
Ia menoleh kearah pintu dan tersenyum ketika melihat Ashraf yang masuk ke dalam rumahnya. Ia berjalan mendekati Ashraf.
"kau baru pulang sayang?" tanya Fira sambil menempelkan tubuhnya ke dada bidang Ashraf
Ashraf segera mendorong tubuh Fira hingga terjatuh.
"menjauhlah dariku jal*ng!!" teriak Ashraf
"cih!, beraninya kau mengatakan aku ini jal*ng, aku bersumpah demi apapun akan menaklukan dirimu !!" batin Fira
"oh maaf Yash, aku kira abimu yang datang" kata Fira sambil menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada dikursi
Ashraf tak menghiraukannya, ia kemudian naik keatas menuju ke kamarnya.
"hufft!!, kalau bukan untuk mendapatkan cintamu mana mungkin aku sampai merendahkan diriku dihadapanmu" kata Fira lirih
Malam semakin larut namun Rasyid belum juga kembali kerumahnya.
**dreet...dreet...dreeet
"halo sayang?" sapa Fira
"halo sayang... sepertinya malam ini aku tidak pulang sampai tida hari karena aku mendadak harus pergi ke Dubai untuk mengurusi bisnis baruku disana, kau tak perlu khawatir karena aku sudah meminta Yash untuk menjagamu" kata Rasyid
"iya sayang, apa kau sudah membicarakan itu dengan Yash?" tanya Fira
"sudah sayang, sekarang apa Yash belum pulang?" Rasyid balik bertanya
"oh, sudah sayang" jawab Fira
"yasudah kalau begitu selamat istirahat sayang, semoga mimpi indah" kata Rasyid
"iya sayang, love you" kata Fira
"love you too" jawab Rasyid
"pantas saja dia pulang kemari walaupun Dira sedang sakit, ternyata dia benar-benar anak yang patuh, baiklah aku punya rencana bagus untukmu Yash sayang" kata Fira tersenyum jahat
Pagi hari menjelang, Ashraf terkejut melihat Fira sudah berdiri didepan kamarnya.
"kau mau apa datang ke kamarku?" tanya Ashraf dingin
"oh, kamu sudah bangun. tadinya aku kira kau belum bangun jadi aku hendak membangunkan mu untuk sarapan" kata Fira
"tidak perlu, aku bisa sarapan dirumah sakit saja" kata Ashraf sambil menutup kembali pintu kamarnya
"sial!!!, kenapa susah banget mencairkan gunung es satu ini" kata Fira
"baiklah jangan panggil aku Fira, kalau aku tidak bisa mendapatkan mu" kata Fira
Ia kemudian menjatuhkan dirinya ke tangga.
"tolong!!!!" teriak Fira
__ADS_1
Ashraf segera keluar dari kamarnya ketika mendengar teriakan Fira yang meminta tolong.
Ia segera membopong tubuh Fira dan membawanya kekamar.
"makanya kalau jalan hati-hati!" gerutu Ashraf sambil membaringkan tubuh Fira ke ranjangnya
"iya, aku memang ceroboh" kata Fira dengan nada memelas
"tunggu disini aku akan mengambil betadine untuk mengobati kakimu" kata Ashraf
"sebentar lagi kau akan bertekuk lutut dikakiku" gumam Fira
Setelah selesai mengobati luka dikakinya Ashraf segera pergi meninggalkannya.
**************
Hafsah bersiap-siap untuk pergi menemui Dira dirumah Ashraf.
