
Bab 15.
Sang kasir pun mendekat ke meja Sangga dan mengucapkan terimakasih. Syanum,sang kasir yang cantik jelita seperti artis korea itu sangat senang bisa berkenalan dengan Sanggabuana yang sudah menyelamatkan hidupnya.
"Mas Sanggabuana, saya mengucapkan terima kasih. Kamu sudah menyelamatkan hidup saya." Sangga yang terkesiap dengan kecantikan Syanum, jadi tertegun.
"Mas Sanggabuana..." Sangga yang masih bengong terkejut sesudah Dirga menepuk lengannya.
"Heh! Itu mbaknya mau terima kasih. Bengong liat cewek cantik!" ucap Dirga menggoda Sangga.
"Eh, iya, eh, sama-sama mbak. Cuma menolong segitu aja kok." Bustomi terkekeh melihat Sangga sepertinya suka kepada Syanum.
"Kalau kamu mau ngobrol dulu dengan mas Sanggabuana, duduk saja Nita, biar pekerjaanmu diganti sama yang lain dulu!" Ucap Bustomi melirik ke Syanum yang juga sangat kagum kepada Sanggabuana.
"Sangga, saya tinggal dulu, saya harus jelaskan dulu ke komandan, soalnya saya tadi menembakkan satu peluru ke penjahatnya tadi!" ucap Dirga sambil mengasih kode kelipan mata. Sangga hanya mengeriangai.
"Eh iya mas Dirga. Kok bisa luput sih tembakannya? Nembak cewe doang bisanya!" Ledek Sangga sambil terkekeh.
"ASEM!" Dirga meninggalkan tempat itu. Bustomi juga mengatur kembali kasir nya. Sangga mempersilakan Syanum untuk duduk.
"Eh, kamu tidak pesan makan?" tanya Sangga yang masih salting.
"Nanti saja mas. Mas Sangga tinggal dimana?" tanya Syanum yang masih malu-malu juga. Melihat Syanum, Sangga selalu salting, karena wajah cantik Syanum bak artis korea yang sangat kinclong.
"Saya tinggal dimana, ya? Untuk sementara tinggal di kontrakan di dekat mangga besar," jawab Sangga.
"Oh, saya juga di sana tinggalnya. Dimananya?" Syanum mendapatkan angin segar, karena rumahnya ternyata tidak jauh dengan rumah Sangga.
"Eh, dimana ya? Saya sekarang sudah jarang sekali ke sana, karena tugas di kepolisian!"
"Oh begitu. Kirain mas Sangga masih sering kesana." Syanum tampak sedih dan kecewa.
"Kamu sudah lama kerja disini?" tanya Sangga yang kemudian menyedot jusnya.
"Hm, baru beberapa bulan saja mas, aku baru lulus SMA kemarin!" jawab Syanum mesem-mesem.
"Oh, baru juga disini? Kamu ada yang sakit dan luka, tidak?" tanya Sangga yang melihat ke tangan dan lehernya Syanum. Syanum langsung salah tingkah diperhatikan eleher dan dipegang tangannya oleh Sangga.
"Eh, maaf ya, aku kok jadi pegang-pegang." Sangga juga ikutan malu.
"Tidak ada mas, ya agak sedikit dakit di pergelangan tangan."
"Mas Sangga mau nambah minum lagi? Minumannya sudah habis tuh?" tanya Syanum.
"Oh boleh," jawab Sangga.
Syanum langsung memanggil pelayan dan memesan minuman yang ingin diminum oleh Sangga.
__ADS_1
"Mas Sangga tidak punya ponsel, ya?" tanya Syanum.
"Oh, saya tidak punya. Lagi pula untuk apa? Belum perlu."
"Kan kalau aku mau telpon mas Sangga, bagaimana?" tanya Syanum.
"Hmm, ya bagaimana ya?" tanyaSangga bingung. Jua terkekeh. Syanum cemberut.
"Sebentar mas." Syanum langsung berdiri berjalan ke bosnya, Bustomi, yang sedang bicara dengan Dirga dan satu polisi lain. Sangga minum lagi dari gelas barunya.
Tak berapa lama, terlihat Bustomi mengambil sebuah kotak kotak yang isinya HP dan berjalan mendekat ke Sangga.
"Hm, mas Sangga. Ini ada HP baru buat mas Sangga!" Bustomi meletakkan dus HP yang masih disegel di meja.
"Hm, terima kasih pak. Jadi merepotkan. Hp baru ini?" tanya Sangga.
"Iya mas aSangga. Ini tidak, ini bukan seberapa mas Sangga. Terimalah, dan terima kasih ya sekali lagi."
"Sama-sama pak, saya juga berterima kasih sudah diberi hadiah ponsel."
"Iya sama-sama. Saya ke depan dulu ya, masih dimintai keterangan oleh kepolisian sekaligus mau memberikan data CCTV ke mereka."
"Baik pak, silahkan."
