Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 22


__ADS_3

Sepulang dari kampus, seperti biasa Dira mampir kesebuah minimarket untuk membeli camilan dan kebutuhan sehari-hari.


Setelah selesai berbelanja ia duduk sebentar didepan minimarket sambil menunggu ojek online.


Tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya.


"Dira!!, ternyata kamu hamil ya, kenapa kau tak mengabariku" kata Hafsah


"eh kaka, maaf ka aku belum sempat, aku baru akan menghubungi kaka jika kehamilanku sudah besar ka" jawab Dira


"kau pasti bohong, kau sengaja menghindari ku karena kau takut aku mengambil anakmu kan?" tanya Hafsah


"bukan begitu ka, sumpah aku tak ada niat untuk menghindari kaka" jawab Dira


"kalau begitu kau harus tinggal bersamaku di Bogor lagi agar aku percaya kalau kamu benar-benar tidak akan lari dariku" kata Hafsah sambil menarik lengan Dira


"lepasin ka, aku tidak mau, aku mau tinggal dirumahku saja, dan aku janji kalau aku sudah melahirkan aku akan memberikan bayiku padamu" kata Dira sambil mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Hafsah yang terus menyeretnya


Dira yang berhasil lepas dari cengkeraman Hafsah segera berlari menjauhi Hafsah yang terus mengejarnya.


***brughh!!!


Karena berlari dengan terburu-buru Dira menabrak seorang lelaki didepannya.


"maaf pak, saya tidak sengaja" kata Dira


laki-laki itu hanya diam sambil terus menatap Dira.


"tolong jangan kasih tahu saya bersembunyi disini kalau ada yang mencariku" kata Dira sambil bersembunyi


laki-laki masih saja diam tak memperdulikannya.


Hafsah baru saja tiba ditempat itu bersama pak Harun.


"cepet banget larinya!" kata Hafsah yang masih terengah-engah


"kita cari kemana lagi nyonya" kata pak Harun


"kita pulang saja pak Harun, besok aku akan suruh orang untuk mencarinya" kata Hafsah


Sementara laki-laki itu terus menatap Hafsah yang membalikan badannya dan pergi.


"cih, bahkan istriku sendiri tak mengenaliku" kata Haidar


Dira segera keluar setelah memastikan Hafsah benar-benar sudah tak terlihat lagi.


"fiuuh!!, akhirnya kita selamat" kata Dira sambil mengelus perut buncitnya


"apa!!!, Dira hamil???, berarti itu adalah anaku" gumam Haidar yang terus menatap Dira yang sedang mengelus perutnya


Ia segera bangkit dan menarik lengan Dira.


"ada apa tuan?" tanya Dira kaget ketika laki-laki dihadapannya menarik lengannya

__ADS_1


"apa kamu sedang hamil?" tanyanya


"iya" jawab Dira


"kenapa wanita tadi mengejarmu?" tanya Haidar


"oh, dia memaksaku untuk tinggal bersamanya, tapi aku menolaknya karena aku tidak mau aku stress karena mengalami banyak tekanan bila harus tinggal dengannya, aku takut akan mempengaruhi perkembangan janinku ini, makanya aku memilih kabur darinya " jawab Dira


"kenapa bisa begitu?" tanya Haidar lagi


"ceritanya panjang tuan, tapi maaf aku tak bisa menceritakannya pada orang asing" jawab Dira


"terimakasih sudah membantuku" kata Dira sambil meninggalkan laki-laki itu


"tunggu!!" kata Haidar


"ada apa lagi?" tanya Dira heran


"sepertinya kau perlu memeriksakan kandungan mu, lihat!!, banyak darah dikakimu!" kata Haidar sambil menunjuk kaki Dira


Dira sangat terkejut melihat darah yang begitu banyak mengalir dikakinya.


Haidar segera membopong tubuhnya dan membawanya kerumah sakit.


Seorang dokter segera menanganinya diruang UGD.


