Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 130 : Kecupan Dari Seorang Gadis


__ADS_3

Masalah baru telah tercipta kembali, di kota yang harusnya sudah tenang lagi-lagi pasukan zombi yang entah dari mana datang. Jika dibiarkan kota ini tentu akan menjadi kota mati dan warganya menjadi mangsa para zombi, Zaky yang berada di kota saat ini tidak bisa bergerak sama sekali.


Tubuhnya penuh luka, akibat dari penggunaan lubang hitam yang terlalu berlebihan efeknya bisa menghisap tubuh pengguna dan bahkan bisa menelan apapun di sekitarnya sekalipun itu cahaya. Memang kekuatan yang begitu kuat, akan tetapi itu pasti takkan murah untuk bayarannya.


Regu Penyerang semuanya mulai letih, begitu juga regu pengintai yang tidak terlalu bagus untuk pertarungan jarak dekat. Mereka mengalami kekalahan telak, semua warga kota mulai cemas dan panik melihat apa yang terjadi pada penjaga mereka. Sedangkan, Ryan melihat dari kejauhan nampak wajahnya terlihat kesal.


"Ada apa kak ?" Tanya adiknya dari belakang. Ryan menoleh ke belakang, mendapati adik perempuannya sedang membawa senjata api dan memberikannya pada kakaknya. Kakak menerima senjata dengan tangan kirinya, ia memasukannya ke dalam Storage kemudian melompat dari balkon turun ke bawah.


Kawat meluncur dari grappling hook mencapai satu pohon, ia melompati pagar dan terbang menuju segerombolan zombi. Anak kecil melihat Ryan yang tengah datang, dia terlihat kebingungan dan menunjuknya dengan jari telunjuk. Ibunya ikut melihat kemana jari tangan anaknya mengarah kemana.


Ryan mendarat ke tanah, dia melihat pembatas sudah hancur dan mulai dimasuki zombi ukuran sedang. Cukup untuk meratakan kota ini dengan jumlah mereka kalau Belati Putih tidak ada, harusnya Ryan menembaki mereka atau pun menghujani mereka semua dengan bom. Tapi, melihat semua orang yang belum dievakuasi membuatnya heran kemana para polisi dan regu Pengintai berada.


Saat hendak ingin maju, ia melihat sebuah misil datang dari langit dan meledak di depan pembatas meledakan semua zombi di sekitar ledakan. Dia menoleh ke atas, pesawat tempur datang memberikan bantuan padanya.


"Ryan, mundur.. kami akan memulai pengeboman di area ini."


"Tapi.. kotanya.."

__ADS_1


"Tidak ada gunanya kalau kita semua mati!" Ucap pilotnya. Panggilan di tutup, Earbuds di daun telinganya berhenti menerima panggilan dan ia mundur ke belakang setelah melihat DyntalGear maju membawa kotak terpasang di punggungnya seperti tas besar. Digunakan untuk mengevakuasi warga ataupun korban, robot itu berhenti di hadapan para penduduk dan menurunkan kotak di punggungnya.


Kotak itu terbuka dan mereka semua masuk ke dalamnya, begitu masuk terlihat asap keluar dari kotak itu. Semua orang yang ada di dalamnya langsung tertidur pulas, Ryan melihat dari kejauhan kotak itu dilengkapi dengan obat tidur dan kaca pelindung yang sangat amat kuat bahkan melebihi dinding pelindung gedung Belati Putih sebelumnya.


Zombi menghancurkan penghalang dan semua unit bersiap siaga, semuanya mengangkat senjata mereka mendekat melawan lawan mereka. Tubuh mereka sekarang dibedakan dengan bentuk, ukuran, dan warna mereka.


ArctalGear memiliki warna putih tanpa pelindung atau zirah apapun, ia memiliki senapan serta senjata jarak jauh lainnya yang sangat lengkap, dan dikhususkan untuk melawan musuh dari jarak jauh karena tubuhnya begitu rapuh. Karena batu Elentry tidak cocok digunakan dalam robot tersebut untuk digunakan sebagai energi, mereka menggantinya dengan tenaga matahari.


Sedangkan untuk KnightGear, mereka tidak terlalu berubah dari bentuknya hanya soal warna hitam mereka saja yang berubah dan zirah yang lebih kuat dari sebelumnya. Dari zirah kura-kura, zirah besi, sampai zirah lainnya juga. Senjata utama mereka adalah pedang, tapi membawa satu senapan dan sebuah pistol untuk berjaga-jaga jika pedang mereka hancur ditengah-tengah pertempuran.


