LAHIRNYA SANG PENCERAH

LAHIRNYA SANG PENCERAH
Bab 36.


__ADS_3

Bab 36.


"Alhamdulillah, sudah komandan! Dikasih oleh pak Rajasa, ndan!"


"Hm baguslah! Kamu bisa dengan Sangga jadinya pergi kemana-mana!"


"Baik ndan!"


Mereka tidur sesudah sholat subuh dan bangun sudah siang sesudah Dzhuhur. Mereka langsungpamit pergi ke rumah pak Rajasa. Dirga memasukkan mobil ke pekarangan rumah pakRajasa yang dijaga oleh dua satpam.


Sesudah memarkirkan mobilnya, Sangga dan Dirga turun. Dilihatnya sebuah mobil yang terparkir di sebelah mobil baru Sangga. Tapi mereka tak peduli karena mobil ituadalah mobil keluarga Dito yang sempat dibawa oleh keluarga Dito, waktu lamaranDira.


Mereka masukke dalam rumah, sebelum mereka melewati meja makan, mereka berdua mendengarsuara rintihan dan lenguhan orang yang sedang bercinta. Dan itu berasal darikamar Dira. Sangga dan Dirga berhenti. Dirga ingin  jalan menuju ke kamar Dirauntuk menggedor pintunya, tapi dianahan oleh Sangga.


"Jangan,ini rumah Dira, kita tidak punya hak!" Dirga mengurungkan niatnya. Mereka berjalan ke kamar mereka untuk beres-beres pakaian mereka yang kira-kira cukup untuk seminggu.


"Kamu mandi duluan Sang! Aku masih mau buka chatting dulu!" suruh Dirga.


"Oke!"Sangga mandi duluan dan sesudah selesai, gantian Dirga yang mandi. Tiba-tiba pintu kamar diketok.


"Mas Sangga!" Panggil suara dari luar.


Sangga berdiri dan membuka pintunya.


"Kenapa sayang?" tanya Sangga. Istikah langsung memeluk Sangga.


"Ish, kenapa lagi ini anak!"


"Kangen!" Sesudah itu Istikah melepas pelukannya.


"Maaf sayang, lupa kasih tau, aku tadi malam ada di Polda! Kamu kenapa?" tanya Sangga.


"Tidak papa, kangen. Aku masih takut sama si Dito! Dia masih ngeliatin aku kadang-kadang!" Sangga mengajak Istikah masuk ke dalam kamar tapi pintu tak ditutup. Mereka duduk di sofa dalam kamar.


"Mereka lagi ah uh ah uh di kamar Dira!"Jawab Sangga sekenanya.


"Mas Sangga mau kemana?" tanya Istikah melihat ke tas Sangga dan Dirga yang sudah siap.


"Aku dan Dirga mau ke Polda lagi, ungkap terorisme!" Jawab Sangga.


"Yaaa...Kamu tidak ada di rumah ini, dong??!" Istikah kecewa.


"Ya, doakan saja aku sebentar di sana. Nanti aku akan balik juga kok kesini. Acara pernikahan Dira, mas juga akan datang, kok! Tenang saja, sayang." Sangga meyakinkan Istikah.


"Iya deh, tapi sekali-sekali, kita jalan berdua lagi mas! Aku mau jalan berduaan lagi sama kamu, aku ini cinta mas sama kamu! Banget!" Istikah tambah cemberutnya.


"Iya, mas tau kok kalau Istikah sayang sama mas! Cuma kalau ada Dito, kamu segera di kamar saja, jangan keluar. Di dalam kamar kan ada kamar mandi, jadi kamu kalau laper, makan saja di dalam kamar!" Pesan Sangga ke Istikah.


"Iya mas, aku akan patuh mas!" jawab Istikah.


"Mas mau dibuatkan kopi?" tanya Istikah.


"Boleh sayang!"

__ADS_1


"Sebentar ya mas." Sangga mengelus rambut Istikah.


"Iya sayang!"


Beberapa lama kemudian, Dirga selesai mandi.


"Kok pintu terbuka, Sang. Ada siapa?" tanya Dirga sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Ada Istikah, dia lagi buat kopi!"


"Hm, emang rajin Istikah. Elo beruntung dapat pacar kayak dia. Kalau kalian jadi suami istri, pastinya kalian akan hidup bahagia!"


"Aamiin! Tumben ente baik sama gue, tidak iri hati mulutnya!"


"Asem!"


HAHAHAHA.


Istikah masuk dan membawa dua gelas kopi hitam.


"Mas, kopinya!" Istikah meletakkan nampan di atas  meja yang ada dua gelas kopi dan sepiring kue.


"Makan juga kuenya!"


"Iya, terima kasih Istikah!" ucap Dirga yang langsung mengambil gelas kopi dan menyesapnya.


