
**dreet....dreet....dreet
Ponsel Haidar bergetar, ia kemudian segera mengangkatnya.
"Halo Tuan," kata seorang pembantunya
"Ada apa? " jawab Haidar
"Nyonya sakit tuan," kata pembantunya
Mendengar istrinya sakit ia segera menutup telponnya dan bersiap-siap pulang kerumahnya.
Pukul tujuh malam ia melesatkan mobilnya menuju ke kediamannya yang tak begitu jauh dari vilanya.
Setibanya dirumah ia melihat istrinya tergolek lemah, dengan wajahnya pucatnya berbalut selimut. Ia kemudian mengusap keningnya, badannya sangat panas.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Haidar
"Hanya demam saja." jawab Hafsah
"Sekarang aku telpon Ashraf, untuk memeriksa keadaanmu, " kata Haidar
Setengah jam kemudian seorang dokter sudah tiba dirumah mereka.
Dokter Ashraf segera memeriksa kondisi Hafsah.
"Istri kamu cuma kecapean, istirahat yang cukup Insya Allah akan memulihkan kesehatannya." ucap Ashraf
"Terima kasih, sahabatku kau sudah datang tepat waktu," kata Haidar
"Sama-sama, jangan lupa segera menebus obatnya, " kata Ashraf sambil menyerahkan resep obat kepada Haidar
"Tentu." jawab Haidar yang mengantarnya pulang hingga kedepan pintu
Ia segera kembali kekamarnya untuk mengambil jaketnya.
"Sayang aku ke apotek dulu untuk menebus obatmu," kata Haidar berpamitan pada istrinya
"Hmm, " jawab Hafsah
Haidar segera melajukan motornya meninggalkan rumah menuju apotek.
Sekembalinya dari apotek Haidar segera membantu istrinya minum obat.
"Dengar kata Ashraf tadikan, kurangilah kegiatan sosialmu jika itu bisa membuatmu lelah, " kata Haidar sambil membantunya meminum obat
"Aku melakukan itu supaya kamu cepat dapat anak sayang, " jawab Hafsah
"Sudahlah, kau tidak perlu memaksakan diri, cukup doakan aku dari rumah itu sudah cukup, " jawab Haidar
__ADS_1
Hafsah hanya terdiam mendengar ucapan suaminya.
**********
Malam telah larut, Dira masih menunggu Haidar yang belum pulang kerumah.
"Mungkin ia tidak pulang, " kata Dira yang sedang berbaring diranjangnya
Pukul tiga pagi Dira bangun, ia segera mengambil air wudhu dan sholat malam. Setelah selesai sholat ia kemudian membaca Qur'an sambil menunggu datangnya subuh.
Selesai sholat subuh, ia merasa kepalanya terasa berat ia kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Dira mulai mengerjapkan matanya saat matahari mulai meninggi, ia merasakan tubuhnya panas dingin. Ia segera masuk lagi kedalam selimutnya, untuk mengurangi rasa dingin yang menderanya. Ia mengusap keningnya yang begitu panas.
"Ibu..." kata Dira yang memanggil-mangil ibunya
"Dira sakit bu, hiks,,hiks,," ucap Dira
Tangisnya seketika pecah karena ia merasa sedih tak seorang pun yang merawatnya dikala ia sakit. Bahkan suaminya sendiri tak peduli dengannya. Biasanya ibunyalah yang selalu merawatnya, ketika ia sakit.
Tapi ia kini harus mengobati dirinya sendiri, tak seorang pun yang peduli terhadapnya termasuk suaminya yang meninggalkan dirinya.
*************
Haidar sudah bersiap untuk melakukan meeting dikantornya. Ketika ia mulai memeriksa dokumen-dokumennya ia merasa jika salah satu dokumennya tertinggal di vila. Ia kemudian menghubungi sopir pribadinya untuk mengambil dokumennya itu.
