Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 19


__ADS_3

Dira menjadi salah tingkah karena Ashraf terus menatapnya intens.


"kamu kenapa sih liatin aku kaya gitu" kata Dira


"aku kangen sama kamu Dir" kata Ashraf


Seketika wajah Dira langsung memerah mendengar ucapan dari Ashraf.


"oh ya, apa luka tembakmu sudah kering?" tanya Dira


"sudah, makanya aku bisa menemuimu disini, tapi darimana kau tahu aku terkena tembak, bukankah aku belum memberi tahumu" kata Ashraf


"oh..aku tahu dari Haidar..iya Haidar memberi tahuku sebelum ia kecelakaan" kata Dira


"oh begitu" kata Ashraf


"iya" kata Dira mencoba menutupi kegugupannya


" bagaimana kalau kita jalan-jalan" ajak Ashraf


"jalan-jalan kemana?" tanya Dira


"kamu maunya kemana?" tanya Ashraf


"tapi udah sore" kata Dira


"emang kenapa, apa memang kamu gak mau jalan bareng aku" kata Ashraf


"bukan begitu, aku mau kok" kata Dira sambil tertunduk malu


"yaudah ayo" kata Ashraf sambil memberikan lengan nya, berharap Dira segera menggandengnya


Namun Dira segera berjalan mendahuluinya, membuat Ashraf sedikit kecewa.


"ibu Dira, pergi dulu ya" kata Dira berpamitan


"iya nak, hati-hati" kata bu Hindun


Ashraf kemudian berpamitan pada bu Hindun dan segera membukakan pintu mobil untuk Dira.


"terimakasih" kata Dira


"kembali kasih" jawab Ashraf sambil tersenyum


Ashraf segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"kamu mau, nonton, makan atau jalan-jalan saja?" tanya Ashraf


"terserah kamu saja" kata Dira


"aku maunya selalu bersamamu" kata Ashraf sambil menghentikan mobilnya didepan sebuah kafe

__ADS_1


Deg, jantungnya berdetak lebih cepat ketika mendengar ucapan Ashraf, Dira hanya tertunduk menyembunyikan perasaannya yang sudah campur aduk.


"maaf aku belum bisa" jawab Dira


"kenapa?, bukannya kau sekarang sudah sendiri jadi tidak ada alasan lagi kau menolakku" kata Ashraf


"tapi ini terlalu cepat, aq butuh waktu, kau tahu Haidar belum lama pergi, jadi aku belum bisa menjawabnya sekarang" kata Dira


"baiklah, aku akan menunggumu sampai kau menerimaku sebagai pendamping hidupmu" kata Ashraf


"pendamping hidup" kata Dira memastikan ucapan Ashraf


"iya Dira, aku ingin kau menjadi istriku, aku tidak mau main-main dengan mu, aku sudah cukup banyak berhubungan dengan banyak wanita namun tak satupun dari mereka yang bisa membuat ku benar-benar jatuh cinta, hanya kaulah satu-satunya wanita yang mampu membuatku jatuh cinta, dan aku tak bisa jauh darimu Dira" kata Ashraf


Dira merasa tersanjung mendengar penjelasan dari Ashraf, betapa tidak Dira juga sebenarnya sudah jatuh cinta pada Ashraf saat mereka bertemu untuk pertama kali, dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan karena Ashraf juga mencintainya, namun Dira masih ragu mengingat perkataan Fira dan Haidar, yang menyatakan bahwa Ashraf bukanlah laki-laki yang baik.


"kita jalanin aja dulu, kalau jodoh aku pasti jadi istri kamu kok" jawab Dira tersipu malu


Entah apa yang membuat Dira tiba-tiba mengatakan semua itu, yang jelas Dira merasa sangat senang bisa bersama orang yang ia cintai.


"benarkah, kau mau menerima cintaku sayang" kata Ashraf


Dira hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kearahnya.


Ashraf langsung memeluknya dan meluapkan kebahagiaannya.


" I Love you sayang" bisik Ashraf ditelinga Dira


"I love you too" jawab Dira


"sekarang kita turun yuk" ajak Dira


"oh ya aku sampe lupa sayang" kata Ashraf yang kemudian membukakan pintu untuknya


Ashraf kemudian memberikan lengannya dan Dira segera menggandengnya, mereka berdua berjalan masuk kedalam kafe.