"bagaimana keadaan Dira dok?" tanya Ashraf


"terima kasih dok, boleh saya menemuinya sekarang?" tanya Ashraf


"silahkan" jawab dokter itu


Ashraf kemudian mengusap lembut kening Dira yang masih tertidur.


"kenapa kau bisa ada disini " kata Dira yang mulai membuka matanya


"tadi ada seorang lelaki yang menelpon ku, dan memintaku untuk menjagamu" jawab Ashraf


"laki-laki itu juga yang menolongku tadi, ia juga yang membawaku kerumah sakit" kata Dira


"apa kau mengenalnya?" tanya Ashraf


"tidak" jawab Dira


"tapi kenapa ia bisa tahu nomormu" kata Dira lagi


"sudahlah tidak perlu difikirkan lagi, yang terpenting sekarang kamu harus banyak istirahat agar bayimu bisa sehat" kata Ashraf


"tapi aku takut" kata Dira


"takut apa?" tanya Ashraf


"tadi aku bertemu ka Hafsah dan dia tahu aku hamil sekarang, makanya aku takut ia akan memaksaku lagi untuk tinggal bersamanya" jawab Dira

__ADS_1


" oh aku paham sekarang, kanapa sampai terjadi pendarahan seperti ini, semuanya karena Hafsah bukan?" tanya Haidar


Dira hanya mengangguk sambil menangis.


" kau tidak perlu takut lagi, aku akan menjagamu" kata Ashraf sambil memeluknya


"tinggalah bersamaku, kau pasti aman" ajak Ashraf


"tapi apa kata orang, kalau kita tinggal bersama tanpa adanya ikatan pernikahan" kata Dira


"aku akan menikahi mu, kau maukan jadi istriku?" tanya Ashraf


"aku mau, tapi apa ini tidak terlalu cepat" ucap Dira


"cepat atau lama aku tidak peduli, yang jelas aku sangat mencintaimu dan aku ingin melindungi mu dan anakmu" kata Ashraf


Dira terharu mendengar ucapan Ashraf.


"terimakasih sudah mau menerimaku apa adanya, aku juga mencintaimu dan aku mau jadi istrimu juga jadi ibu dari anak-anakmu" kata Dira


Mereka kemudian saling berpelukan, semetara Haidar menatap keduanya dari kejauhan.


"kenapa hatiku menjadi sakit ketika melihat mereka yang begitu mesra" batin Haidar


Malam sudah menjelang, membuat orang-orang segera terlelap dengan mimpi mereka, sedangkan Fira tengah bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit.


Setibanya dirumah sakit, ia segera bergegas menuju bangsal perawatan Zainab.


"nampaknya dewi Fortuna sedang berpihak kepadaku, sehingga tak ada seorangpun yang menjaga Zainab, si istri malang" batin Fira ketika tiba diruang perawatan Zainab


"aku akan segera menyembuhkanmu dari rasa sakit yang terus menderamu Zainab" kata Fira yang sedang memasukan racun kedalam cairan infus Zainab


"selamat menikmati tidur panjangmu, nyonya Rasyid Amrullah" kata Fira yang kemudian meninggalkan ruangan itu


Ia segera melepas semua penutup kepala dan baju yang ia pakai tak lupa ia membakar semuanya, agar tak seorangpun mencium perbuatan jahatnya.


"sebentar lagi aku akan menguasai semua kekayaan dari Rasyid Amrullah seutuhnya, hahaha" kata Dira sambil tertawa penuh kemenangan


**dreet,,,dreeet,,,


Ashraf segera mengangkat ponselnya yang bergetar.


"iya halo ada apa?" kata Ashraf


",,,,,,,"


" apa mamah meninggal !!" kata Ashraf mendengar kabar dari rumah sakit kalau ibunya meninggal


",,,,,,,"


"baik aku akan segera kesana" kata Ashraf


"kenapa mereka menghubungiku, bukannya sekarang jadwalnya abi untuk menjaganya, apakah abi tak menungguinya" gumam Ashraf curiga

__ADS_1


__ADS_2