
Disebuah ruangan yang begitu gelap ada seorang pria tua bersama Zyred yang terdiam di sampingnya memperhatikan apa yang sedang dibuat olehnya, dan beberapa saat kemudian lampu menyala. Menerangi seluruh ruangan sontak membuat Zyred agak kaget.
Dia menoleh pada tangan si pria tua dan ada seekor gurita kecil di atas telapak tangannya, menatapnya agak heran dia lihat kalau ini bukan gurita biasa. Sudah banyak dia melihat pria tua ini mengubah manusia menjadi zombi yang kuat, seperti berbentuk belalang sembah ataupun yang lainnya. Sekarang gurita membuatnya bingung mau apa sebenarnya orang ini.
Gurita dilemparkan pada sebuah wadah, seperti tabung dengan air hijau dan di tutup oleh pria tua sembari tersenyum saat menutupnya. Tidak lama gurita menggila dan membesar, tidak lama wadah itu hancur mengeluarkan gurita besar dengan tentakel yang begitu kelihatan mengganggu.
Zyred menatap mahkluk gurita ini, "untuk apa ini ?"
"Mari kita lihat bagaimana para penyelamat dunia bisa melawannya, ini bahkan lebih lemah dari mahkluk itu."
"Dari dulu, kau selalu mengatakan mahkluk itu terus.. apa maksudmu ?"
"Mereka adalah mahkluk yang sangat menakutkan melebihi mahkluk yang ada di hadapan kita saat ini, aku ingin agar manusia bisa bertahan hidup dengan mengandalkan kekuatan Elentry dengan baik."
"Mungkin pria ini gila, terapi aku lihat dia selalu yakin kalau bumi ini akan diserang oleh mahkluk asing.. itu aneh, yah.. kurasa.." Zyred berkata dalam hatinya. Menghela napas dia rasa kalau Zaky dan yang lainnya akan bisa mengatasinya, tetapi mendengar kalau Adly ketakutan pada belalang membuatnya heran. Apakah ini bisa bekerja.
Tidak memperdulikannya dia pergi keluar dari ruangan meninggalkan pria tua yang sudah gila, sembari berjalan di lorong dia menatap wajah istrinya yang sudah tiada. Hanya meninggalkan kenangan dan yang saat ini di depannya hanyalah sebuah robot, bukan sebuah mahkluk hidup.
Selalu dia inginkan sebuah keajaiban untuk dirinya tetapi belum pernah kunjung datang, malah dia membuang semua kepunyaan miliknya. Dari semua hal yang dilakukannya, dia malah tidak sadar kalau telah membuang semuanya yang dimiliknya dan anaknya telah menjauh darinya.
Tanpa disadari karena cinta dia telah membunuh sekian banyak nyawa manusia yang tidak salah apapun padanya, dan mengakibatkan banyak sekali orang menderita. Beberapa saat kemudian, dia tidak tahu lagi harus apa dan akan mendatangi tempat yang saat ini sedang ada pertarungan.
Pemimpin negara yang memilih menjadi zombi tuk menguasai seluruh dunia, saat ini pria itu hanya menjadikannya sebagai boneka untuk mengembangkan Belati Putih saja. Seperti pria itu bukan ingin kehilangan mereka, tetapi ingin agar Belati Putih bisa menjadi lebih kuat seperti keinginannya.
Zyred tersenyum, "yah.. mungkin aku akan menjadi gila setelah ini."
__ADS_1
"Itu tidak benar..."
"Lyna, sudahlah kita masuk saja! Ahaha!" Ucapnya sembari masuk ke kamar bersama istri robotnya. Mereka masuk berdua, sedangkan diluar dekat dengan markas yang saat ini sedang mereka gunakan terdapat pertarungan yang begitu berisik bahkan akan membuat anak ketakutan.
Sebuah perang antara mayat hidup dan manusia sedang berlangsung, tetapi memanglah prajurit khusus untuk mereka. Mereka semua membabat habis zombi yang ada di hadapan dengan pedang biasa, dan begitu cepat pergerakan mereka.
Zaky melihatnya dari atas gedung melihat kalau pasukan mereka bergelantungan memakai grappling hook, dan membunuh mereka semua dalam waktu singkat. Ada juga yang memakai senjata jarak jauh cari aman, dan sampai saat ini belum ada yang tewas kecuali yang cedera ringan saja. Seperti salah mendarat pada gedung dan kakinya terkilir.
