Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 3


__ADS_3

Satu jam kemudian ia menutup sesi penawaran, ia kemudian mencari seseorang yang mengajukan penawaran tertinggi.


Haidar Ali Khan seorang keturunan campuran Iran dan Inggris mengajukan penawaran tertinggi senilai 400 juta, Ia kemudian menjatuhkan pilihannya pada sosok Laki-laki tampan berusia 36 tahun itu.


Tak berselang lama handphonenya berbunyi.


"Hallo, " sapa Dira


"Hi, Dira, I'm Mr. Khan" jawab Haidar Khan


Deg!! jantung Dira mendadak berdegup kencang mendengar seseorang yang memanggil namanya, keringat dingin mulai bercucuran dari badannya, badannya panas dingin dibuatnya.


"Hallo, hallo! " ucap Haidar Khan memastikan Dira masih diujung telepon


"Hallo Mr. Khan, can you speak Indonesian, I can't speak english" jawab Dira


"Tentu, saya hanya mau memastikan, kapan kita bertemu? " tanya Haidar Khan


**Deg!!!


Kembali jantung Dira berpacu lebih kencang dari sebelumnya, ia semakin gugup untuk sekedar menjawab pertanyaannya.


"Halo, Dira, kamu masih disana? " tanya Haidar


"Iya, Mr. Khan, terserah anda mau bertemu dimana dan kapan, " jawab Adira


"Baiklah saya tunggu besok kamu di cafe XYZ, pukul satu siang, untuk lokasinya nanti saya shareloc, " ucap Haidar


"Baik" jawab Dira


"Ok, sampai jumpa besok Dira" kata Haidar


"Iya" jawab Dira yang kemudian menutup ponselnya.


Ia segera merebahkan tubuhnya, dan menenangkan dirinya mempersiapkan hari esok.


Pagi hari setelah selesai membantu ibu membuat kue, Dira langsung membereskan rumahnya.


"Hari ini kamu gak kerja lagi nak?" sapa ibu Hindun ketika Dira sedang mengepel lantai


"Gak bu, Dira udah ambil cuti seminggu untuk istirahat," jawab Dira


"Oh, yaudah kamu istirahat aja. Gak usah bebenah, biar ibu saja, " kata Ibu


"Gapapa bu, sekali-kali Dira bantuin ibu, " jawab Dira


Dira melirik kearah jam dinding yang menunjukan pukul sebelas siang. Setelah menyelesaikan pekerjaannya dia kemudian mandi dan bersiap-siap. Ia memoleskan make up tipis ke wajahnya, dia menatap kearah cermin, sejenak mengagumi kecantikannya yang alami.


Dilihat lagi ponselnya, sudah ada shareloc yang dikirim oleh Haidar.

__ADS_1


Selesai sholat dzuhur Dira berangkat menuju kafe XYZ, diantar oleh driver ojek online.


Sesampainya disana ia segera menuju meja nomor 65 yang sudah dipesan oleh Haidar. Ia berjalan masuk kedalam kafe, seseorang tampak melambaikan tangan kearahnya. Dirapun segera mendekatinya.


"Duduklah!!" perintah Haidar


Dira segera duduk.


Haidar mengulurkan tangannya.


"HaidarAli khan," Haidar memperkenalkan diri


"Adira, " ucap Dira sambil menjabat tangan Haidar


"Mau makan apa? " tanya Haidar


"Samain aja sama bapak, " jawab Dira


"Ok" jawab Haidar yang kemudian memesan makanan untuk mereka


Tak perlu menunggu lama, dua orang sudah menyajikan beberapa hidangan diatas meja.


"Silahkan dimakan, " kata Haidar


Dira segera melahap hidangan yang ada didepannya, sesekali Haidar mencuri pandang kearah Dira. mengagumi kecantikan gadis belia dihadapannya.


"Dira, jadi kapan kita bisa check in" kata Haidar memulai pembicaraan


"uhuk!!, uhuk!! " Dira segera mengambil tisu untuk menutup mulutnya.


Haidar segera memberikan air putih padanya.