Sesudah itu, Bustomi kembali ke tempat Dirga.
"Hm, ya terima kasih nomernya. Ini bagaimana masangnya nomernya? Saya tidak paham." Sahut Sangga.
"Sini aku yang pasangin." Syanum membongkar dus nya dan membantu memasang kartu perdana ke HP Sangga dan menghidupkan ponselnya. Syanum juga menginstall beberapa aplikasi penting, terutama aplikasi chatting supaya dia bisa mengirim pesan kepada Sanggabuana.
"Mas, ini caranya bagini ya, kalau mau mengirim pesan. Aku pindah saja ya ke samping mas Sangga, supaya bisa ajari." Sangga mengiyakan dan Syanum pindah ke sampingnya. Wangi tubuh Syanum membuat Sangga masih melhat terus ke wajah Syanum. Syanum yang merasa diliatin terus jadi salah tingkah.
"Kenapa mas Sangga? Ada yang salah dengan wajah saya?"
"Eh, tidak. Kamu cantik sekali, wangi tubuhmu membuat aku jatuh cinta sama kamu!" Sahut Sanggabuana.
"Mas Sanggabuana beneran jatuh cinta sama aku?" tanya Syanum yang wajahnya sudah memerah.
"Eh,ng, apa yang saya omong tadi, Syanum?" tanya Sangga yang sadar kalau dia sedang meracau sendiri.
"Hm, katanya mas Sanggabuana jatuh cinta sama saya.'
"Eh, salah, eh, maksudnya, tidak begitu...!" Sangga jadi susah menjawabnya.
"Memang mas Sanggabuana belum punya pacar?" tanya Syanum.
"Eh..Hmm...Sudah, saya sudah punya pacar."Sanggabuana menunduk. Syanum terlihat sedih dan kecewa mendengar balasan dari Sangga. Tapi kemali tersenyum menghargai Sangga.
__ADS_1
"Oh, mas Sanggabuana sudah punya pacar? Beruntung sekali pacarnya, mendapatkan mas Sanggabuana yang ganteng dan hebat!" tukasSyanum lagi.
"Eh, emang kamu belum punya pacar?" tanya Sangga.
"Belum mas, aku tidak ada yang mau pastinya. Banyak yang merendahkan saya, karena saya miskin!" jawab Syanum dengan nada sedih.
"Ah, pasti adalah nanti. Kamu terlambat, saya baru saja jadian dua hari lalu, jadi maaf ya, walaupun saya kagum dengan kecantikanmu yang seperti bidadari. Tapi saya tidak mau mengkhianati Istikah." Sangga meletakkan kedua sikunya di meja.
"Hm, namanya Istikah? Gadis yang beruntung.....!" Syanum kembali menunduk.
"Eh, bagaimana nih cara kirim pesannya? Kok malah ngelantur obrolan kita!" tukas Sangga.
"Eh iya, jadi terbawa suasana." Syanum kembali menjelaskan semuanya. Mereka sudah bertukar nomer HP. Dirga datang bersama dengan Bustomi.
"Ayo Sangga, kita pulang. Kita istirahat di hotel." Dirga mengajak Sangga dan melihat ke HP barunya Sangga.
"Iya mas." Sangga berdiri.
"Hm, HP baru nih!" Dirga melirik ke HP Sangga yang masih baru.
"Oh iya tadi saya kasih ke Sanggabuana, Syanum tadi bhilang ke saya kalau mas Sanggabuana tidak punya HP. Kebetulan di konter HP saya di depan banyak stoknya. AKP Dirga mau? Sebentar, Syanum tolong ambilkan HP yang sama!" Perintah Bustomi kepada Syanum.
"Iya pak." Kemudian Syanum berlari ke konter HP.
"Wah, jadi tidak enak pak, lah saya masih ada HP pak, walaupun cuma HP beginian. Tidak usah canggih-canggih." Dirga memperlihatkan HP lamanya.
"Wah, itu HP jadul. HP Sangga itu sudah banyak fungsinya. Keren deh!" Bustomi menjelaskan.
"Ini pak Bustomi." Syanum memberikan HP baru kepada Bustomi dan diberikan kembali kepada Dirga.
"Ini pak Dirga. Terima HPnya."
"Wah, jadi tidak enak sama bapak." Dirga menerima HP yang diberikan oleh Pak Bustomi.
"Harga HP tidak seberapa, dan bisa membantu pekerjaan bapak juga. Kalau nanti lewat, mampir ya, akan saya berikan gratis sampai kapanpun untuk kalian berdua," tukas Bustomi.
"Hm, baiklah, terima kasih banyak atas semuanya."
"Iya pak Bustomi, saya juga ucapkan terima kasih," sahut Sangga.
"Iya, sama-sama, mas Sangga, mas Dirga." Mereka berdua bersalaman dan pergi dari kafe tersebut.
.......
.......
BERSAMBUNG
__ADS_1