
Ryan jatug ke tanah setelah dihempaskan membuat kesadarannya memudar seiring berjalannya waktu, tapi sama sekali ia tidak mengamuk seperti pengguna Elentry lainnya. Hanya pingsan biasa tidak lebih dari itu. Akan tetapi, orang-orang yang bersamanya saat ini kebingungan dan tidak tahu harus apa ketika melihat pasukan yang datang.
Pertempuran sudah terjadi dan prajurit membuat barisan, memahami apa yang terjadi mereka semua berlari menuju tempat para prajurit. Namun, Shinta yang ditarik Ryan sama sekali tidak ingin beranjak pergi dari tempatnya. Ryan yang masih pingsan tapi memegang erat tangan gadis ini.
Tidak lama kemudian Leila melihat Shinta mulai melihat dengan kedua matanya, serentak semua kaget melihat zombi ini mulai berubah menjadi manusia kembali. Perlahan-lahan tubuhnya mulai membentuk lagi, tubuh busuknya seperti meregenerasi dan jadilah seorang gadis cantik di hadapan mereka. Dengan iris mata abu.
"Utamakan keselamatan kelompok Ryan! Apa kalian paham ?!" Teriak Fauzan di tengah-tengah prajurit yang berkumpul. Semuanya mendatangi tempat mereka, dan mengelilingi tim Ryan melindungi mereka dari berbagai zombi yang datang. Hampir semua zombi yang bisa menerobos adalah zombi tikus, dengan tubuh kecilnya bisa melewati mereka dengan cepat atau paling tidak mereka muncul dari tanah.
Suara helikopter terdengar jelas dari kejauhan, tampak kalau Fauzan sudah mengisi senapannya dengan peluru yang akan digunakannya.
Ia memanggil Sarah untuk turun dan melindunginya agar bisa menembak dengan tenang, mendengarkan penjelasan singkat dari kekasihnya gadis itu tidak kaget dengan kata-katanya. Kalimat yang berat tapi dengan ringannya ia mengatakannya, seolah-olah dirinya akan selamat setelah menggunakan peluru yang amat teramat sangat besar kerusakannya.
Sarah turun dari helikopter dan berdiri di depan lelaki yang dianggapnya sebagai segalanya...
"Apa kamu yakin mau menggunakan itu ?"
"Ya aku yakin."
"Tapi,..! Peluru itu sama saja dengan ledakan nuklir dan untuk menekan kekuatannya tidak mudah!" Sarah memegang kedua bahunya. Melihat pertama kalinya gadis ini menatapnya serius Fauzan tertawa kecil lalu pedang di punggungnya bercahaya, bilah pedang yang terbuat dari batu Elentry berubah bentuk menjadi peluru. Ada 10 peluru yang melayang di samping Fauzan.
__ADS_1
Semua orang di sekitar menatap peluru tersebut dengan tatapan tidak percaya, melihat peluru yang bisa menghancurkan satu kota sekali tembakkan dan jikalau digunakan secara maksimal bisa menghancurkan dua negara. Tidak ada efek khusus selain meledakan semua yang berada di jangkauannya, dan itu telah disaksikan oleh Zyred sendiri.
Kini dari jauh ia melihat Fauzan ingin menggunakan peluru itu kembali setelah menghancurkan satu kota dan membunuh ratusan nyawa, wajahnya sekarang tidak ada rasa bersalah. Ekspresinya saat masih bocah dan sekarang sangat berbeda.
"Kau sudah tumbuh besar.. Fauzan."
"Biarkan mereka menghancurkan kota ini, tapi jangan biarkan mereka mendapatkan dokumen itu.. itu lebih berharga daripada kartu memori."
"Ya aku juga tahu itu," balasnya. Herry masuk ke dalam kubus lalu kubus tersebut mengecil dan menghilang seketika, cara Teleport yang berbeda-beda serta senjata yang aneh apalagi robot buatannya sendiri malah digunakan untuk melawannya. Walaupun profesor itu tahu dimana kelemahan dari DyntalGear sekalipun, ia malah mencoba meningkatkan kemampuan pilotnya.
Membuat hampir semua manusia menjadi mayat hidup dan digunakan untuk melatih para prajurit Belati Putih, bahkan mereka yang saat ini sedang bertarung juga belum ada yang terbunuh sekalipun. Terkecuali tentara pemerintah. Bagi Zyred pribadi hal ini wajar saja, memang rasanya seperti candaan yang bagus tapi ia tahu kalau Herry sama sekali tidak bercanda dengan perkataannya.