Dira menjadi sedikit tenang setelah meminumnya.


"Maaf pak, apa bapak menginginkankan check in sekarang " jawab Dira


Haidar mengangguk.


"Bukankah lebih cepat lebih baik" ucap Haidar lagi


Deg!!!, jantungnya berpacu lebih kencang, apakah secepat itu laki-laki itu ingin menikmati tubuhnya pikirnya dalam hati.


Sekedar informasi kenapa Haidar fasih berbahasa indonesia, ia adalah pengusaha minyak dari Timur tengah yang sudah tinggal di Indonesia cukup lama, ia tinggal dikampung Arab Bogor.


"Kalau kau setuju, kita langsung check in kehotel hari ini juga" ucap Haidar


Adira hanya mengangguk, karena cepat atau lambat toh ia juga harus melakukannya dengan Haidar.


Setelah selesai makan Haidar mengajaknya masuk kedalam mobil, ia membawanya kesebuah hotel.

__ADS_1


Haidar membuka pintu kamar hotel yang sudah ia booking dan mempersilahkannya masuk.


"Tunggulah disini, aku keluar sebentar" kata Haidar


Adira duduk disofa, matanya menatap sekeliling ruangan yang sangat mewah itu.


Haidar kembali dengan membawa sebuah map.


Dia kemudian membuka kemejanya didepan Dira, ia segera memalingkan muka tak mau melihatnya berganti pakaian.


Haidar hanya tersenyum sinis melihat tingkah Dira yang menutup matanya.


"Cih, ******* yang sok lugu, " batin Haidar


Haidar yang sudah bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek berjalan mendekati Dira yang duduk disofa. Ia pun duduk disebelah Dira dan membuka tangan Dira yang menutupi wajah cantiknya.


Dira menatap sesosok pria dewasa yang sangat tampan dihadapannya, dadanya yang bidang dipenuhi dengan bulu-bulu lembut yang membuatnya terlihat sexy.


Ia kemudian mendongakan dagu Dira yang sedari tadi menunduk, Haidar melihat Dira yang pucat disertai keringat yang mulai bercucuran membasahi wajahnya. Dinginnya Ac disana tak bisa mendinginkan suasana ruangan itu yang mulai memanas.


"Apakah ini yang pertama kalinya untukmu?" tanya Haidar


Dira hanya mengangguk.


"Good, aku suka gadis polos sepertimu, " ucap Haidar


"Apa kau sudah punya pacar?" tanya Haidar lagi


Lagi-lagi Dira hanya menggeleng dan ia masih tak berani menatap kearah laki-laki dihadapannya


Dia memang sudah ketakutan, karena ini kali pertamanya ia harus berada satu kamar dengan orang asing .


Ia kemudian memejamkan matanya ketika Haidar mulai mendekatkan bibirnya.


**Dreet!!!... dreeet....!!!,


Ponsel Haidar berbunyi, ia kemudian mengangkatnya dan berbicara dengan seorang wanita dengan memakai bahasa Arab, sehingga Dira tak tau apa yang mereka bicarakan. cukup lama Haidar berbincang.


Setelah selesai Haidar kemudian memakai kaos dan pergi keluar.


Beberapa menit kemudian ia kembali bersama seorang wanita berdarah arab yang sangat cantik dan anggun dibalut hijab berwarna hitam.


Adira menjadi bingung.


"Kenalin dia Hafsah istriku , " kata Haidar


Mata Dira melotot seperti hendak keluar dari tempatnya, ia kaget bukan main untuk apa Haidar membawa istrinya kemari.


"Apakah istrinya akan melabraknya??, karena memergoki suaminya dengan wanita lain di hotel, " batin dira yang terus berkecamuk membayangkan hal-hal negatif yang akan menimpanya kini

__ADS_1


Pikiran Dira terus dihantui bayangannya seorang pelakor diamuk oleh seorang wanita dengan membabi buta seperti yang ia sering lihat dalam sinetron.


"Dira, " Panggil sesrorang yang sukses membuyarkan lamunannya


__ADS_2