"kamu mau kemana sayang?" tanya Haidar
"aku mau ketemu Dira" jawab Hafsah
"sudahlah sayang kita temui dia saat akan melahirkan saja, ingat kita tidak boleh membuatnya stress, itu akan berpengaruh terhadap keadaan bayinya" kata Haidar
"aku cuma mau kasih bingkisan ini saja kok" kata Hafsah
"kau bisa saja menyuruh sopir atau kurir untuk mengantarnya atau mengirimnya melalui jasa pengiriman online, kau tidak perlu repot-repot mengantarnya, ingat jaga kesehatan mu, kondisimu sedang tidak bagus akhir-akhir ini, aku takut terjadi sesuatu denganmu" kata Haidar
" tapi aku ingin mengantarnya sendiri" jawab Hafsah
"cih, kenapa kau selalu menghalangi ku" kata Hafsah kesal
"baiklah kalau begitu aku akan minta pak Hasan untuk mengantarnya" kata Hafsah
"yaudah kalau gitu aku pamit ya sayang" kata Haidar
Hafsah segera mengantar suaminya hingga ke pintu gerbang.
"hati-hati sayang!....dah" ucap Hafsah
"sekarang saatnya aku pergi ke rumah Dira" kata Hafsah
Ia kemudian meminta pak Hasan untuk mengantarnya menemui Dira.
**ting nong!!...
Mbak Sum segera berlari dan membuka pintu ketika bel rumahnya berbunyi.
"apa Dira ada bi?" tanya Hafsah
"iya ada, tapi nyonya siapa ya?" mbak Sum balik bertanya
"aku Hafsah kakanya Dira, bisa panggilkan dia sekarang?" perintah Hafsah
__ADS_1
" oh ...tunggu sebentar nyonya" kata mbak Sum sambil menikahkan Hafsah masuk kedalam rumah
Dira kemudian keluar menemui Hafsah.
"ada apa kaka datang kemari?" tanya Dira sedikit ketakutan
"kau tidak usah takut sayang, aku cuma mau kasih kado ini buat kamu, sebagi ucapan permintaan maaf ku karena selama ini aku sudah jahat padamu" kata Hafsah
"kaka tidak perlu repot-repot" jawab Dira
"kau tidak mau membuka kadonya?" tanya Hafsah
"nanti saja ka" kata Dira
" baiklah kalau begitu aku pamit dulu, jangan lupa dibuka kadonya" kata Hafsah
"iya ka" jawab Dira sambil mengantar Hafsah sampai ke pintu
**brughhh!!!
Tiba-tiba tubuh Hafsah ambruk dan terjatuh hingga mengenai daun pintu.
Dira yang terkejut segera meminta tolong pak Hasan untuk memapahnya masuk kedalam mobil, ia kemudian membawanya kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Dira segera menghubungi Ashraf untuk menolong Hafsah.
"sebenarnya kenapa Hafsah bisa seperti ini?" tanya Ashraf
"dia tadi jatuh dirumah ketika mau pulang" jawab Dira
"ok..., sekarang kamu hubungi Haidar sekarang" perintah Ashraf
"baik"
Dira segera menghubungi Haidar.
"halo tuan, ka Hafsah dirumah sakit sekarang" kata Dira
"iya, aku akan kesana sekarang" jawab Haidar
Dira masih menunggu diselasar rumah sakit dengan cemas.
"bagaimana keadaannya?" tanya Haidar yang baru saja sampai dirumah sakit
"aku tidak tahu tuan, dokter Ashraf masih memeriksanya dan belum keluar" jawab Dira
"sebenarnya apa yang terjadi hingga dia jadi seperti ini?" tanya Haidar lagi
"dia tadi datang ke rumah Dira untuk memberikan kado, tapi ketika ia hendak pulang tiba-tiba ia pingsan" jawab Dira
"kenapa kau sekarang tidak menurut dengan ku Hafsah, padahal sudah ku larang kau pergi tapi kenapa kau tetap pergi" kata Haidar sambil memukulkan tangannya ke tembok rumah sakit hingga tangannya berdarah
"tuan harus sabar, dan tidak usah seperti ini" kata Dira sambil menarik lengan Haidar yang berdarah
__ADS_1
Ia kemudian mengambil tisu dari tasnya dan membersihkan darah yang menetes dari telapak tangan Haidar.
Haidar hanya tertegun melihat perhatian Dira.