Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 35


__ADS_3

"kamu kenapa sayang kok lemes banget?" tanya Dira


"sepertinya kita harus cepat-cepat menikah sayang" kata Ashraf


"tapi bukannya harus tunggu aku melahirkan dulu baru boleh nikah ya?" tanya Dira


"coba besok aku tanya ustadz apa bisa menikahi wanita yang sedang hamil" ucap Ashraf


"tapi kenapa mendadak kamu jadi buru-buru ingin menikahi ku, sebenarnya ada apa sih, ceritalah sama aku?" tanya Dira


"aku takut Fira akan berbuat nekad padamu sayang, karena hari ini saja dia sudah bertindak gila dan konyol" kata Ashraf


"emangnya dia ngapain sayang?" tanya Dira


"dia menaruh obat perangsang di minuman, dan asal kau tahu sasaran itu aku, tapi sayangnya paman Malik yang jadi korbannya" kata Ashraf


"terus mereka berhubungan intim gitu" ucap Dira penasaran


"tadinya, cuma baru pemanasan aku gagalin, karena aku curiga dengan tingkah aneh paman Malik" kata Ashraf


"syukurlah kalau begitu, aku gak nyangka Fira yang sekarang berbeda dengan yang dulu aku kenal, dia sekarang sangat jahat" ucap Dira


"makanya itu sayang aku takut dia akan mengancam nyawa mu karena tidak bisa mendapatkan aku, tapi kalau kita sudah menikahkan aku bisa terus menjagamu selama dua puluh empat jam" kata Ashraf


"iya aku juga sangat ingin segera menjadi istrimu, tapi gimana ?" ucap Dira


"sudah ya sayang, sekarang kamu istirahat, besok aku akan membawa kabar baik buat kamu" kata Ashraf sambil mengecup kening Dira


**********


Haidar masih mengurung diri dikamarnya, ia memang belum keluar kamar semenjak kematian istrinya.


Ia terus memeluk foto Hafsah dan sesekali menatapnya lekat.


"mengapa sepertinya aku sangat susah untuk berpaling darimu, aku bahkan sudah menyia-nyiakan Dira demi dirimu, tapi kau malah pergi meninggalkan aku" ucap Haidar


**tok..tok..tok!!


"tuan!!, ada yang ingin bertemu dengan mu" kata mbak Minah


"iya tunggu sebentar !" jawab Haidar


Ia kemudian segera merapikan penampilannya dan bersiap-siap menemui tamu itu diruang tamu.


"Yash, ada apa kau datang kemari?" tanya Haidar


"aku mau minta tolong padamu" tanya Ashraf


"apa yang bisa aku bantu?" tanya Haidar


"aku mau kau menjaga Dira sampai dia melahirkan, karena jika ia terus berada dirumahku aku takut Fira akan mengancam nyawanya" kata Ashraf


"maksudmu, Dira tinggal disini?" tanya Haidar

__ADS_1


"iya kawan, kau maukan menjaga mantan istri mu untukku?" tanya Ashraf


"hmmm, asal kau tau Yash aku belum menceraikan Dira, tapi aku memang sudah berjanji pada Hafsah untuk meninggalkannya"


"apa kau tidak takut jika aku akan merebut Dira dari sisimu" ucap Haidar


"aku percaya padamu kawan, aku yakin kau akan menjaganya untukku" kata Ashraf meyakinkan


"apa kau tidak ingat aku pernah menembak mu karena aku tidak suka melihatmu mendekati Dira, apalagi istriku sudah meninggal sekarang. aku takut akan kehilangan kendali jika bersama Dira lagi.oleh karena itu, aku tidak bisa membantumu" jawab Haidar


"tapi kawan, aku tidak punya teman dekat selain dirimu" kata Ashraf


"maaf Yash bukannya aku tidak mau, tapi aku takut jika aku kembali hidup satu atap lagi dengan Dira benih-benih cinta itu akan muncul. Apalagi ia sekarang sedang mengandung anaku, kau harusnya mengerti posisiku sekarang. Tapi aku janji padamu aku akan menceraikan Dira mulai detik ini, karena aku tahu kalian saling mencintai, dan aku ingin melihat Dira hidup bersama laki-laki yang ia cintai " kata Haidar


"baiklah kalau begitu, mungkin aku akan meminta paman Malik untuk menjaganya" kata Ashraf


Ia kemudian pergi meninggalkan rumah Haidar.