Melihat kilatan cahaya dari senapan Fauzan, Zyred membuat penghalang berlapis-lapis untuk berlindung dari serangannya. Tapi, bukan hanya beberapa namun ia memasang ratusan penghalang karena tembakannya itu akan menjadi ledakan yang sangat besar dan bisa menghancurkan apapun. Tanpa terkecuali.
Dan mereka yang ada di tempat menyaksikan kota meledak, bangunan hancur lebur, dan tidak ada yang tersisa selain tanah. Rata dengan tanah.
"Fauzan! Apa kau tidak apa-apa ?!" Sarah berteriak sembari menggoyangkan tubuh Fauzan mencoba menyadarkannya. Saat pandangannya teralihkan oleh momen kota hancur, ternyata diam-diam kekasihnya tidak sadarkan diri setelah menembakkan peluru. Regu medis datang memberikan pertolongan, sehebat apapun seseorang pasti takkan tahan bila menembakkan peluru Elentry.
Batu Elentry, ditemukan puluhan tahun lalu dan telah diteliti oleh banyak orang akan tetapi tidak ada yang bisa mengetahui batu apa ini. Menggantikan bensin, jadi senjata tempur, dan banyak lagi kegunaannya walaupun begitu semua hal yang bisa dilakukan batu ini tidak masuk akal. Seperti mengendalikan waktu contohnya.
__ADS_1
Memang benar bahwa batu itu bisa memberikan kemampuan khusus pada orang tertentu, tapi ternyata punya efek samping. Saat menggunakan peluru sebelumnya pengguna akan mengalami halusinasi sebentar, lalu ia akan tertidur sementara dan merasakan sakit pada sekujur tubuhnya hingga merasa ingin mengakhiri hidupnya sendiri.
"Aku dipanggil untuk melindungi selagi kamu tidak sadarkan diri.. mengapa kamu memaksakan diri ?" Tanya Sarah dalam hati. Saat memikirkan hal tersebut ia berbalik badan dengan cepat dan menembak, Zyred yang datang menangkap semua peluru yang ditembakkan padanya.
Sarah berdecak kesal lalu berteriak, "semuanya! Tembak dia bersamaan!"
Mendengar teriakannya semua menembak ke satu arah walaupun bisa saja peluru nyasar ke teman, itu takkan terjadi karena Sarah menggunakan kemampuannya untuk mengendalikan peluru. Semua peluru yang meleset akan bergerak kembali ke musuhnya, seperti halnya Adly dan yang lainnya mengendalikan pisaunya.
Zyred yang dikenal sebagai pengguna Elentry yang pertama juga tak bisa dianggap remeh, ia menangkap semua peluru yang ditembakkan padanya dengan tangan kosong. Semua orang mulai kesal lalu menghentikan tembakan mereka, dengan cepat melesat bersamaan dengan pedang di tangan.
Merasakan bahaya ia melompat ke atas dan semua orang memburu dirinya, tidak ada orang bodoh yang menebas musuhnya. Itu yang dapat ajarkan Zyred pada anak buahnya. Dan sekarang ia melihat walau mereka menyerang bersamaan, tapi tidak ada serangan yang meleset pada rekannya sendiri.
Zyred tersenyum dan berteriak, "Aku sangat bangga pada kalian! Sebagai mantan ketua!"
"Jangan anggap kami mainan!"
"Membuat kami menjadi orang yang menjaga kedamaian! Tapi, kau dalang dari semua ini!"
"Kau pikir apa nyawa manusia itu !? Hah ?!"
__ADS_1
"Jangan meremehkan kami!" Teriak semua orang yang menyerangnya bersamaan. Campur aduk antara serangan petir, api, dan sebagainya membuatnya paham kalau lawannya saat ini sangat serius. Biasanya ia melihat rawa serta candaan ketika mereka membunuh dan mengotori tangan mereka dengan darah, walaupun seperti itu mereka tetap tertawa dan tersenyum.
Akan tetapi, hari ini yang dilihatnya adalah prajurit yang penuh ***** membunuh dengan ekspresi dan raut wajah yang marah pada satu tujuan. Yaitu dirinya.