Baru saja Ashraf mencari tempat duduk, ia melihat abinya tengah bermesraan bersama wanita muda.


"kamu tunggu disini dulu ya sayang, kalau mau pesen, pesen aja dulu, aku samain aja, aku ada urusan sebentar" kata Ashraf sambil berjalan mendekati Rasyid Amrullah


"abi!, sekarang jelasin sama aku, siapa wanita itu" kata Ashraf dengan nada tinggi


"tenang dulu nak, wanita ini cuma rekan bisnis abi, tidak lebih" kata Rasyid mencoba menutupi jati diri Fira


"abi kira aku ini anak kecil yang akan percaya dengan kata-kata abi!" kata Ashraf


"baiklah Yash, kau sudah dewasa kau pasti tahu apa yang kulakukan, dia adalah istri siri abi, kau tak keberatan kan dengan hubungan kami" kata Rasyid mencoba meredam emosi Ashraf


"mamah pasti tidak akan setuju abi menikah lagi, kenapa abi tega melakukan ini sama mamah" kata Ashraf


" tolong Yash, jangan beritahu mamah tentang hal ini, kau tahu mamamu bisa terkena serangan jantung jika ia tahu akan hal ini" kata Rasyid

__ADS_1


" hmmm, aku tidak tahu apa yang ada difikiranmu abi saat kau menikahi gadis kecil yang lebih pantas jadi putrimu sendiri" kata Ashraf sambil meninggalkan mereka


Fira hanya terdiam mendengar ucapan Ashraf, sebenarnya ia senang jika Ashraf mengatakan semua yang ia lihat kepada ibunya, karena dengan begitu keinginannya untuk menjadi nyonya Rasyid Amrullah bisa tercapai.


"baiklah Ashraf kau sudah memberitahuku kelemahan ibumu dan aku bisa memanfaatkan kelemahan itu untuk menyingkirkannya dari sisi Rasyid, agar aku bisa menggantikan posisinya sebagai nyonya Rasyid Amrullah" kata Fira dalam hati


Sementara Ashraf segera kembali menemui Dira.


" kamu kenapa sayang?" kata Dira melihat Ashraf yang begitu kesal


"aku baru saja melihat abi bersama selingkuhannya" kata Ashraf sambil mengatur nafasnya


" sudahlah kau tak perlu kesal begitu, sekarang kita makan" ajak Dira


" kamu aja yang makan aku tidak ada selera" kata Ashraf yang masih kesal


"ya sudah kita pulang saja gimana?" tanya Dira


"kamu gak papa kan sayang?" kata Ashraf


"iya, aku gak masalah kok" jawab Dira


Keduanya kemudian pergi meninggalkan kafe itu, namun ketika hendak masuk kedalam mobil kepala Dira tiba-tiba terasa pusing dan matanya mulai berkunang-kunang.


**bruggh!!!


Tiba-tiba tubuh Dira ambruk ke tanah, beruntungnya Ashraf segera menangkapnya.


Ashraf segera membawa Dira kerumah sakit terdekat.


Ashraf masih menunggu seorang dokter yang memeriksanya diruang UGD.


Seorang dokter keluar dari ruangan UGD.


"bagaimana keadaan Dira dok?" tanya Ashraf


"anda tidak usah cemas, ini biasa terjadi kepada wanita yang sedang hamil muda" kata dokter itu sambil tersenyum


"apa hamil??" tanya Ashraf


"iya, istri anda sedang hamil, usia kehamilannya sudah dua minggu" kata dokter


Ashraf terkejut mendengar berita itu.


"Dira hamil??, dan itu anak Haidar" kata Ashraf dalam hati


"kenapa tuan, apa anda tidak senang?" tanya dokter itu


" ohh tii..dak, tentu saja aku senang" kata Ashraf sedikit menutupi perasaannya yang kacau


"baiklah, istri anda boleh pulang, dan dia tidak boleh terlalu capek agar kandungannya tidak bermasalah" kata dokter itu sambil memberikan sebuah resep obat pada Ashraf

__ADS_1


"terima kasih dok" kata Ashraf


Ia kemudian berjalan menemui Dira yang masih terbaring diatas ranjangnya.


__ADS_2