
Hari ini adalah hari pernikahan Fira dan juga Rasyid, namun seperti janjinya Ashraf tidak datang di acara itu. Ia malah memilih untuk menemani Dira mengecek kehamilannya ke dokter.
"bayinya sehat, terus jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup dan jangan stress" kata dokter Hana
"terima kasih dok" kata Dira
Setelah selesai Dira dan Ashraf segera pulang ke rumah.
"sudah tidak sabar aku ingin menikahi kamu sayang" kata Ashraf sambil mengelus perutnya
"biar ade bayinya punya ayah" kata Ashraf
"aku mau dengerin detak jantungnya" kata Ashraf sambil menempelkan telinganya ke perut Dira
Dira tersenyum bahagia melihat perhatian Ashraf hingga tak terasa kristal bening menetes dari matanya.
"kok kamu nangis sayang?" tanya Ashraf
"aku bahagia, karena kamu selalu peduli dengan ku dan anakku walaupun dia bukan anakmu" kata Dira
"tentu saja sayang, aku sayang sama kamu dan juga calon anak kamu, jika nanti ia lahir aku akan menganggapnya seperti anaku sendiri" kata Ashraf
"tapi jika anak itu lahir Ka Hafsah akan mengambilkannya, dan itu membuatku sedih, dan aku tidak bisa menahannya karena itu sudah ada di perjanjian" kata Dira sambil terisak
"sudahlah sayang kamu tak perlu bersedih, aku akan selalu bersamamu, menemanimu dalam susah dan senang" kata Ashraf sambil memeluknya
*cup!!
"sekarang kamu tidak usah sedih karena nanti akan berakibat pada bayimu, jalanin aja semuanya seperti air mengalir aku yakin semuanya akan indah pada waktunya" kata Ashraf sambil mengecup keningnya
Ia kemudian mengajak Dira pulang, Ashraf segera melajukan mobilnya kembali ke rumah.
**************
Rasyid tampak gelisah menunggu kedatangan putarannya, berkali-kali ia melihat ponselnya, namun tidak ada pesan atau telepon dari Ashraf. Ia kemudian menghubungi Ashraf, namun Ashraf segera mereject panggilannya.
"sudahlah sayang, dia pasti tidak akan datang" kata Fira
"berarti dia benar-benar marah padaku" kata Rasyid lesu
"lebih baik ia tidak usah datang lagi kerumah ini, karena nanti malam giliran ku untuk menghabisi nyawamu tua bangka itu" batin Fira
Setelah pesta berakhir Fira segera berganti pakaian dan menyiapkan secangkir kopi untuk suaminya.
Baru saja ia membawa kopi itu kekamarnya tiba-tiba seseorang menabraknya.
"maaf kaka ipar saya tidak sengaja" kata Malik
"sial untung saja kau adiknya Rasyid kalau bukan sudah ku bunuh kau!" batin Fira
__ADS_1
"tidak masalah, aku akan membuatnya lagi" kata Fira tersenyum kecut
Baru saja ia membalikkan badannya menuju ke dapur lagi, bel rumahnya berbunyi membuatnya segera bergegas untuk membukakan pintu.
"siapa lagi yang malam-malam begini bertamu kerumah ku" gerutu Fira
Ia terkejut ketika membuka pintu, karena Ashraf dan Dira berdiri didepan pintu.
"oh kalian, aku kira siapa?, silahkan masuk" sapa Fira
Ashraf menggandeng lengan Dira dan mengajaknya masuk.
"dimana abi?" tanya Ashraf
"dia ada dikamarnya, apa aku perlu memanggilnya?" kata Fira
" tidak usah, aku yang akan menemuinya sendiri" tolak Ashraf
"kenapa kalian datang!, dasar pengacau!!" gumam Fira lirih
"kau datang nak" sapa Rasyid menyambut kedatangan putranya
"setelah aku pikir-pikir, aku akan tinggal disini lagi, karena aku tak rela, wanita itu mengambil rumahku" kata Ashraf
"rumah ini selalu terbuka untukmu nak, abi tidak akan melarang mu untuk tinggal disini lagi, karena rumah ini adalah peninggalan ibumu" kata Rasyid
"tapi aku juga mengajak Dira tinggal disini" kata Ashraf
"terima kasih bi, yaudah Yash kembali ke kamar dulu" kata Ashraf
"iya nak, terima kasih juga kau mau kembali lagi kerumah ini" kata Rasyid
"berterima kasihlah pada Dira bi, karena dia yang membujukku untuk tinggal disini" kata Ashraf
"iya, dimana dia sekarang?" tanya Rasyid
"dia ada diruang tamu" jawab Ashraf
Rasyid kemudian berjalan keluar untuk menemui Fira.
