LAHIRNYA SANG PENCERAH

LAHIRNYA SANG PENCERAH
BAB 39.


__ADS_3

Bab 39.


Tapi ingat, yang saya butuhkan hanya semangat dan tekadmu! Karena kita sudah dianakdirkan untuk bertemu!"


"Baik nek, saya berjanji akan berlatih dengan giat!"


Nenek Lampir tersenyum.


'TUGASKU SELESAI NAK, KALAU KAU BISA MENGUASAI ILMUKU...DAN KITA BERDUA BISA MEMBALASKAN DENDAM KAKEK GURU...!!'


*


Tanpa Terasa selama enam bulan Sangga berlatih sesudah lukanya sembuh total, Sangga sudah menguasai semua ilmu nenek Lampir. Di penghujung malam itu, nenek Lampir mengambil sebuah kitab yang disimpannya, dan menyerahkan kepada Sangga yang sedang bermain dengan kedua macan sang nenek.


"Sangga muridku...!"


"Iya guru!" Sangga menundukkan badannya.


"Hmmm...." Nenek Lampir duduk di sebelah Sangga.


"Ini, ada sebuah kitab dari Kakek Guru, ini adalah KITAB PIL ELIXIR yang sangat lengkap. Kitab ini turun temurun diberikan kepada murid terbaiknya. Jadi aku menerima kitab ini sebelum kakek guru hhilang karena Mukso!" Nek Lampir memberikan kitab itu dengan hati-hati. Sangga menerimanya dengan perasaan takut campur bahagia.


"Nek, apakah saya pantas menerima kitab ini. Mungkin saja ada orang lain yang memang seharusnya berhak untuk menerima kitab ini??" Sangga sangat berat menerima Kitab ini.


"Hmm...Kamu sangat rendah hati, nak. Kamu sangat berhak untuk kitab ini, karena kamu muridku satu-satunya. Terimalah, kamu memang pantas menerimanya. Karena ini Kitab Pil Elixir sangat membantu semua ilmuku. Ilmu Ramuan Obat Alami, Ilmu racun dan Ilmu penyerap energi bisa dibantu oleh Ilmu Pil Elixir ini! Kamu


harus bawa kitab ini. Kitab ini akan menyatu dalam tubuhmu dan bisa kau panggil dengan doamu!"


"Hm, seperti senjata-senjataku yang lain?" tanya Sangga heran.


"Ya. Kamu punya senjata apa?" tanya nenek Lampir heran.


"Saya punya senjata Pecut dan Kapak Pemecah Langit, nek!"


"Hm, dua senjata mematikan, dan ada satu senjata lagi yang tak bisa dikalahkan oleh siapapun. Tapi kamu harus bertapa dulu di Gunung Semeru. Saya tidak tau, apakah kau mampu,karena yang menjaaga ada dua kubu!!" Nenek memandang ke depan seakan takjub dengan senjata yang di bayangkan.


"Hm apa senjatanya dan siapa saja kubu-kubu yang nenek maksudkan?" tanya Sangga penasaran.

__ADS_1


"Hm, Senjata Pamungkas yang bisa menguasai dunia!"


"Apa itu nek?"


"KERIS SOSROBAHU!"


"Keris SosroBahu? Aneh namanya Nek?!"


"Ya, Keris itu isinya adalah Dua Naga yang konon dulu sebagai ajudan dari Seorang Dewi dari Khayangan. Dia adalah Dewi tertinggi dalam mitos China Kuno. Saya juga tidak tau siapa nama Dewi itu. Naga itu bernama Dewi Nogowati dan Dewi Dasa Murka. Makanya tidak ada yang akan mendapatkan Keris itu, karena harus menyatukan mereka berdua dengan cara mengalahkan dulu mereka berdua, baru kau bisa mendapatkan Keris Sosrobahu!"


"Wah,tidak kebayang, nek. Mungkin Sangga juga sudah mati karena tak pernah bisa mengalahkan kedua Dewi itu. Apa Wujud dari kedua Dewi itu nek?" tanya Sangga penasaran.


"Mereka sama-sama Siluman Ular. Mereka berdua sudah hidup dari lebih seratus ribu tahun lalu!" jawab nenek Lampir.


"Hm, saya tidak akan ngoyo nek, untuk mendapatkan Keris itu, tapi kalau memang Sangga harus mendapatkannya, mungkin takdir yang akan membawanya!" Sangga bertekad untuk mendapatkan Keris Sosrobahu itu.


"Hm, baiklah, kamu sudah bisa pergi untuk saat ini. Kamu harus menggunakan semua ilmuku untuk menolong manusia di muka bumi ini. Satu lagi, kamu suatu saat akan mendapat tugas penting dariku. Tapi itu nanti, sesudah aku berhasil meningkatkan ilmu tenaga dalamku sampai tingkat paling atas!"


