
Pagi hari yang cerah Dira membantu ibunya di warung melayani pembeli yang sangat ramai.
Tiba-tiba Dira merasa kepalanya terasa sangat berat, ia kemudian menghentikan aktivitasnya dan masuk kedalam kamarnya.
Ia masih membaringkan tubuhnya yang terasa lemas diatas kasur.
***dreet!!!, dreet!!
Dira segera mengangkat ponselnya yang terus bergetar.
"iya Fir, ada apa?" tanya Dira
"kita ketemuan yuk, aku lagi di Jakarta nih" kata Fira
"ok, jam berapa?" tanya Dira
"jam satu ditempat biasa ya" kata Fira
"ok" jawab Dira
Ia kemudian menengok kearah jam didinding yang tergantung ditembok kamarnya.
"masih ada dua jam lagi untuk beristirahat" kata Dira sambil memejamkan matanya
*********
Sementara itu Ashraf terus mencoba menghubungi Dira tapi selalu tidak ada jawaban.
"apa Dira ganti nomor ya?" kata Ashraf
Ia kemudian pergi kerumah Hafsah.
***tok!!, tok!!, tok!!
Seorang wanita paruh baya keluar membukakan pintu untuknya.
"oh dokter, mau ketemu siapa?" tanya bi Imas
"Ibu Hafsah ada?" tanya
Ashraf
"ibu baru saja terbang ke Dubai, jadi rumah ini sepi karena ga ada siapa-siapa?" kata bi Imas
"Haidar kerja, atau ikut ke Dubai?" tanya Ashraf
"lha emang dokter gak tahu kalau tuan Haidar sudah meninggal karena kecelakaan" kata bi Imas
"aku tidak tahu bi, karena aku juga baru selesai dirawat, trus Dira kemana, kok vilanya juga disewakan?" tanya Ashraf lagi
"oh neng Dira sudah kembali ke Jakarta karena tuan sudah meninggal jadi nyonya menyuruh nya pergi, kalo vila emang disewakan karena nyonya tidak mau mengurusnya" jawab bi Imas
"oh begitu, ya sudah bi terima kasih atas infonya ya " kata Ashraf yang kemudian meninggalkan rumah itu
"Haidar meninggal karena kecelakaan?, aku tidak percaya, pasti ada sesuatu yang membuatnya mengalami kecelakaan, trus Dira kamu dimana sayang, aku sangat merindukanmu" kata Ashraf yang menghentikan mobilnya didepan sebuah kafe tak jauh dari rumah sakit tempat ia bekerja.
"Dira angkat!!, angkat" kata Ashraf sambil memegangi ponselnya
Dira segera mengangkat ponselnya yang dari tadi terus berdering.
"halo" sapa Dira
"sayang kamu baik-baik saja, aku Ashraf" kata Ashraf
__ADS_1
"iya aku baik kok, kenapa?" tanya Dira
"syukurlah kalau kamu baik-baik saja, kamu sekarang dimana?" tanya Ashraf
"aku di Jakarta" jawab Dira
"tolong kasih tahu alamat kamu Dira, aku ingin bertemu dengan mu " kata Ashraf
Dira hanya terdiam, disatu sisi ia senang karena Ashraf masih memperhatikan nya tapi ia juga ingin melupakan semua yang berkaitan dengan kawin kontraknya, ia ingin memulai lembaran baru hidupnya di Jakarta.
"Dira!!, halo!!, kamu masih disana?" tanya Ashraf
"iya" jawab Dira
"kamu kenapa sayang?" tanya Ashraf khawatir
"maaf aku tidak bisa memberikan alamat rumahku padamu" kata Dira
"tapi kenapa sayang, bukankah kamu tahu aku sangat mencintaimu jadi tidak mungkin aku akan berbuat jahat kepadamu justru aku ingin melindungi mu" kata Ashraf
"tapi aku takut sama Ka Hafsah " kata Dira
"kenapa dengan Hafsah apa dia menyakitimu?" tanya Ashraf
"tidak, tapi dia tidak suka jika aku dekat denganmu" kata Dira
"itukan dulu waktu kamu masih jadi istri Haidar, tapi sekarang Haidar sudah tiada jadi apa salahnya jika kau dekat denganmu, kita sama-sama single " kata Ashraf
"baiklah" kata Dira
Dira kemudaian memberikan alamat rumahnya kepada Ashraf.
"makasih ya sayang " kata Ashraf
Dira segera merapikan penampilannya dan bersiap-siap menemui Fira.
