Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 114 : Ryan Yang Akan Mengamuk


__ADS_3

Kelima orang ini mulai mempersiapkan senjata mereka yang terlihat lebih modern daripada senjata Ryan, Ryan menatap senjatanya dan berwajah seolah-olah dia sedang meratapi sialnya dirinya. Akan tetapi orang-orang di sekitarnya sama sekali tidak berpikir apapun selain Ryan bisa bertahan selama seminggu lebih, berada di sini dengan perlengkapan keluaran lama seperti itu.


Melupakan soal senjatanya Ryan menatap Shinta, adiknya, dan anak yang baru saja ditemukan olehnya. Ada kemungkinan kalau ia bisa berubah jadi zombie kapan saja, meninggalkannya bersama orang-orang ini mungkin baik-baik saja. Namun, mau bagaimanapun juga ia tak mau sampai Shinta dibunuh oleh mereka dan anak ini juga.


"Kita akan mengambil dokumen rahasia, bukan ?" Tanya Ryan pada ketua tim ini. Dia mengangguk sambil berkeringat, Ryan melihat kendaraan mereka dan satu helikopter bisa digunakan kalau ada keadaan darurat semacam zombi raksasa yang mengejar. Atau apapun itu.


Ryan menerima pedang yang dipinjamkan Zaky padanya, pedang hitam dengan tulisan yang aneh dan saat Ryan membacanya seketika keluar api hitam dari ujung pedang. Membungkus bilah pedang.


"Woahhh.. apa anda bisa sihir ?!"


"Hah ? Mana mungkin!" Sangkal Ryan. Membaca kalimat ini lagi api itu menghilang, menghembuskan napasnya dengan lega Ryan bersyukur pernah satu kelompok dengan Zaky. Melihatnya mengaktifkan pedang serta mematikannya sungguh aneh, jika berada ditangan pemiliknya satu kata bisa menghidupkan apinya.


"Namun,.. mungkin dia membaca semua kalimat ini bersamaan ? Bagaimana caranya ?" Tanya Ryan dalam hati. Meminta mereka untuk tetap berjaga dan tidak membunuh Shinta, apalagi meninggalkannya Ryan hanya membawa dua orang saja bersamanya.


Mereka masuk ke dalam satu rumah lalu seperti mencari sesuatu di ruangan ini, Ryan hanya tahu kalau mereka tahu tempat atau lokasi dimana dokumen itu di simpan. Mendengar kalau Herry atau profesor yang selama ini menjadi musuh mereka, seseorang yang sebelumnya jadi guru saat Ryan SD membuatnya kaget.


Dulu sekali ia masih ingat saat kecil guru itu baik pada semua orang, merasa kalau ada yang aneh dan ingin tidak percaya tapi tetap saja Ryan tidak memahami perbuatannya.


"Nah! Kami dapat!" Ucap mereka bersamaan. Ryan yang sedari tadi melamun langsung sadar kemudian mendatangi tempat mereka berdua, dan tidak lama kemudian ada sesuatu yang aneh dengan beberapa lembar kertas yang dilihatnya. Ryan langsung teringat sesuatu hal yang aneh.


Kepalanya terasa panas dan tidak lama mereka mendengar segerombolan zombi akan datang, ketiganya keluar dari rumah melihat kalau memang benar adanya. Ryan menyuruh mereka untuk pergi tapi keduanya sama sekali tidak beranjak dari tempatnya.


Ryan merasa kalau ia harus membunuh mereka semua sekaligus, karena kepalanya seperti mau meledak dan pusing menyertai.


"Lindungi diri sendiri!" Teriak Ryan. Tak lama kemudian handphone di sakunya terjatuh, di layar handphone ini seperti menghitung sesuatu.

__ADS_1


***


Dalam gedung Belati Putih mereka yang berada di ruangan pengawas bertugas untuk mengawasi seluruh gerak gerik yang ada di sekitar gedung, dan melihat lonjakan kekuatan Elentry dari setiap pengguna. Tiba-tiba terdengar suara sirene memperingatkan sesuatu, semua orang melihat dilayar komputer mereka level frame Ryan meningkat drastis.


Melebihi 65% atau batas untuk memperkirakan apakah pengguna akan hilang kendali dan mengamuk, akan tetapi sama sekali belum pernah ada kejadian tak terduga seperti ini.


Salah satu orang yang ada di tim pengawas langsung keluar bergegas menuju ruangan Zaky, setelah sampai ia mengetuk pintu dengan keras beberapa kali. Setelah diizinkan masuk dia masuk dengan tergesa-gesa.


