Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
86. Zaky


__ADS_3

Zaky mulai tidak terkendali dia melemparkan gelas itu dengan penuh amarah sama sekali dia tidak memahami apa maksud ayahnya itu, mengubah ibunya menjadi robot. Walaupun dia sudah gila harusnya tidak sampai melakukan itu, pikirnya.


Dia terdiam dan merenung, berbalik badan tangannya menyuruh orang yang melaporkan ini keluar dari ruangannya. Rumah yang ditinggalinya ini adalah milik ayahnya, banyak barang yang di tinggalkan olehnya di rumah ini.


Selalu dia pikir kalau ini hanya sebuah kebohongan belaka, sebuah mimpi semata, namun ini sebuah kenyataan yang sulit diterima olehnya. Saat itu dia masih dipenuhi amarah, dengan segala kasih sayang yang diberikan ibunya padanya dan harus meninggalkannya sendirian hanya bersama ayahnya.


Dia hanya sedih akan kehilangan ibunya dan mulai tumbuh dewasa, rasanya dia sudah tidak bisa menyalahkan kejadian itu pada ayahnya. Namun, dia tidak memahaminya. Ketika dia ingin memanggilnya "ayah!" Kembali tetapi, lelaki itu malah menjauhinya.


Membuat pertemanan diantara ketiga temannya hancur, hampir sedikit saja.. mereka akan saling membunuh.


"Aku hanya ingin kita bersama lagi, kalaupun dia menikah lagi! Aku tidak peduli, asalkan dia bisa hidup dan bersamaku.. tanpa ibu, walaupun itu menyakitkan tapi bagiamana lagi..! Kenapa dia melakukan itu, padahal dia masih waras!"


Lelaki itu sendirian menangis terisak-isak, memikirkan apa kesalahannya sampai ayahnya berbuat seperti itu. Perasaannya campur aduk, dia sangat tidak bisa berpikir jernih saat ini dan mulai duduk di lantai.


***


Lelaki itu yang barusan memberikan laporan pada Zaky terdiam depan pintu, dia mendengarkan teriakan sahabatnya. Sama sekali dia tidak terpikirkan kalau seberat dan sesakit itu kehilangan ayah. Baginya, ayah dan ibu belum pernah terbayangkan seperti apa mereka lalu mengurusnya bagaimana.


Selama ini dia hanya diurus oleh panti asuhan, sama sekali tidak ada kasih sayang seorang ayah ataupun ibu yang asli.


"Aku belum pernah punya orang tua, tapi aku yakin kalau kehilangan mereka pasti berat rasanya. Jadi, aku akan melakukan sebisaku sebagai seorang sahabat!" Ucapnya dalam hati. Dia berjalan sambil memikirkan apa yang bagus agar Zaky bisa tidak sedih lagi, agar kesedihan itu menghilang darinya dan pergi menjauh selamanya.


Ingin segera fokus dia meneguk segelas air putih dan mencoba untuk tenang, sembari merapihkan pecahan gelas yang dilemparkannya. Zaky tetap memikirkan tentang ini semua, sudah jelas kalau yang ada di foto itu adalah wajah ibunya.

__ADS_1


Tubuh ibunya telah diawetkan dan dijadikan robot yang bisa bicara terdengar seperti ibunya, dia pikir itu sangat keterlaluan. Dan untuk apa sampai melakukan hal sejauh itu.


Menghela napas dia mau melupakan itu sejenak dan memikirkan soal peperangan ini. Soal heartlosive juga, penyakit itu semakin bertambah seperti sebuah virus yang berkembang. Awalnya ini hanya penyakit turun temurun dari orang tua, tapi malah seperti sebuah virus pada umumnya.


Terpaksa sekarang Belati Putih menggandakan dan memperbanyak vaksin untuk orang-orang, awalnya ini dibuat agar para anggota Belati Putih tidak terkena penyakit itu saat melakukan pertarungan ataupun operasi. Tetapi, penyakit yang harusnya tidak menular ini tiba-tiba berevolusi dan bisa menular pada orang lain.


Sehingga setelah kota total telah mempunyai penyakit mengerikan ini, dan banyak yang kelihatan kesakitan. Semua obat penahan rasa sakit mulai habis dan kekacauan melanda.


"Aku perlu hubungi Fauzan dan bicara soal ini!" Ujarnya sambil keluar dari ruangan. Dia menghampiri kulkas dan membukanya, tidak lama kemudian dia menekan tombol pada kulkas dan mulai mengeluarkan alat melingkari tubuhnya. Bercahaya biru dan menghilangkan tubuhnya.