"apakah kau yang bernama Dira?" tanya Rasyid
"iya tuan" jawab Dira
"kau sangat cantik, pantas saja Yash sangat tergila-gila padamu" puji Rasyid
Dira hanya tersenyum mendengar pujian Rasyid.
"terima kasih Dira, karena kau sudah membujuk Yash untuk tinggal kembali disini, aku sangat senang karena ia mau kembali lagi kerumah ini" ucap Rasyid
__ADS_1
"sama-sama tuan, aku cuma ingin kalian tidak bermusuhan itu saja" jawab Dira
"kau benar-benar wanita yang baik, aku sangat setuju jika Yash akan menjadikan dirimu sebagai istrinya" kata Rasyid
"what!!!, Ashraf akan menikahi Dira!!, tidak boleh, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku sudah mengorbankan diriku menikah dengan kakek tua itu hanya untuk mendekatinya dan sekarang Dira malah akan menghancurkan rencanaku, aku tidak rela!!" batin Fira
"sayang sekarang sudah malam, mendingan kamu istirahat. Kamu pasti capekkan karena pesta tadi siang" bujuk Fira sambil menarik lengan suaminya
Ashraf segera mengajak Dira untuk beristirahat dikamarnya.
"ini kamarmu sayang, aku sengaja memilih kamar dibawah agar kamu tidak capek naik-turun tangga" kata Ashraf
"makasih sayang udah perhatian sama aku" kata Dira
"iya sama-sama sayang, oh ya kamar aku ada diatas ya, kalau kamu perlu sesuatu telpon saja ya nanti aku akan turun" kata Ashraf
"iya, yaudah kamu istirahat ya biar besok tidak terlambat ke rumah sakit" kata Dira
"baiklah, selamat malam sayang, mimpi indah ya " kata Ashraf sambil mengecup kening Dira
Fira yang memperlihatkan mereka dari kejauhan tampak kesal dan marah melihat kemesraan mereka berdua.
#Flasback
Hari itu counter sedang ramai-ramainya membuat Fira kelelahan melayani banyaknya konsumen yang datang ke toko itu.
Karena terlalu lelah hingga ia tidak sengaja menjatuhkan ponsel milik salah seorang pelanggan.
"maaf tuan saya tidak sengaja" kata Dira
"handphone ku rusak, aku tidak mau tahu kamu harus menggantinya!!" hardik orang itu
"tapi ponsel anda tidak papa tuan cuma temper glass nya saja yang retak, aku akan menggantinya" kata Fira
"aku tidak mau, yang aku mau kau harus menggantinya dengan handphone baru!, kalau tidak aku akan melaporkan kejadian ini pada bos A Seng agar kamu dipecat" ancam orang itu
Fira langsung lemas mendengar ucapan orang itu, ia tahu orang itu memang sengaja meminta gantian handphone baru dengan memanfaatkan kelemahannya. Padahal ia tahu handphone baik-baik saja.
Ashraf yang melihat kejadian itu tidak tega melihat Fira yang tidak bersalah, ia kemudian segera mengganti ponsel orang itu untuk membantu Fira.
"tidak perlu memakinya, pakailah ponsel ini dan berikan handphone lamamu!" teriak Ashraf
"tidak perlu repot tuan, biar saya saja yang menggantinya" cegah Fira
"sudahlah, anggap saja aku ini seorang kakak yang membantu adiknya yang sedang dalam kesusahan" ucap Ashraf
"terima kasih tuan" ucap Fira
Fira langsung jatuh cinta pertama kali melihat Ashraf yang begitu tampan dan baik hati, Bahkan ia berjanji akan mendapatkannya dengan cara apapun hingga akhirnya ia bertemu dengan Rasyid Amrullah.
__ADS_1
Ia bersedia menikah dengannya hanya untuk mendekati Ashraf lelaki pujaan hatinya.