Sementara itu Fira sudah berada didepan pintu rumah Ashraf.


**tok..tok..tok


Mbak Sum segera berlari untuk membukakan pintu.


"eh nyonya, ada perlu apa?" tanya mbak Sum


"bang Udin kemana mbak?" tanya Fira sambil mengecek keadaan sekitar rumah itu


"bang Udin lagi nganterin saudaranya ke kampung nyonya" jawab mbak Sum


"kalau tuan ya sedang kerja, nanti abis Isya biasanya dia baru pulang" jawab mbak Sum


"bagus, berarti sekarang cuma ada Dira dan mbak Sum" gumam Fira sambil menyunggingkan senyumnya


"yaudah mbak Sum sekarang beliin aku rujak didepan ya, tiga yang buat aku sama Dira pedes banget ya mbak. Kalau yang buat mbak Sum terserah mbak aja" ucap Fira sambil memberikan satu lembar uang ratusan ribu padanya


"jangan lupa beli jus mangga dua ya, nanti mbak Sum terserah mau apa beli aja" kata Fira


"baik nyonya" kata mbak Sum sambil bergegas meninggalkan Fira


"sekarang saatnya bermain-main dengan bumil" kata Fira sambil menuju kekamar Dira


"Dira!! I'm coming!!" teriak Fira sambil membuka pintu kamarnya


"Fira!!! mau apa kau datang kemari?" tanya Dira yang langsung beringsut dari tempat tidurnya


"aku mau bermain bersama kamu sayang, karena usahaku kemarin gagal kan??, jadi aku akan mengulanginya hari ini sampai aku berhasil nyingkirin kamu dari kehidupan Yash, bila perlu aku akan mengirimu ke neraka untuk menemani Hafsah kakakmu itu!!, hahaha" ucap Fira sambil tertawa


Ia kemudian mengeluarkan pisau dari dalam tasnya.


" kau mau apa Fira!!" teriak Dira ketakutan


********

__ADS_1


Sementara itu Ashraf terkejut melihat mbak Sum yang sedang mengantri untuk membeli rujak tidak jauh dari rumahnya.


"mbak Sum kok disini??, Dira sama siapa dirumah?" tanya Ashraf


"non Dira sama nyonya muda tuan, terus dia nyuruh aku buat beliin rujak disini" jawab mbak Sum


"apa !!!, Dira sama nyonya muda??" tanya Ashraf terkejut


"iya tuan, nyonya muda itu ya ibu tiri tuan alias nyonya Fira" jawab mbak Sum


Rasanya bagai tersengat Listrik ketika mendengar Dira bersama dengan Fira.


"bahaya!!!, aku harus segera pulang!" kata Ashraf sambil berlari meninggalkan mbak Sum


Ia kemudian mendapati rumahnya sepi dengan pintu terbuka.


"kemana mereka" batin Ashraf


"Dira !!!, dimana kamu!!" teriak Ashraf


Ia kemudian masuk kedalam kamar Dira yang banyak terdapat bercak darah di sprei kasurnya.


"Fira!!!, kemana kau bawa Dira!!" teriaknya histeris


Ia kemudian segera menghubungi Fira tapi tidak ada jawaban.


**tut. tut.. tut!!!


"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan menelpon beberapa saat lagi"


"sial!!, kemana perginya j*lang itu!!" umpat Ashraf


Ia kemudian melajukan mobilnya menuju ke apartemennya.


Sesampainya di apartemen ia segera masuk dan mencari Fira.


"cih!!, bahkan dikamarnya ia juga tidak ada!!, lalu kemana perginya wanita sialan itu" maki Ashraf


"apa kau mencari Fira?" tanya Malik


"benar, apa kau melihatnya?" tanya Ashraf


"aku lihat tadi ia pergi bersama abimu" jawab Malik


"kemana?" tanya Ashraf


"mana ku tahu Yash, mendingan kau telpon saja abi kamu itu" jawab Malik


"kau benar bro!!" kata Ashraf sambil berusaha menghubungi ayahnya


"ada apa Yash?" tanya Rasyid


"abi ada dimana sekarang? " tanya Ashraf

__ADS_1


Baru saja Rasyid akan menjawabnya tiba-tiba Fira langsung merebut ponselnya dan mematikannya.


__ADS_2