Dira segera memesan ojek online untuk mengantarnya menuju ke sebuah Mall tempat ia bekerja dahulu.
Dira berjalan menuju kesebuah food court yang cukup ramai, ia memutar pandangannya mencari Fira sahabatnya.
"door!!" kata Fira menepuk pundaknya
"kirain kamu sudah datang eh malah baru datang" kata Dira
Keduanya kemudian duduk sambil memesan makanan.
"lo kenapa balik ke Jakarta?" tanya Fira pura-pura tidak tahu
"suami gue meninggal karena kecelakaan, trus bininya ngusir gue, dia gak suka sama aku menurutnya aku selingkuh dengan dokter Ashraf teman suaminya" jawab Dira
"gue turut berduka ya Dir " kata Fira
"iya makasih" kata Dira
"btw lo beneran selingkuh sama dokter siapa tadi.." kata Fira
"sejujurnya gue emang suka sama dia begitu juga dia juga suka sama gue tapi sumpah Fir, ga da sedikitpun terbersit dalam otak gue untuk berselingkuh dengannya" kata Dira
"iya gue percaya kok sama lo" kata Fira
"btw lo nikah kontrak sama laki-laki yang waktu itu kita ketemu di kafe bukan?" tanya Dira
Fira kaget ketika Dira menanyakan tentang Rasyid suaminya.
__ADS_1
"lo masih inget aja Dir, iya benar dia emang laki gue, dan asal lo tahu lelaki yang bersamamu kemarin itu adalah putranya" kata Fira
"yang bener lo, Ashraf putra suami lo" kata Dira kaget
"iya, dan asal lo tau juga kalau laki lo kemarin nembak Ashraf gara-gara cemburu " kata Fira
"yang bener Fir" kata Dira kaget
"iya, laki gue yang ceritain semuanya ke gue, makanya gue khawatir banget sama lo, takut terjadi sesuatu sama lo" kata Fira
"makasih ya Fir, lo udah perhatian ama gue, tapi kenapa lo gak cerita dari kemarin-kemarin" kata Dira
"sebenarnya gue gak mau ikut campur urusan lo, tapi gimana dong lo sahabat gue, gue gak bisa cuek gitu aja" kata Fira
"dan asal lo tau Dir, mendingan lo jauh-jauh dari Ashraf dia gak baik buat lo" kata Fira
"memang Ashraf gimana orangnya, lo pasti taulah tentang dia, secara lo kan ibu tirinya" kata Dira
"gue gak tahu banyak tentang dia, tapi lo hati-hati saja, gue gak mau sesuatu terjadi sama kamu lagi" kata Fira
" iya makasih Fir, kemarin Haidar juga ngomong gitu ke gue sebelum ia meninggal" kata Dira
"gue bilang apa gak ya, tentang penyebab kematian suaminya" batin Fira
"udah sore kita pulang yuk" ajak Dira
"lo aja duluan, gue ada janji ama laki gue disini" kata Fira
"ok aku tinggal ya, bye" kata Dira yang melambaikan tangannya kearah Fira
Ia segera bergegas meninggalkan mall dan kembali kerumahnya.
Sesampainya dirumah Dira terkejut mendapati Ashraf yang sudah menunggunya didepan rumahnya.
"Ashraf!!! " kata Dira terkejut dengan kedatangan Ashraf dirumahnya
"kamu kapan datang?" tanya Dira
"baru setengah jam yang lalu" jawab Ashraf
"Dira, ajak temanmu masuk nak, kasian dia sudah menunggumu selama setengah jam" kata bu Hindun
"iya bu" jawab Dira
Dira kemudian mengajak Ashraf masuk kedalam rumahnya.
"silahkan duduk" kata Dira
" oh ya kamu mau minum apa?" tanya Dira
"gak usah repot-repot Dira, aku kesini cuma ingin melihatmu saja" kata Ashraf yang terus memandangi Dira
Dira menjadi salah tingkah karena Ashraf terus menatapnya intens.
"kamu kenapa sih liatin aku kaya gitu" kata Dira
"aku kangen sama kamu Dir" kata Ashraf
Seketika wajah Dira langsung memerah mendengar ucapan dari Ashraf.
"oh ya, apa luka tembakmu sudah kering?" tanya Dira
"sudah, makanya aku bisa menemuimu disini, tapi darimana kau tahu aku terkena tembak, bukankah aku belum memberi tahumu" kata Ashraf
__ADS_1