Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 21


__ADS_3

Ashraf segera mendatangi abinya diruang kerjanya.


***braakk!!!


"ini yang abi mau kan!" kata Ashraf sambil menunjukan pesan dari ponsel ibunya


Rasyid terkejut dengan kehadiran Ashraf yang menunjukkan sebuah gambar dirinya dan Fira.


"dulu abi membuat umi meninggal gara-gara seorang wanita muda dan sekarang abi juga akan melakukan hal yang sama mama, sungguh Yash tidak bisa menerima semua ini bi" kata Ashraf


"tunggu dulu nak, abi benar-benar tidak tahu apa masalahnya yang membuatmu marah-marah seperti ini" jawab Rasyid


"asal abi tahu, mamah sekarang masuk rumah sakit kena serangan jantung setelah mendapat kiriman gambar abi bersama wanita itu" kata Ashraf


"baiklah sekarang abi tahu, tapi beri abi waktu untuk mencari siapa yang mengirim pesan itu, dan juga untuk memutuskan Fira aku perlu waktu Yash, abi sangat mencintainya, aku kira kau bisa memahami abi karena kita sama-sama seorang pria" kata Rasyid


"aku memang suka gonta-ganti pacar bi, tapi aku hanya akan menikah seorang wanita yang benar-benar aku cintai, dan aku janji jika aku menemukan wanita itu maka aku akan menjadikan nya sebagai satu-satunya wanita yang ada dihatiku dan meninggalkan semua kebiasaan burukku bergonta-ganti pasangan" kata Ashraf


Rasyid hanya terdiam mendengar ucapan putranya.


Sedangkan Ashraf segera pergi meninggalkan ruangan itu setelah selesai menyampaikan kekesalannya.


Rasyid segera bangkit dan berjalan meninggalkan ruang kerjanya.


Ia menghentikan mobilnya disebuah vila yang cukup megah.


"Fira !!! Fira!!!" Rasyid berteriak memanggil istrinya


Fira segera keluar dan menemui suaminya itu.


"ada apa abi?" tanya Fira


***plaaak!!!


Sebuah tamparan mendarat di pipi merah Shafira, ia terlihat kesakitan karena ia terus memegangi pipinya.


"apa yang kamu lakukan jal*ng, sudah kubilang jangan ganggu istriku, tapi kau malah mengirimkan pesan murahan seperti ini" kata Rasyid sambil melempar ponsel Zainab kearah Fira


Fira segera menangkap sebuah ponsel yang terlempar kearahnya, ia kemudian membuka pesan yang dimaksud oleh suaminya.


"aku tidak pernah mengirim pesan itu, lagian itu bukan nomorku" kata Fira

__ADS_1


"hmmm, kau kira aku percaya padamu, hah!!" ucap Rasyid


" trus kalau bukan kamu siapa lagi, siapa yang punya gambar kita sedang berduaan di ranjang selain kamu, dan kalau masalah nomor itu gampang sekali untuk dimanipulasi" kata Rasyid


"ingat Fira, aku mencintaimu dan aku akan mengabulkan semua keinginan mu tapi tidak untuk jadi istri sahku" ucap Rasyid yang kemudian pergi meninggalkan Fira seorang diri


Fira hanya menangis mendapati perlakuan Rasyid yang membuatnya sakit hati.


"siapa yang sudah berusaha menghancurkan hubungan ku dengan Rasyid" kata Fira sambil terus mengingat-ingat nomor yang menginginkan pesan ke Zainab


"baiklah aku akan menelponnya, aku penasaran siapa orang yang sudah memfitnahku" kata Dira


Fira segera menghubungi nomor masih misterius itu.