"Ada apa ?"


"Ryan meningkatkan kekuatan Elentry miliknya!"


"Ya, aku tahu itu.. dan itulah kemampuan istimewanya."


"... Bisa kau ulangi.."


"Seratus dua puluh perse---!"


"Jaga gedung selagi aku pergi!" Ucapnya memotong. Ia membuka jendela lalu keluar dan terbang, orang yang melapor terdiam menatap Zaky yang sedang terbang menuju tempat Ryan berasa. Dilihat dari kagetnya dia setelah mendengar berapa kemungkinannya, langsung terburu-buru menuju Ryan untuk menghentikannya mengamuk.


Akan tetapi sepatunya mulai kehabisan daya dan kecepatannya menurun, melihat jarak yang dekat untuk mencapai tujuan Zaky melemparkan kail grappling hook dan menambah kecepatannya.


***


Ryan menginjakkan kakinya ke tanah hingga tanah bergetar hebat beberapa zombi terjatuh, ia mengambil senapan dan menembak ke sembarang arah sampai pelurunya habis. Tak lama kemudian Ryan menghabisi mereka dengan cepat dan mereka yang ada di belakangnya terkagum-kagum, sama sekali tidak berani menarik pelatuk ditakutkan akan menembakkannya.

__ADS_1


Mereka seperti melihat kilatan cahaya dan tubuh zombi yang terpotong-potong saja, dua menit kemudian tubuh semua zombi berhamburan di jalanan dan Ryan bertekuk lutut. Merasakan pusing yang terus menyerangnya.


"Apa anda tidak apa-apa ?" Tanyanya.


"Aku baik... Tenang saja.."


"Kita sebaiknya segera per--!"


Ucapannya terpotong-potong suara dentuman keras terdengar, seperti injakan kaki raksasa jelas membuat Ryan tahu kalau tidak ada waktu untuk duduk santai. Memegang erat pedangnya ia bersiap-siap untuk melompat, seluruh tubuhnya mengeluarkan listrik dan pedangnya juga sama.


Ryan melesat cepat ke zombi raksasa, pedang itu bercahaya dan menyambar ke kakinya sama sekali tidak mempan mungkin raksasa itu hanya merasa geli saja merasakan serangannya. Anak itu kesal kemudian tatapan matanya kosong, dan pedangnya mengeluarkan listrik besar sampai-sampai mobil-mobil disekitarnya meledak.


Senjata itu dilempar olehnya hingga tertancap pada lehernya, seketika pedangnya hancur dan petir hitam menyambar tubuhnya hingga zombi berteriak. Pemandangan yang menakutkan serta suara yang menggema, suara gemuruh petir dengan jeritan zombi bersamaan terdengar hingga gedung Belati Putih.


Zaky yang sedang dalam perjalanan mendengar suara campuran itu begitu tidak bisa tenang, apalagi semua orang yang memiliki kekuatan ini sama sekali tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dalam kasusnya kalau dia benar-benar mengamuk, maka dunia ini akan hancur dilahap lubang hitam bagian bukan buku saja mungkin matahari juga sama terhisap ke dalamnya.


"Entah apa yang akan terjadi.."


Menambah kecepatannya ia akhirnya sampai di depan gerbang melihat kalau Kein dan Jack sedang berusaha melewati gerbang, akan tetapi tengkorak terus menghalangi mereka. Melihat gak tersebut Zaky melemparkan bom kecil meledakan para tengkorak sampai tulang mereka berserakan dimana-mana.


Langsung masuk ke dalam kota ia melihat petir yang besar dan banyak zombi yang datang ke sana, karena dipancing suara tersebut. Kein mengambil Drone lalu meminta Zaky pergi duluan, Drone terbang dan Zaky berpegangan pada Drone ini.


Kekuatan terbang Drone ini bisa sampai menyanggupi pesawat, memang aneh tapi benar adanya. Zaky dibawa terbang ke atas melihat kalau pemandangan kota yang hancur ini mengingatkan sesuatu hal yang membuatnya sedih, mengangkat wajahnya ke atas ia melihat langit yang mendung dan hujan mulai turun.


Punya firasat yang buruk, ia melihat kalau petir itu sudah menghilang dan pastinya takkan ada yang bisa memasuki kota ini. Kecuali anggota Belati Putih atau ayahnya, melihat hal ini Zaky melepaskan Drone lalu menembak gedung dengan lubang hitamnya. Bola hitam kecil itu melahap satu gedung dengan cepat sekali.

__ADS_1


__ADS_2