Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 138 : Membuka Matanya kembali


__ADS_3

"Ryan!" Seru seseorang dari belakang. Rambut merah kehitam-hitaman ini sangat mencolok ditengah kala matahari terik menyinari bumi, lelaki ini membalikan badan mendapati seseorang yang sedang melambaikan tangan padanya. Hendak ingin melangkah ke hadapannya, suara nyaring terdengar samar-samar dan tak lama kemudian Ryan membuka kedua kelopak matanya.


Seorang gadis menggendong bayi di tangan. Rambut hijau limaunya tumpah ke bawah, sesosok perempuan yang dinikahinya dua tahun lalu tengah menangis sembari menatapnya. Mata Ryan masih memiliki tatapan kosong. Dia tidak punya tenaga untuk bangkit, begitu juga sudah kehabisan air mata untuk mengalir.


"Jantungmu baru saja diganti dengan yang baru, jangan terlalu banyak bergerak!" Ucap keduanya mendadak. Ryan agak kaget ia pun mengurungkan niatnya untuk duduk, dengan kerja sama ucapan mereka bisa bersamaan terlibat keluar, namun ia teringat seseorang yang ada dalam mimpi sebelumnya.


"Bagaimana dengan Kein ?" Ucap lelaki terbaring tak berdaya. Rani yang mendengar pertanyaannya terdiam membisu. Tanpa mendengar reaksi apapun, Ryan paham alasannya terdiam, hanya kenangan yang tersisa dalam pikirannya dan betapa buruknya saat mereka bertengkar ditengah-tengah saat menjalankan misi. Yang satu mengutamakan keberhasilan sementara satunya lagi memprioritaskan warga.


Ryan menggenggam selimut. Di rumah sakit saat semuanya dimulai, pertama kalinya ia tahu dirinya mengidap kutukan itu di tempat ini sebuah ingatan yang sangat buruk baginya. Telah dianggap sebagai ilusi semata, namun kenyataan terlalu susah untuk merasai tamparannya si realita.


"Aku tidak sadarkan diri berapa lama ?" Lelaki ini melirik gadis ini sampingnya.


"Setengah hari," balas Vina seraya menyeka air matanya. Mendengar perkataannya barusan Ryan menatap pedang yang ada di bawah ranjang, ia begitu melihat pedang langsung teringat dengan remaja yang selalu bertengkar serta memarahinya walau posisinya dalam tim lebih tinggi.


...

__ADS_1


Dua jam berlalu, bersikeras untuk bertemu dengan kedua dalang atau peyebab dari semua ini Rani mengizinkannya lalu mereka kini sedang masuk ke dalam ruangan pengurungan. Sebelum masuk ke dalam di depan ruangan, ada kedua sahabat sedang berpelukan diiringi tangis Fauzan mendekap pada temannya terlihat menyesali perbuatannya.


"Kondisi jiwa Fauzan kembali normal, Adly juga.. sekarang tubuhnya telah beregenerasi kembali walau tidak bisa terlalu banyak bergerak terlebih dahulu," kata Widya melirik Ryan. Seperti biasa dengan wajah dingin. Pintu terbuka, pintu masuk yang memiliki kemanan yang amat susah untuk dimasuki serta dijaga oleh puluhan SentryGun ini dijaga ketat oleh prajurit veteran Belati Putih.


Mereka berdua masuk. Zyred serta profesor sedang ditanyai oleh mereka berdua, kini Rani hanya duduk menunggu di kursi besi dan hanya mendengarkan Ezra yang sedang bicara dengan profesor walau pria tua itu tidak membalas pertanyaannya. Namun ketika kemunculan Ryan, pria itu berdiri dari tempat duduk melempar senyum padanya.


"Hei kau kemarilah.." ujarnya menatap wajah Ryan dengan senyum kecil.


"Niatku melakukan itu," cakap Ryan sembari datang ke samping Ezra. Tanpa tanggung-tanggung pria ini memberitahukan semuanya pada Ryan, mereka semua yang ada di ruangan tercengang melihat pria ini mengungkap semua kejahatannya selama bertahun-tahun bisa diungkapkannya semudah ini hanya dengan kedatangan Ryan.