"halo, siapa kamu?" tanya Fira


"kenapa sayang" jawab seorang laki-laki misterius


"kenapa kau mengirim kan fotoku bersama Rasyid kepada istrinya, apa maksudmu melakukan ini semua padaku" kata Fira kesal


"bukankah itu yang kamu mau sayang, harusnya kau senang karena aku sudah membantumu memuluskan rencana mu untuk menjadi nyonya Rasyid Amrullah" jawabnya sambil tertawa kecil


"aku selalu ada disamping mu sayang, kau pasti sudah mengenalku hanya saja kau tak pernah menganggapku " kata laki-laki misterius itu


"cepat katakan siapa kau sebenarnya anj*ng" maki Fira


"hahahah!" laki-laki itu hanya tertawa mendengar makian Fira


*************


Dira baru saja pulang dari bidan setelah memeriksakan kandungannya.


"kaka, om itu selalu mengawasi rumah kita" kata Rara sambil menunjuk seorang lelaki yang bersembunyi dibalik pohon.


Dira segera mendekati laki-laki itu.


"apa yang sedang anda cari tuan?" tanya Dira


Dira terkejut ketika laki-laki itu menoleh kearahnya.


"dokter Ashraf!!" kata Dira kaget

__ADS_1


Melihat Dira didepan nya Ashraf segera memeluk wanita yang sangat ia rindukan itu.


"maafkan aku Dira, aku memang lelaki pengecut yang mencintaimu tapi tak bisa menerimamu apa adanya" kata Ashraf


Dira segera melepaskan diri dari pelukannya.


"kamu tidak salah dokter, wajar kalau kau tak bisa menerimaku yang sedang mengandung anak lelaki lain, aku cukup tahu diri untuk mendekatimu" kata Dira


Ashraf menarik lengan Dira ketika gadis itu berjalan meninggalkannya.


"jangan pergi Dira, aku mohon, jangan tinggalkan aku, aku tak bisa hidup jauh darimu" kata Ashraf yang memeluknya dari belakang


"aku tak mau mengecewakanmu dokter, carilah wanita lain yang lebih baik dariku, aku tak pantas mendampingi mu yang begitu baik terhadap ku, sudah cukup kau memberiku banyak kebahagiaan, aku tak mau merusak masa depanmu " kata Dira


"tidak Dira, kamulah wanita terbaik yang pernah aku temui, kamulah satu-satunya wanita yang membuatku meninggalkan segala-galanya, aku tidak akan lari lagi darimu, aku akan menerimamu dan anakmu aku ingin kita menjadi keluarga kecil yang bahagia" kata Ashraf


"kau maukan jadi istriku?" tanya Ashraf sambil membalikan tubuh Dira


Dira hanya terdiam mematung mendengar semua ucapan Ashraf, antara percaya atau tidak ia mendengar jika Ashraf ingin menjadikannya seorang istrinya.


"kita lihat saja nanti, aku tak mau kecewa untuk yang kedua kalinya" kata Dira


"kali ini aku serius Dira, aku benar-benar akan memperjuangkan mu!!" teriak Ashraf ketika Dira meninggalkannya sendirian


"aku janji Dira, aku akan segera melamar mu, aku tak perduli lagi dengan bayi yang kau kandung, aku akan menerimanya sebagai anaku" kata Ashraf lirih


Dira segera menjatuhkan dirinya ke sofa, ia melihat formulir pendaftaran mahasiswa yang baru saja ia ambil dari kampus impiannya.


"aku janji, aku akan belajar dengan giat agar bisa berprestasi di kampus nanti" kata Dira


"jadilah anak yang kuat ya nak, bantu ibu mencapai cita-cita untuk menjadi seorang dokter" kata Dira sambil mengelus perutnya yang mulai membesar


*********


Di rumah sakit tampak Rasyid sedang menunggui Zainab yang masih terbaring tak sadarkan diri.


"sayang bangunlah, aku janji akan segera menceraikan Fira jika kau sudah sadar" kata Rasyid sambil menggenggam jemari istrinya


Sementara Fira yang menguping dari balik pintu merasa kesal dengan ucapan Rasyid.


"jadi kau akan menyingkirkan aku setelah kau puas denganku, dasar baj*ngan, aku akan membunuh istrimu agar kau tak meninggalkanku" batin Fira sambil berjalan meninggalkan ruangan itu

__ADS_1


__ADS_2