"Hm, enak banget ya kopinya!"


"Iya dong, buatan pacar gue tau!" Sangga bangga.


"Tumben lo lempeng!" sahut Sangga.


"Hahahaha, Iya mas Sangga, tumben dia baik! Biasanya mulutnya Julid!" timpal Istikah.


"Sialan kalian berdua, sudah dikasih saran yang bagus masih aja komentar!!" celetuk Dirga kesal.


Sejam kemudian, mereka bertiga keluar kamar dan menuju ke mobil Dirga. Sangga membuka pintu mobil barunya  dan membuka kap mesinnya. Sesudah terbuka, Sangga mencabut kabel ke akinya, supaya tidak tekor, karena dia akan pergi lama.


"Weh, tau mesin juga doi!"


"Iya dong! Baca aja di internet!" sahut Sangga.


Sesudah menutup kap mesin mobilnya,Sangga pamit ke Istikah. Mobil Dito sudah tak ada, dia pergi dengan Dira.


"Hm, abis nyetor langsung cabut dia bro!" cibir Dirga.


"Iya, kita liat lagi lah nanti, becus tidak dia urus si Dira?" Sangga mencium pipi Istikah dan masuk ke dalam mobil


"Dah sayang, love you!" ucap Istikah.


"Dah, Love you too."


Dirga hanya mesam mesemaja melihat Sangga dan Istikah love yu love yu an.

__ADS_1


( Dasaar jomblo si AKP, pengennya punya banyak cewek kali dia....hihihihi..)


Mereka langsung menuju ke kafe Bustomi yang ada di Blok M. Di sana kebetulan Bustomi sedang mengerjakan renovasi kafenya. Pengunjung kafe penuh, mungkin sesudah penghalangnya dihancurkan, kafenya rame kembali.


"Halo Mas Sanggabuana, Mas Dirga, apa kabarnya?" Bustomi memeluk mereka.


"Baik pak Bustomi. Kami mau makan, lapar! Abis ini mau tugas lagi di Polda!" Ucap Dirga.


"Malu-maluin! Bayar!" Sangga sewot karena Dirga seenaknya minta makan ke Bustomi.


"Hahahaha, tenang, buat kalian, kapanpun dan apapun yang kalian mau makan, Gratiis!!"


"Tuh kan, Sang!" Dirga memeletkan lidahnya.


"Iya, tapi jangan vulgar gitu juga kalee! Hahaha, dasar!" Sangga menonjok pelan lengan atas Dirga.


"Hehehehe, kan basa-basi dulu!"


"Basi!" timpal Sangga.


"Ayo, mau diatas atau di bawah?" tanya Bustomi.


"Hm, dimana saja, yang bisa buat cuci mata! Hahaha!" Dirga tertawa.


"Hm, diatas aja, yuk!" Bustomi mengajak mereka berdua ke atas.


Mereka terkejut karena melihat Dito sedang bersama dengan seorang wanita seksi dan sangat cantik. Sangga naik pitam dan mendekat ke meja Dito. Dito tak melihat karena dia membelakangi Sangga dan Dirga. Tapi Sangga hapal banget dengan bentuk tubuh Dito.


"Selamat Siang!" Dito melihat Sangga langsung kaget setengah mati.


"Si-siang...!" Dito menundukkan kepalanya.


"Maaf mbak, saya mau nanya, mbak kenal laki-laki ini? Siapanya mbak?" tanya Sangga sambil bersimpuh memandang sang gadis yang tersenyum manis kepada Sangga yang tampan.


"Mas Dito ini?" Dia menunjuk ke Dito.


"Iya, kamu siapanya Dito?" tanya Sangga. Dirga dan Bustomi menyusul Sangga dan mendekat dengan posisi masih berdiri.


"Dia itu calon suami saya, mas. Saya sudah 3 tahun pacaran sama dia! Memang kenapa?" tanyanya balik.


"Eh,kasih penjelasan!" Sangga melotot ke arah Dito yang masih belum mau  membuka suaranya, dia duduk kaku menundukkan kepalanya.


"Hm, dia itu lima hari lagi akan menikah dengan anak teman saya, namanya Dira dan teman satu kampusnya!" Jawab Sangga dengan lancar.


"Apa?Mas Dito! Tolong jelaskan! Benar tidak yang dikatakan mas ini??" Gadis itu mulai marah dan menegakkan tubuhnya.


"Hm, iy-ya sayang, tapi bisa aku jelaskan!" Sahut Dito yang berusaha menenangkan pacarnya.


"Lepas, aku tidak sudi sama kamu lagi!! Pembohong! Penipu!!!" Gadis itu mulai mengeluarkan air matanya.


......


......

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2