Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 128 : Suasana Baru Yang Aneh


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam setelah mendobrak pintu masuk, mendapati ruang kosong yang tidak ada apapun di dalamnya yang warna putih saja. Namun, tidak lama kemudian ketiga orang yang masuk berjalan bersama dan terpisah di ruangan serba putih. Saat menggunakan alat komunikasi ketiganya sama sekali tidak bisa menghubungi satu sama lain.


Orang pertama ingin mengambil pistol di pinggangnya tapi tidak ada apapun, hanya sebuah pisau kecil saja yang berada di pinggangnya. Semua senjatanya menghilang. Selang beberapa saat setelahnya, rekaman video berakhir dengan memperlihatkan ketiganya bunuh diri dengan pisau yang mereka bawa.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Zaky bingung.


"Apa anda tidak tahu ? Yang dilakukan teman anda sangatlah buruk."


"Buruk ? Apa maksudmu ? Jelaskan lebih jelas lagi!" Zaky menghembuskan napasnya. Pria di sampingnya menjelaskan maksud dari video tersebut, mereka ditempatkan dimana ruangan kosong serba putih dan sendirian. Dan dikurung terus-menerus sampai mereka bunuh diri, mereka tetap diberi makan tetapi dengan makanan serba putih.


Semakin lama mereka diam di tempat tersebut, bersama ilusi dan beberapa hal yang disediakan Adly membuat mereka stres. Dan akhirnya, semua orang yang masuk ke dalamnya berakhir bunuh diri tidak tahan dengan siksaannya.


Mendengar penjelasannya Zaky memejamkan matanya mencoba memikirkan kejadian yang sama akhir-akhir ini, memang jika dipikirkan bisa saja tapi tentara sudah dilatih untuk menghadapi situasi semacam itu. Ia pun bertanya demikian.


"Ya, itu jika orang lain... Masalahnya hanyalah pelakunya Adly, bisa membuat ilusi, dan menggunakan bermacam hal yang mustahil di lakukan,.. bukannya kalian penyihir ?"


"Hahhh.." Zaky menghela napas. "Kami sudah bosan dikatain seperti itu." Keluhnya mengeluh pada pria di hadapannya. Pria ini terdiam, ia melirik kembali ke layar komputer melihat media sosialnya yang anehnya tidak bisa dilacak dan melakukan apapun percuma. Semenjak kejadian itu, banyak hal terjadi termasuk ini contohnya membuatnya bingung mengapa harus penjaga dunia melakukan itu.


"Mengapa ketua kalian melakukan itu ?" Tanyanya. Zaky mendengar perkataannya, akan tetapi ia tidak menjawab kemudian pergi begitu saja dikarenakan dia sudah tahu apa yang akan dikatakan orang lain kalau mendengar ceritanya. Semua orang takkan percaya jika tidak melihat dengan mata kepala mereka sendiri.


Dia keluar dari ruangan berjalan di koridor, matanya lurus ke depan mencoba untuk tidak memikirkan Adly untuk sementara tapi saat melihat warna merah dan putih, ia selalu ingat padanya membuatnya bingung harus melakukan apa seusai mendengar kabar dari pengintai. Bahwasanya seorang Adly melakukan kejahatan yang keji.

__ADS_1


Ditambah dengan ia menyiksa korbannya dengan cara kejam bahkan menjijikan, baginya ia merasa tidak mungkin kalau temannya benar-benar bisa melakukan hal semacam itu. Namun, setelah melihat video sebelumnya Zaky agak yakin.


Semua orang menunggu diluar gedung, Zaky keluar menampakkan dirinya dan Rani mendekat lalu berbisik dekat daun telinganya.


Rani berbisik, "Bagaimana, apa kau mendapatkan petunjuk ?"


"Tidak,.. kami hanya menemukan video penyiksaan selama beberapa bulan dan tawa mengerikannya setiap beberapa menit." Zaky tersenyum lembut ketika mengatakannya, semua orang terdiam membisu melihat senyumannya itu. Seorang pendiam layaknya kulkas, bisa tersenyum lembut merindukan seseorang sampai segitunya. Terkecuali Rani yang kelihatan jijik.


Ingin berpikir langsung pulang serta istirahat mereka dikejutkan dengan kemunculan seekor hiu darat, hiu yang bisa bergerak di darat mengincar mereka. Semuanya terdiam, tak lama Rani menembakkan senjata apinya tanpa membidik dan langsung melubangi tubuhnya.


"Semua zombi sekarang lemah."


"Oi oi oi! Apa kalian lupa, kalau mereka tidak dibunuh akan menjadi tengkorak ?"