Namun, para robot manusia banyak yang rusak dan ada juga yang gagal sistem...
"Kalau begini terus kami akan menang," ucap Zaky sambil tersenyum lega. Hanya saja dia lihat Fidya yang masih bersama Fauzan, dengan tenangnya anak itu memakan cemilan yang dibawa olehnya membuatnya bingung.
Fauzan mendeham, "ahem! Fidya, kenapa kamu bisa ada di kepala DyntalGear ?"
"Dinitalgir apa ?"
Sekali lagi Fauzan bertanya padanya karena sangat bingung dengan kelakukan anak ini dan dia bertanya pada dirinya sendiri, kemana ibunya sampai membiarkannya keluyuran seperti ini. Setelah ditelepon ternyata anak ini lahir tanpa sepengetahuan ibunya.
Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu Fauzan berdiri dari tempatnya dan mendatangi pintu masuk. Hendak di depan pintu dia lihat kalau Widya membantingnya sampai hancur, dia menatap Fidya dengan wajah memerah dan air mata mengalir.
Berlari pada anaknya, dia memeluknya dan mengelus kepalanya..
"Ibu..?"
"Kenapa sih ? Kamu harus cepat besar, padahal ibu haru menggendong kamu selama 2 bulan saja! Dan apaan itu ?! Kamu sudah bisa bicara!" Ucapnya sembari memeluknya erat. Dalam pertemuan antara ayah ibu itu terdengar kalau ada ledakan keras, sontak Fauzan kaget dan keluar dari tank baja.
__ADS_1
Dia lihat kalau musuh menggunakan granat, mereka tidak mengizinkan pasukan mereka memakai granat karena tidak cocok untuk mereka yang bertarung sana seperti Adly. Menghembuskan napas, dia mengambil senapan jarak jauhnya dan membidik zombi yang punya granat pada pinggangnya.
Dia menembak satu dan meledak, zombi disekitarnya juga ikut meledak. Menghela napas Fauzan meneruskannya terus-menerus, dan disaat yang sama dia lihat kalau ada Adly yang sedang dibawa oleh zombi raksasa bersama Ezra.
"Fidya!!" Teriak seseorang. Melihat kedalam tank dia lihat kalau dindingnya hancur, zombi belalang membawa Fidya keluar dari sana. Widya menarik pedang di sampingnya, tetapi zombi itu mengancam dengan menyodorkan tangannya pada leher anak itu.
Mengerti ancaman itu Widya memasukan pedangnya pada sarungnya, dan saat yang sama Adly terbangun dari pingsannya. Dia melihat kalau semuanya sedang bertarung, begitu juga dengan Ezra yang ada di tangannya zombi raksasa.
Tetapi dia melihat ke arah belalang zombi, "Fidya ? Apa yang sedang.. dia lakukan ?!"
"Grrr...!"
"Diam kau!" Bentaknya. Dia melepaskan diri dari cengkraman tangan zombi, dia melompat ke Ezra dan menariknya keluar dari tangannya itu. Zombi raksasa dia menyadari kalau peralatannya masih ada, menembakan kail pada salah satu gedung dengan grappling hook miliknya.
Tapi zombi hendak mengejarnya, ada salah satu DyntalGear yang menghadangnya..
Dia melesatkan diri pada gedung dan mendapati Zaky yang sedang memperhatikan sekitar, menyadari kalau Adly sedang melemparkan Ezra padanya. Dia menangkapnya dari lemparan Adly.
Melihat orang itu langsung pergi tanpa pamit, Zaky paham kalau dia sedang cemas pada anaknya. Dia belum tahu kalau Fidya sedang ditahan oleh musuh.
"Ahaha! Menyerahlah sekarang! Atau anak ini akan mati! Kata zombi sembari memegang Fidya erat. Anak itu hanya terdiam, ekspresinya begitu datar sedangkan ibunya terlihat begitu cemas dan bersiap-siap kalau dia perlu langsung menghunuskan pedangnya.
Adly datang dan Fidya melihat ayahnya, "ayah!"
"Fidya! Tenanglah, ayah pasti akan menolongmu..!"
__ADS_1
"Ahaha! Mana mung---!"
"Minggir aku mau ke ayah!" Ucap Fidya sembari melepaskan diri dan cemberut. Dia mencengkram pergelangan tangan zombi dan menghancurkannya seperti menghancurkan kacang, dia melakukan tendangan berputar pada kepalanya. Sontak semuanya kaget...