk pura-pura tidak saling mengenal.
Ashraf kemudian menarik lengan Dira yang masih berdiri menatap Fira.
"apa kamu mengenal wanita itu?" tanya Ashraf membuyarkan lamunan Dira
"oh..eh..tidak" jawab Dira
"oh..aku kira kau mengenalnya" ucap Ashraf
Mereka akhirnya tiba dirumah Haidar.
" terimakasih sudah mau menemaniku makan siang" ucap Ashraf
"iya sama-sama, terimakasih juga sudah mengantarku pulang" balas Dira
Ashraf kemudian turun dan membukakan pintu untuk Dira
" assalamualaikum, mas " sapa Dira
"waalaikum salam" jawab Ashraf
__ADS_1