Dia berpindah dalam sekejap ke markas Belati Putih yang sedang kerepotan, tetapi hal ini sungguh tidak mungkin dan sangat tidak terduga.


Adly melemparkan bom asap, dia mengevakuasi banyak orang sekaligus masuk ke dalam gedung dan dia kelihatan kehilangan telinga kanan serta matanya sudah tidak ada.


Zaky menghampirinya, "Adly, apa kau tidak apa-apa ?!"


"Kamu membedakan antara manusia dan zombi dengan darah ? Memang bisa diandalkan."


"Bukan waktunya untuk itu, kita perlu rencana dan ternyata penguasa negara ini adalah musuh kita!" Adly berkata sambil setengah membentak. Tidak lama semua orang juga ikut bicara dengan marah, mereka mengatakan kalau orang itu bicara di tengah kota tentang buruknya Belati Putih yang menggagalkan rencananya.


Mendengarkan rencana yang bodoh dan sangat gila itu orang-orang mulai berteriak tidak setuju, dia terang-terangan menyatakan perang pada negara tetangga. Tetapi, setelah semua orang yang marah demo di depannya ada sebuah tank di belakangnya.


"Tank ?"

__ADS_1


"Ya, tapi tank itu menembakan gas yang sangat banyak dan mereka yang ada di sana menghirup gas tersebut."


"Lalu ?"


"Semuanya mulai memiliki penyakit mengerikan itu!" Salah satu orang mengatakan itu. Zaky terdiam, kacamatanya terjatuh ke lantai dengan mata yang terbuka lebar. Karena mereka semua menunda rencana, jadinya seperti ini andaikan mereka tidak menunda rencana mungkin saja hal ini takkan terjadi.


Zaky menunduk depan mereka semua. Dengan penuh rasa bersalah dia berkata, "maafkan kami! Sebenarnya, kami sudah mengetahui semua rencana busuknya itu tetapi kami bertindak pelan-pelan dan malah terjadi kejadian ini! Kalau kami bertindak cepat dan langsung mengambil resiko kalaupun dia itu orang paling tinggi... Kalian takkan..!"


Semuanya terdiam, Fauzan yang datang dengan wajah lebih keringat dia terlihat punya luka di pipinya dan sniper di tangannya mengeluarkan asap karena terlalu banyak digunakan dan kepanasan. Melihat sahabatnya menundukkan kepala meminta maaf pada orang-orang yang harusnya dia lindungi, dia tersenyum dan tertawa kecil.


Mengetahui kalau sifatnya memang seperti ini, terkadang pekerjaan yang harusnya tanggung jawab bersama di kelola olehnya sendirian. Menghembuskan napas, dia mendatangi Zaky dan menarik kerah bajunya membuat kepalanya terangkat.


"Jangan meminta maaf,.. lagipula aku takkan membiarkan siapapun merasakan tidak adil. Kamu manusia pasti bisa melakukan kesalahan dan kami semua yang salah bukan kamu saja, ini juga kesalahanku karena tidak menyadari kalau dia mengirim robot yang bisa merekam pembicaraan kita."


"Apa maksudmu ?"


"Robot gagak,.. setelah kita telusuri seluruh kota banyak burung gagak yang ternyata robot yang bisa merekam pembicaraan."


"Jadi, selama ini.!"


"Bukan selama ini, kita dari awal sebelum masuk ke dalam Belati Putih juga sudah diawasi!"


"Dari dulu.. kita menari di telapak tangannya ?!" Ucapnya dalam hati. Sedikit tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka, Adly ingin menguatkan regenerasinya. Tetapi, kalau terjadi sesuatu dia akan kelelahan dan harus beristirahat.

__ADS_1


Menghembuskan napas, dia akan menunggu waktu agar mata dan telinganya kembali seperti semula. Walaupun seperti itu, Widya dari jauh menatapnya dengan gelisah dan cemas pada suaminya. Sedang menggendong bayinya di tangannya sembari menyusuinya, rasanya dia ingin segera bersama dengan Adly lagi.


Melihat ke wajah anaknya, ada sesuatu yang aneh dan pertumbuhannya dua kali lebih cepat dari bayi lain.. sekarang, harusnya baru mencapai umur 3 bulan tetapi layaknya bayi umur 6 bulan. Dia sudah bisa merangkak.


__ADS_2