Pak Harun sudah membunyikan klakson mobilnya, namun Dira belum juga membuka pintu gerbangnya. Pak Harun kemudian turun dan membuka gerbang rumah itu.
Ia kaget ketika mendapati Dira yang tergeletak tak sadarkan diri diruang tamu.
Ia kemudian menggendongnya dan membaringkan tubuh Dira diranjangnya.
"Halo tuan, nyonya muda sakit tuan, badannya sangat panas," kata pak Harun memberi tahu Haidar
"Biarkan saja, kau antar saja dokumennya segera, aku akan menelpon Ashraf untuk memeriksanya, " jawab Haidar
"Baik tuan, " jawab pak Harun
Setelah selesai mengambil dokumennya ia segera kembali lagi kekantor Haidar.
Setengah jam kemudian Ashraf sudah tiba di vila Haidar. Ia segera masuk dan mendapati Dira yang mengigau diatas kasur.
Tubuhnya sangat panas.
"Hmmm, siapa gadis ini?" kata Ashraf yang sudah selesai memeriksa kondisi nya
"Ibu...ibu..!!" Dira terus mengigau memanggil-manggil nama ibunya
Ashraf segera memberi tahu Haidar kondisi gadis itu.
__ADS_1
"Lo harus segera menebus obatnya diapotik, kondisinya sangat kritis, " kata Ashraf
"Aku tidak bisa Ashraf, aku sedang meeting dengan client, dan tak bisa aku tinggalkan, " jawab Haidar
"Lalu siapa yang akan menebus obatnya, " kata Ashraf lagi
"Kalau kau ada waktu luang tolonglah aku sekali ini saja, " pinta Haidar
"Ok, tapi jangan salahkan aku kalau nanti aku tergoda dengan gadis cantik itu, " jawab Ashraf menggoda Haidar
"Aku percaya padamu, kau tidak akan macam-macam dengan istri sahabatmu, " jawab Haidar yang kemudian menutup telponnya
Ashraf sedikit kaget ketika Haidar mengatakan gadis yang ada didepannya adalah istrinya.
Ashraf segera memasang kompres dikening Dira, sebelum ia pergi ke apotek untuk membeli obat untuknya.
Selesai membeli obat ia segera melajukan kembali mobilnya menuju vila Haidar.
Ashraf kembali membawa kresek berisi obat-obatan untuk Dira.
Ia kaget saat masuk kekamar mendapati Dira sudah duduk bersandar diatas kasur.
"Kamu sudah sadar?" kata Ashraf
"Kau siapa?" kata Dira ketika Ashraf menyentuh keningnya
"Aku Dokter Ashraf " jawabnya
Ia kemudian keluar dan kembali membawa semangkuk bubur ayam.
"Makanlah dahulu, baru minum obat," perintah Ashraf
Dira kemudian menyendok bubur ayam dihadapannya, kondisinya yang masih lemah membuat tangannya gemetaran ketika mencoba memasukkan sendok kedalam mulutnya.
Ashraf yang melihatnya segera membantunya, menyuapinya hingga habis.
"Apa kamu masih lapar ?" kata Ashraf setelah selesai menyuapinya
Wajah Dira seketika memerah karena malu, ia kemudian menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, kalau kamu sudah kenyang sekarang waktunya minum obat, " Ashraf
Setelah selesai membantunya meminum obat
Ashraf segera pamit pulang.
"Sekarang istirahat ya, nanti minum obatnya lagi setelah makan malam, saya pamit dulu, kalau ada apa-apa, silahkan hubungi saya," kata Ashraf yang menyodorkan kartu namanya
"Terima kasih dokter," jawab Dira
__ADS_1
Baru beberapa langkah ia meninggalkan kamar Dira, tiba-tiba ia kembali lagi. Ia tidak tega meninggalkan Dira sendiri dalam keadaan sakit.
"Baiiklah, aku akan menunggunya sampai kondisinya membaik" kata Ashraf lirih