"Sudah-sudah! Siapa yang jari ini bertugas membersihkan bangkai ?!" Tanya Zaky penuh emosi. Mereka semua menunjuk padanya, Zaky segera heran dan melihat jadwal di layar handphonenya. Dia menghela napas, lalu mengangkat wajahnya melihat semua anak buahnya menghilang dari tempat mereka berdiri dengan cepat.


Zaky mendengar suara langkah kaki yang cepat dan terdengar jumlah langkah kaki melebihi tiga orang, itu membuatnya sadar kalau mereka membuat jadwal ini khusus untuknya. Lelaki itu tersenyum masam dan berjalan menghadap bangkai hiu, ia melihat ke bawah tubuhnya merasa bingung mengapa hal ini bisa terjadi.


"Hiu raksasa sebesar paus emang epik, tapi.. umat manusia melihat hiu di darat bergerak seperti anjing laut sekarang," ujarnya seraya memotong tubuh hiu memakai pedangnya. Dia membersihkan bangkai dari jalanan seorang diri, saat membersihkan ia melihat Ezra yang tengah membakar setumpukan mayat zombi.


Zaky datang memukul pundaknya, ia segera menoleh ke belakang dan tersenyum kecut.

__ADS_1


"Nampaknya kita dijahili anak buah sendiri," ujar mereka bersamaan. Keduanya berkeluh kesah tentang bagaimana anak buah mereka sama sekali tidak menganggap atasan mereka seperti layaknya atasan pada umumnya, keduanya pun mulai membersihkan mayat-mayat di jalanan.


Namun,.. jauh puluhan kilometer seseorang di atas gedung memperhatikan mereka dengan senyuman tipis. Rambutnya hitam memakai baju kemeja hitam, ia bercucuran darah dari atas hingga ujung kakinya dan di belakangnya terlihat seorang gadis berambut hitam sama seperti dirinya sedang memeluknya dari belakang.


Lelaki itu memakai teropong melihat dari kejauhan, nampak kalau dia seperti senang bisa melihat mereka berdua dari kejauhan. Tak lama kemudian, gadis ini belakangnya berpindah ke depan memeluknya dari belakang. Lelaki ini terdiam membisu beberapa saat, setelahnya ia meraih pisau dan menusuk kepala gadis yang memeluknya.


Gadis di depannya masih memeluknya erat, terlihat luka tusuknya sembuh dengan cepat dan sontak lelaki ini kaget dengan apa yang terjadi padanya. Dia juga menusuk tangannya sendiri, dan hal yang sama terjadi darah-darah yang bercucuran menggumpal kembali membentuk daging.


Dia mengangkat tangannya dan membelai rambut gadis, "Kau.. tidak, maksudku kita ini siapa ? Apa memiliki hubungan ?"


"Tetap bersamaku."


"Hah ? Kau ini segila apa, sudah tahu kalau orang yang kau peluk seorang pembunuh. Ah, ya walaupun juga kau nampaknya orang gila yang tersesat.. akan tetapi aku heran dengan kemampuan kita ini." Lelaki mencabut pisau dari kepala dan menyimpannya kembali ke wadahnya, ia kembali melihat dari kejauhan Zaky dan Ezra yang tengah membersihkan mayat-mayat di jalanan kota.


Sedangkan gadis di bawahnya menjulurkan lidahnya, napasnya memburu terlihat letih dan penuh dengan keringat. Tak lama setelahnya, bando bunga di kepalanya lepas lalu jatuh ke lantai dan terlihat cincin di jarinya mengkilap.


Melepaskan teropongnya ia melihat ke bawah dan melihat bando bunga tergeletak di bawah, ia segera merasakan sakit kepala dan nampak kesakitan entah mengapa. Dia mengingat seperti kilas balik, membuatnya bingung dengan apa yang dilihatnya.


Gadis di bawahnya berdiri dan memeluknya, ia tersenyum lebar sembari memeluk erat lelaki di depannya. Selang beberapa saat setelahnya dia duduk kembali, dan mengigit jari lelakinya seperti memakan es krim.


"Widya sangat, sangat, menyayangi Adly! Sangat!" Ujarnya dengan nada keras. Mendengar kata-kata barusan, orang yang dipeluknya muntah darah terus menendang Widya menjauh darinya sampai ia terpental jauh beberapa meter dari tempatnya berdiri. Akan tetapi, seusai tendangannya sebuah rantai keluar dari udara dan segera menusuk kakinya hingga terpotong.

__ADS_1


__ADS_2