"Tugas apa itu nek? Dan tingkat berapa tenaga dalamku saat ini? Bagaimana caranya aku bisa menambah tingkatan tenaga dalamku??" tanya Sangga penasaran.


"Hm,caranya banyak nak, nanti kamu juga tau. Sekarang kamu baru tahap tenaga dalam tahap pemula tapi sudah ditingkat 5, tingkatan paling tinggi!"


"Ada lima tingkatan. Tahap Pemula, tahap Ksatria, tahap Nirwana, Tahap Dewa Dan Tahap Mahendra. Semua tahap ada lima tingkatan!" Jawab nenek Lampir.


"Baiklah, sebagai murid nenek, saya harus membatidakan nenek dan kakek Guru! Saya akan giat berlatih dan siap untuk menjalani semua tahap kelimuan tersebut!" Sangga yakin bisa melalui semua tahap tenaga dalam tersebut dan bisa mencapai sampai tahap Mahendra tngkatan terakhir.


"Baguslah nak, kamu memang cucu terbaik dariku, semoga menjadi murid terbaik kakek Guru. Sekarang pergilah nak, kamu sudah sangat dirindukan oleh keluargamu. Pulanglah ke ke kekasihmu yang saat ini sangat membutuhkan pengobatan darimu!"


"Istikah..."Sangga kembali teringat kepada Istikah yang dia sangat cintai. Dia harus segera menemui Istikah sang kekasih yang sudah enam bulan dia tinggalkan. Dan mungkin Istikah sudah menganggap dirinya sudah mati dalam kecelakaan mobil tersebut.


"Ya, nek, saya siap untuk kembali ke dunia nyataku. Panggil aku bila nenek membutuhkan pertolongan!" Sangga mencium tangan nenek Lampir. Tangan kiri nenek mengelus punggungnya.


"Ya Sangga, kamu akan menguasai dunia nantinya!"


Itulah kata-kata terakhir sang Guru yang Sangga bawa saat dia jalan menuju jalan besar. Selama enam bulan ini dia sudah meninggalkan semua kesibukannya untuk menjalani dan mendalami semua ilmu dari nenek Lampir.


"Siapa itu? Kayaknya aku kenal? Tapi namanya siapa ya? Lupa!!!" Sangga melihat sesosok Pria yang berambut panjang sebahu, yang termenung menatap ke bawah,jurang dimana dia jatuh ke jurang.

__ADS_1



POV DIRGA**


Hari itu dimana Sangga genap enam bulan dia belum ditemukan, semua kenangan bersamanyasampai saat ini belum hhilang. Karirku hanya sebatas dijalani secara normal saja, tapi tak memberikan sebuah harapan.


Di tempat inilah Sangga dicelakai oleh Pelakunya yang tak lain adalah Suami Dira. Sebenarnya Dira juga ikut menjadi tersangka, tapi karena Rajasa orang baik, maka anaknya tidak aku jebloskanke penjara.


"Semuanya seperti mimpi. Dimanakah kau Sangga?"


"MAS....!!"


Kutengokkan kepalaku ke kanan, mendengar suara yang pernah kudengar sekaligus kuimpikan selama ini.


"SANGGA...??"


"Mas Dirga?" Sangga yang berpenampilan seperti pendekar dengan bewok tipis tidak membuat Dirga melupakan sahabatnya selama enam bulan bersamanya sebelum Sangga menghhilang karena balas dendam suami Dira.


Suami Dira yang bernama Dito, sekarang sudah dipenjara, dan dia sudah mengakui semuanya, kalau dia dan Dira yang merencanakan semuanya. Tapi Dira tidak mengakuinya, karena memang dia tidak mau masuk penjara karena ikut mendukung rencana suaminya itu.


Dari jarak dua puluh meter mereka berlari dan akhirnya berpelukan. Lama sekali mereka berpelukan di pinggir jalan sore itu.


"Mas..!!'


"Sangga!!"


Mereka tak memperdulikan banyak orang yang melihat kepada kejadian mengharukan tersebut.


"HAHAHAHA..." Mereka akhirnya tertawa karena bahagia.


"Sang! Kau selamat??" Dirga memegang kedua pundak Sangga, yang tak menyangka bahwa dirinya menemukan Sangga yang sudah enam bulan lebih tak ditemukan. Pencarian sudah lama diberhentikan, karena tak membuahkan hasil.


"Mas...Bagaimana Istikah?" tanya Sangga pertama kali yang dia tanyakan.


.......


.......

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2