Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
39. Adly


__ADS_3

Sesudahnya akhirnya Dragrise mengaktifkan kembali sistemnya yang mati, karena itulah Adly bisa menggunakan tekniknya. Bagaikan ilmu sihir dia menyemburkan api dari tangannya, api merah hitam itu membakar mahkluk yang berada di dalam jurang. Dia sangat kelelahan karena sudah bertarung sekuat tenaga, tanpa basa basi kau melakukan teleport ke atas tempatnya tidak diketahui dan membuat AI error untuk digunakan.


Adly menghela napas dan menggaruk kepala, "ya tidak ada pilihan lain selain... Memanggil seseorang saja. Kuharap sinyalnya tidak terlalu buruk."


"Ah, kamu coba saja dulu."


"Baiklah aku coba," jawab Adly sambil memanggil seseorang. Kemudian layar muncul memperlihatkan Fauzan yang sedang melahap makanan, dia bertanya pada Adly sedang di mana dan apa yang dilakukan olehnya. Adly tersenyum jahat menatapnya.


Fauzan menghentikan makannya sadar kalau Adly marah padanya akan sesuatu tapi, dia tidak tahu apa itu dan mulai bertanya lagi dengan senyum masam. Tanpa mengatakan apapun dia memperlihatkan keadaannya yang ada di bawah jurang, saat Widya melihat posisi Adly dari layar ponsel Fauzan membuatnya kaget dan menyemburkan air yang sedang diminum.


Widya memukul meja, "tuh kan! Bener.. apa kata aku juga!"


"Uwaa.. pengantin baru memang hebat, mereka bisa punya firasat satu sama lain."


"Menakutkan juga ya."


"Rani, Zaky! Kirim pasukan atau apapun itu sekarang!"


"Twunggu, biwarkan aku makan dulu," jawab Rani sambil mengunyah makannya. Mendengar hal itu Adly juga kelaparan dan mendekatkan jam tangannya ke dekat perutnya, tidak lama semua orang yang berada di meja yang sama mendengar suara itu terdengar seperti teriakan.


"Kalian ini ya... Aku kelaparan sejak dari kemarin dan Rani, kau memberikanku misi terus-menerus! Aku tidak ada waktu buat makan juga, terlebih lagi pil itu sedikit dan hanya bisa bertahan beberapa jam saja!"


"Ya mau bagaimana lagi, hanya kamu yang paling bisa diandalkan."


"Siapa kek! Zaky dan yang lainnya ada bukan ?! Kenapa harus aku Mulu ? Ah, aku mau berhenti saja."


"Hah ?!"

__ADS_1


"Widya, aku mau pulang saja ke kampung halaman nanti aku kembali lagi lima tahun lagi."


"T-tunggu, apa aku gak diajak ?"


"Mungkin pulang nanti aku bawa adik buat Alia. Dah ya!" Kata Adly setelahnya menutup panggilannya. Tanpa panjang pikir Widya hanya berkedip-kedip saja, dia mencoba mencerna apa yang dimaksud oleh suaminya. Tidak lama... Dia berdiri dari tempat duduknya dan mencubit pipi Rani.


Menghembuskan napas dia langsung melesat menggunakan kecepatan penuh. Alia terdiam memperhatikan ikannya saja, dia memperhatikannya kalau mungkin matanya perlu dicabut. Walau banyak orang yang tidak memperbolehkannya, bahkan itu tidak termasuk penyiksaan menurutnya. Padahal sangat buruk, Adly memang ayah paling buruk.


Fauzan menyeruput tehnya, "yah.. Adly hanya menggertak saja, dia takkan selingkuh.. dia mau agar Widya datang cepat karena dia sedang lapar dan kalian tahu bukan kalau Widya punya jet pendorong pada sepatunya ?"


"Ya aku paham tapi entah kenapa kek maksa gitu."


"Memang agar Widya cepat-cepat.. hanya saja apa itu tidak keterlaluan ?"


"Kita tunggu beberapa detik lagi aku yakin mereka datang," kata Fauzan dengan sembari mengetuk meja. Semua orang tersenyum menanggapi perkiraannya, tapi dalam tiga detik kemudian ada Widya bersama Adly bersamanya. Lelaki itu sama sekali seperti tidak bisa berjalan, gadis itu membantunya untuk berjalan.


Semua orang menatap Fauzan, orang yang ditatap susah biasa dan dia berdiri dari bangkunya mendatangi Adly memberikannya sebuah botol.


"Aku mau makan..."


