
Dira mulai membuka matanya ketika Ashraf datang menjenguknya, ia segera memeluk Ashraf yang ada disampingnya.
"bawa aku pulang, aku takut!!!" kata Dira
"iya sayang kita akan pulang, aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi" kata Ashraf merasa bersalah
"anaku gimana?" tanya Dira
"bayi kamu gak papa, yang penting kamu harus banyak istirahat, jangan ke kampus dulu ya" kata Ashraf
"iya, aku mau cuti kuliah dulu sampai aku melahirkan" ucap Dira
"syukurlah, sekarang ayo kita pulang" kata Ashraf
Dira segera menurut dan mengikuti Ashraf menuju ke mobilnya.
Sesampainya dirumah Ashraf segera menyuruhnya untuk istirahat.
"kamu istirahat saja ya, panggil aku kalau kau butuh sesuatu" kata Ashraf
Dira hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
"mbak jaga Dira ya, jangan sampai dia keluar rumah, aku akan kembali kerumah sakit dulu" kata Ashraf
"baik tuan" jawab mbak Sum
************
Ashraf masih memeriksa pasiennya di ruang kemoterapi, ketika Rasyid datang mengunjunginya.
"dokter, tuan Rasyid datang untuk menemuimu " kata seorang perawat memberitahukan kedatangan Rasyid kepadanya
" suruh saja dia menunggu di ruanganku" jawab Ashraf
"baik dokter" kata Perawat itu
Setelah selesai melakukan kemoterapi Ashraf segera menemui ayahnya.
"ada apa abi datang kemari?" tanya Ashraf
"aku ingin menyampaikan undangan ini, datanglah" kata Rasyid sambil menyodorkan sebuah undangan pernikahan padanya
"hmmm...bahkan kau akan mengadakan pesta untuknya, sungguh luar biasa!!" kata Ashraf sinis
__ADS_1
"sudahlah aku datang ke sini bukan untuk berdebat dengan mu, aku hanya ingin kau datang, itu saja" kata Rasyid yang kemudian pergi meninggalkan Ashraf
Ashraf kemudian melempar undangan itu ke tempat sampah.
"Aku tidak sudi datang ke pesta pernikahanmu !!" kata Ashraf sambil memukul tembok
**********
Sudah seminggu Ashraf tidak pulang ke apartemennya membuat Rasyid menghawatirkan dirinya, apalagi hari pernikahannya tinggal seminggu lagi.
"apa kau memikirkan Yash?" tanya Fira
"iya, aku takut ia benar-benar tidak akan pulang kesini lagi" kata Rasyid
"bagus lah kalau begitu, jadi rencanaku untuk menguasai seluruh aset milikmu akan berjalan lancar" batin Fira
"apa kau tahu ia tinggal dimana sekarang?" tanya Fira mencoba peduli dengan keadaan Ashraf
"ia pasti tinggal dirumahnya" kata Rasyid
"kenapa kita tidak mengunjungi rumahnya saja, mungkin dengan kita datang kesana hatinya bisa luluh" bujuk Fira
" kau benar sayang, sekarang ayo kita berangkat sekarang " ajak Rasyid
***tok..tok ..tok
Mbak Sum segera membuka pintu rumah itu, dan mempersilahkan keduanya masuk.
"dimana Ashraf mbak Sum?" tanya Rasyid
"sebentar saya panggilkan tuan" jawab mbak Sum
Ashraf kemudian keluar untuk menemui abinya.
"apa kau datang untuk membujukku pulang ke rumah" kata Ashraf
"iya nak, aku ingin kau kembali lagi kerumah" kata Rasyid
"aku akan kembali kesana jika wanita itu sudah pergi dari rumah itu" kata Ashraf
"sayang bawakan minumanku kemari!" perintah Ashraf
Dira segera keluar membawa segelas jus jambu untuk Ashraf.
__ADS_1
"ini sayang" ucap Dira sambil menyerahkan segelas jus padanya
"Dira!!!" kata Fira kaget
"kamu mengenalnya sayang?" tanya Rasyid
"iya, dia Dira sahabatku" jawab Fira
"apa benar kalian bersahabat?" tanya Ashraf yang tercengang mengetahui Dira adalah sahabat Fira
"iya sayang, Fira memang sahabatku, aku ingin memberitahukan dirimu waktu kita pertama kali bertemu dengannya tapi...." belum selesai Dira melanjutkan ucapannya Fira segera memotong pembicaraannya
"ehemm!!!, ternyata ucapan mu benar Dir, kau memang hebat, setelah kau berhasil menundukan pengusaha kaya seperti Haidar, kau juga berhasil meluluhkan hati dokter Ashraf, kamu benar-benar luar biasa, bahkan kau mampu memperdaya laki-laki kaya disaat tengah hamil seperti itu" cibir Fira dengan wajah sinisnya
"apa maksudmu berkata seperti itu Fir" kata Dira
"tidak usah marah Dira, aku hanya ingin Yash tahu siapa kamu sebenarnya" kata Fira
"ciih !, aku tidak akan membiarkanmu menceritakan siapa aku sebenarnya, untuk itulah aku harus menyingkirkan dirimu terlebih dahulu" batin Fira
"cukup!!!!" ucap Ashraf mencoba menengahi mereka
"sekarang kalian pergi dari sini, aku muak melihat kalian berdua" hardik Ashraf
"dan satu lagi aku tidak akan hadir ke pernikahan kalian" kata Ashraf
Dira segera duduk disamping Ashraf yang masih kesal.
"maafkan aku sayang bukan maksud aku untuk pura-pura tidak mengenal Fira, percayalah apa yang dikatakan oleh Fira itu tidak benar, aku kaget pertama kali melihat dia dan abi mu di kafe hari itu, aku ingin mengatakan padamu kalau Fira itu sahabat ku, tapi Fira melarangku bahkan ia juga melarangku dekat denganmu. Alasannya karena kau bukanlah pria yang baik. Makanya waktu pertama kali kau kembali aku sempat ragu dan ingin menjauhi mu, terserah kamu percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya" kata Dira
"aku percaya kamu sayang" kata Ashraf
"makasih ya udah percaya aku" kata Dira sambil beranjak dari tempat duduknya
"kamu mau kemana sayang?" tanya Ashraf
"aku mau kekamar' jawab Dira
"disini saja sayang aku ingin kau menemaniku" kata Ashraf
""""""""""""""""""""
Sementara itu Fira masih kesal karena Dira ternyata tak mendengar kan perkataanya untuk menjauhi Ashraf.
__ADS_1
" bukannya menjauhinya kau malah tinggal satu atap bersamanya, dasar kau sahabat tak tahu diri, aku sudah menolong mu tapi kau malah menggoda cowok pujaanku" batin Fira