DyntalGear, sebuah robot yang di cat memakai warna abu dan dirinya sempurna karena dia bisa menggunakan dua tipe serangan sekaligus dan untuk menggunakannya cukup sulit. Tidak seperti KnightGear yang bersikap seperti kesatria pedang dan ArctalGear yang bergerak seperti penembak jitu pada umumnya. DyntalGear bisa bergerak lebih leluasa untuk melakukan gerakan macam apapun, seperti tubuh manusia.


"Ryan ?.. "


"Ya ini aku,.. kenapa kau menatapku heran begitu ?" Tanya Ryan bingung. Rani terus memandanginya dengan tajam, matanya memandang dengan tajam tapi perasaan lembut juga menyertainya. Keduanya tidak bicara satu sama lain. Hanya saja Rani terlihat memalingkan wajahnya, begitu pun dengan Ryan yang pergi tanpa mengatakan apapun.


Dengan perasaan kesal Rani pergi ke segerombolan zombi, begitu juga dengan Ryan yang sama halnya melakukan hal yang sama namun berbeda arah. Satu zombi level sedang berdiri, zombi jangkung memiliki empat lengan dengan wajah yang buruk lupa ia mendekat ke arah gadis berambut ungu diikat. Rani mengambil kapaknya. Saat dua tangan panjangnya ingin memukulnya, gadis itu melemparkan bom asap dan berpindah ke belakang zombi.

__ADS_1


Zombi kaget sontak hendak menoleh ke belakangnya, akan tetapi kapak berkata lain dan tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.


"Kenapa kalian bengong ?! Cepat urusi zombi lainnya!" Teriak Rani dengan marah pada rekan-rekannya yang melihatnya kagum. Mereka setelah mendengar teriakan singa betina segera mengincar zombi lainnya, sedangkan gadis itu terdiam depan zombi tangan empat sambil mengigit bibirnya kesal.


Dia menyimpan kapak di peyimpanan, kedua tangannya memegang dadanya dan air matanya menetes ke tanah. Ikat rambutnya terlepas dari tempatnya berada, angin membuat rambutnya acak-acakan dan Rani sama sekali tidak mempedulikannya. Selama koma, ia melihat cerita tentang dirinya bersama dengan pujaan hatinya namun hal itu membuatnya bingung.


Apakah cukup untuk melupakan semuanya dan membiarkan Ryan bersama sahabatnya, dia bingung memikirkan hal semacam itu. Semenjak Vina menikah dengan Ryan, Rani sama sekali belum pernah menemui gadis itu yang sudah punya anak dengan lelaki yang dicintainya sampai sekarang.


"Tapi, kenapa.. kenapa kau memberikan mimpi itu! Seharusnya kau tidak memperlihatkannya! Padaku..! Saat itu!" Ucapnya kesal. Selama empat tahun lebih, berada di dunia mimpi yang aneh dan tidak nyata akan tetapi begitu bodohnya Rani percaya begitu saja. Terjebak didalamnya selama empat tahun lebih membuatnya sangat kesal.


Begitu matanya terbuka pelan, ia melihat seorang lelaki berkacamata di sampingnya sedang tertidur lelap sambil memegang tangannya yang dingin. Rani pertama kalinya mendapatkan kehangatan dari telapak tangan seseorang, ia terdiam dan kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini. Dengan pelan Rani membelai rambut Zaky diiringi senyum kecil terukir di wajahnya.


Senyum lembut itu ditemani rasa sedih, tapi air matanya telah terkuras habis entah itu di dunia nyata atau dunia mimpi. Yang benar atau tidak Rani tidak tahu jawabannya, ia meraih selimut di sampingnya dan menyelimuti Zaky yang tengah duduk di sampingnya.


Namun karena itu Zaky terbangun. Dia melihat langsung ke wajah Rani sontak kaget, "Rani..! Ka---!"


Belum sempat menyelesaikan perkataannya ia mendapatkan kecupan dari gadis ini, Rani memeluknya erat sambil terisak-isak dan mencoba untuk berbicara. Namun, semua perkataan yang terlontar keluar dari mulutnya tidak jelas karena suara tangisan.

__ADS_1


"Aku ada di sini," ucap Zaky pelan dekat daun telinganya. Sontak Rani kaget mendengar kata-kata itu keluar dari mulut lelaki yang dipeluknya, di ruangan sunyi hanya diisi suara decak jam ini atau kamar pasien di salah satu rumah sakit keduanya saling berpelukan. Merasakan pelukan hangat setelah sekian lama Rani tidak bisa melepaska Zaky dari pelukannya.


__ADS_2