"Ah, ya maaf!" Ucapnya. Mereka duduk di tempat masing-masing, Adly dari tadi kelihatan lemas dan seluruh pakaian yang dipakai kotor sekali. Ada banyak kristal yang terlihat, banyak sekali hal yang membuat mereka semua bertanya-tanya apa yang terjadi dan mengapa ini orang bisa jatuh ke jurang.


Adly menatap Alia dan mengelus rambutnya menyuruhnya untuk pergi membeli minuman kaleng kesukaan ibunya, dia mengangguk dan pergi Untuk membeli minuman. Saat anak itu pergi dia menjelaskan semuanya pada mereka semua, semua orang terdiam karena masih tidak menyangka kalau zombi level itu masih ada.


Rani bertanya, "lalu kenapa kamu tidak menggunakan grappling hook untuk naik memanjat ?"


"Ada yang ingat ketika alat itu digunakan untuk memancing ikan ?"

__ADS_1


"Ah, begitu ya ? Karena itulah kamu gak bisa naik dan kukira buat apa suruh Alia beli minuman kesukaanku."


"Ya, kamu tahu gak ? Kalau gak ada batang pohon tubuhku akan hancur seperti telur jatuh ?"


"Jangan mengatakan itu, aku gak ingin bayangkan itu terjadi sekalipun di mimpi," ujar Widya sambil menunduk. Lelaki itu menghela napas, dia mendatangi istrinya dan menyender padanya sambil memakan mie instan yang ada di mangkuk. Beberapa saat kemudian Alia datang membawa sebuah kaleng minuman, Adly mengambilnya dan membuatnya.


Dia meminumnya setegukan lalu memberikannya ke Widya.


Gadis itu memerah serta cemberut, "makasih.. tapi gak usah disini juga kali. Aku malu "


"Apa yang kalian bicarakan ?" Tanya Zaky. Adly menjawab dengan anggukan, dia melihat ke langit-langit dan memikirkan kalau ada yang aneh pada jurang itu. Ada banyak kristal tapi energinya memiliki kesamaan dengan Elentry karena Dragrise bisa keluar, dia tidak tahu mengapa tapi mungkin kristal itu adalah sumber tenaganya.


***


Besoknya semua orang yang ada di organisasi mulai panik karena apa yang ditemukan oleh Adly adalah sesuatu yang gawat. Ada ratusan monster ganas berada di tempat itu, orang-orang dulu juga mendapatkan kekuatan Elentry dari tempat itu. Walau mereka harus melawan monster-monster itu.


Saat ini karena sudah bertahun-tahun mereka yakin kalau monster yang awalnya hanya puluhan saja mungkin saat ini sudah ratusan bahkan ribuan, mereka tidak bisa membiarkan hal ini. Karena itulah masyarakat dihebohkan dengan pasukan Belati Putih yang sedang menuju tempat itu, ada yang panik ada juga yang keheranan.


Saat ini Adly berada di helikopter yang sedang menuju tempat itu, dua melihat dari atas banyak sekali mobil yang membawa pasukan dan senjata. Dilihat olehnya kalau ada banyak sekali robot penambang, dari kelihatannya juga dia tahu kalau mereka akan menambang kristal itu.


Kemudian pasukan Elentry akan bertambah, tidak lagi Fauzan dan yang lainnya. Mungkin akan ada banyak sekali, tapi yang ditakutkan oleh grup Pembantai hanyalah.. bisa saja karena mendapatkan kekuatan ini mereka akan berperang dengan negara tetangga. Itu yang mereka takutkan.


Fauzan menepuk pundak Adly yang terlihat melamun dari awal, "kamu kenapa ?"


"Dengan begini kekuatan militer kita akan bertambah, bukan ?"


"Tenang saja, Rani takkan sebodoh itu aku yakin."

__ADS_1


"Kuharap apa yang kamu katakan benar," jawan Adzli. Dia menghela napas sambil melihat ke bawah lagi karena tempatnya sudah dekat dia melompat dan menembakan grappling hook ke batang pohon, dia melompat ke sana dan turun ke tengah pasukan.


Rani sedang ada di dalam sebuah tenda dia sedang melihat peta yang terlihat seperti labirin, ada banyak sekali titik merah dan Drone yang sedang ada di jurang mencari tempat yang bagus untuk turun dan menyimpan barang mereka. Tapi, dari tadi dia hanya menemukan banyak sekali monster saja. Tidak ada tempat yang aman.


__ADS_2