Sedangkan peran kedua ialah, mereka mengupayakan pengobatan mereka yang masih bisa diselamatkan dengan menjadikan mereka sebagai zombi. Sama halnya Ryan yang terbebas dari penyakit itu. Tidak heran lagi, Ryan memegang erat kalung di lehernya yang bisa berubah warna saat ingatan aneh muncul di kepalanya.


"Jadi kau yang memberikan kalung ini padaku. Lantas, tujuanmu apa ?" Tatap Ryan agak mengeluarkan sedikit amarah. Profesor ini sengaja melakukannya, ia ingin Ryan sebagai anak dari seseorang yang memiliki darah langka terlibat dalam Belati Putih dan memilki kemampuan yang hebat untuk menjaga dunia. Tak memahami perkataannya Ryan meminta pengulangan.


Setiap darah dagingnya bisa memiliki darah yang bisa digunakan untuk mengubah zombi suhu kembali ke bentuk manusianya, tanpa satupun bagian tubuh yang diganti dengan tubuh robot. Dan perkataannya dibuktikan oleh zombi perempuan yang dibawa Ryan, kini zombi itu menjadi seorang gadis tanpa ingatan dan hanya ingat pada Ryan.

__ADS_1


Saat pertama kali di hidupkan kembali, dirinya ingat semua hal karena ada semacam kartu memori yang di dadanya dan benda itu ditanamkan pada saat pemeriksaan heartlosive pertama kali. Jikalau ayahnya disuruh untuk membuat banyak keturunan, remaja ini menepuk keningnya merasa bingung harus menyalahkan siapa.


"Bagaimana dengan ibuku ? Ah, kurasa itu tidak mungkin karena ia telah meninggal cukup lama.." lirihnya pelan.


Alasan pria ini melakukan itu semua. Untuk menghadapi sesuatu yang akan datang di masa depan, ia menginginkan manusia untuk terus belajar meningkatkan kekuatan mereka dan mempertahankan diri dari bahaya yang dimaksudkan olehnya.


Profesor ini menggelengkan kepala. Dia tersenyum mengejek terus berkata, "Kekuatan Elentry yang bisa membuat lubang hitam walau hanya tiruan, mengendalikan waktu, membuat api Dengan tangan kosong, dan lain sebagainya.. kalian pikir itu darimana ? Lalu pikirkan teori yang sudah ada dari jaman dulu yaitu dunia pararel."


"Kau mengatakan hal yang gila," kata Ezra sambil menunduk. Memikirkan hal yang sama dengan Ryan. Disisi lain Ryan tahu kalau itu bukan kebohongan, dalam ingatan yang diberikan kalung ini padanya dia tahu kalau semua itu bukan kebohongan semata. Akan tetapi membuat perang, membunuh banyak orang serta membuat kekacauan di dunia lelaki ini mengangkat wajahnya.


Dia keluar dari ruangan, semua pertanyaannya sudah terjawab dari mana semuanya berasal.. dalam ingatannya dari profesor itu ada portal yang muncul di dalam hutan. Sekumpulan hewan dari dunia fantasi bermunculan, namun entah mengapa setelah menginjakan kaki di bumi hampir dari mereka semua mati dan berubah menjadi kristal. Kristal itupun memberikan berbagai macam kekuatan.


"Jadi, yang ada di dalam tubuh kami bukan kepribadian ganda melainkan jiwa mahkluk yang kami pinjam kekuatannya." Ryan berkata sambil keluar dari gedung.


"Jadi mereka berdua hanya ingin manusia mempersiapkan diri untuk melawan, kalau dipikirkan lagi tanpa kekuatan mereka DyntalGear takkan pernah ada dan ... Kalau benar-benar ada mungkin kami akan hancur," lirih pelan Ryan sambil menunduk di depan pintu masuk. Setelah berpikir demikian ia keluar dari gedung ingin membebaskan diri dari segala hal yang ada dan melupakan semuanya sejenak.

__ADS_1


Saat berkata jujur akan tetapi terdengar bodoh takkan didengarkan serius. Jika dengan cara semacam ini, Ryan sedikit percaya dengan mereka serta heartlosive pun sulit untuk dipercaya apakah penyakit itu dilahirkan oleh manusia atau bukan.


__ADS_2