
Ryan datang dengan kecepatan yang sangat cepat, Adly menyiapkan pedangnya menebas kakinya dan mengambil kepalanya. Dia membanting tubuhnya dengan keras, melihat kesempatan lelaki itu melemparkan tubuhnya ke atas dan mengambil senapan tempur miliknya. Peluru kaliber besar itu menembus leher Ryan.
Sekarang mayat hidup itu jatuh dan terkapar, Adly menghembuskan napas seraya melihat Ryan yang sudah di kalahkannya hanya bisa menatapnya saja. Keadaannya bisa jadi begini, terlebih lagi banyak sekali hal yang belum diketahui olehnya.
Dragrise kelihatan cemas dan gelisah, kini Adly keluar dari jembatan. Matanya terbuka lebar dengan pupil mata membulat, dia melihat banyak orang yang sudah mati dan ada penghalang atau barrier. Saat mengetahui kalau Ryan saja sudah sanggup membunuh pasukan segini banyak Adly tahu kalau mereka tidak bisa diremehkan, baginya mereka hanya seperti kacang tapi tidak bagi orang biasa.
Adly menatap kembali pada mayat itu yang tengah terbaring, "aku bisa melihat pergerakan musuh dan semua pergerakan yang dilakukan musuh terlihat lambat bagiku. Tapi.. bagaimana dengan orang lain ? Itu begitu buruk."
"Jangan menyalahkan diri kamu."
"Yah kamu benar, sebaiknya kita menyelesaikan ini dan melupakannya."
"Adly! Awas!" Peringatan Dragrise yang berteriak. Adly serentak kaget kemudian memakai jet pendorong pada tangannya, sebuah api keluar mendorong tubuhnya berputar dan dia terlempar dari tempatnya. Saat dia menoleh ke tempat sebelum dia terlempar ada Ryan yang masih belum mati.
Karena tidak ingin terlalu lama mengurus urusan ini dia mengeluarkan sebuah kubus kecil berwarna hitam, kubus itu melayang dan mulai bercahaya sambil mengeluarkan listrik. Setiap sisi mengeluarkan rantai, salah satunya menuju Ryan dan mencengkram nya dengan kuat.
Tali dari cincin yang dikaitkan itu mengeluarkan petir dari setiap lubang tengah rantai, membuat mahkluk yang sedang tercengkram tersambar. Dia seakan berteriak minta tolong, tapi Adly hanya melihat keadaan itu tanpa terpikir apapun. Hanya saja setelah didengarkan baik-baik olehnya, sangat jelas kalau dia meminta tolong.
Samar-samar berteriak 'tolong' terdengar oleh gendang telinga Adly, dia pun menghentikan serangannya. Menghampirinya perlahan sambil bersiap kalau nanti akan ada sesuatu, hal itu membuatnya heran karena seperti ada yang aneh. Karena merasa penasaran Adly membawa mayat itu bersamanya ke markas, terlebih lagi bau tubuhnya bau amis melebihi ikan busuk.
__ADS_1
***
Sedangkan bersamaan dengan kejadian itu Rani sedang berbincang dengan ayahnya membicarakan hal serius. Ayahnya begitu tidak paham dengan apa yang terjadi pada Rani, tapi bukannya aneh karena mereka yang memiliki penyakit itu akan dibunuh oleh organisasi itu. Namun, setelah tahu semuanya Rani malah ingin masuk ke dalam organisasi ? Itu tidak begitu membuat yakin ayahnya akan memberikan posisinya pada Rani.
"Tidak!" Tolak ayahnya. Dengan mentah menolak usulan Rani, disebuah bangku depan sel penjara mereka bicara. Seorang polisi mendengarkan pembicaraan mereka, tapi dia tahu kalau itu bukanlah hal yang terlalu bagus baginya. Beberapa saat kemudian ayahnya menghembuskan napasnya.
Mengangguk mengiyakan permintaan anak semata wayangnya, dia tidak bisa menolaknya karena sebelumnya Rani tidak pernah ngotot ingin sesuatu seperti ini. Tangan pria itu mengelus rambut anaknya sambil merasakan sedih, dia tidak bisa bersamanya saat berada dalam situasi yang menyedihkan dan menyakitkan baginya.
Rani menoleh pada jam, "maaf ayah.. aku harus pergi karena ibu kasihan nantinya."
"Bawa surat yang dibutuhkan, tanya ke ibu.. pasti dia tahu."
"Kuharap," balas ayahnya menanggapi perkataan anaknya yang terkesan penuh dengan keseriusan. Gadis itu pergi keluar dari tempat kunjungan, keluar dari kantor polisi sambil sempat menoleh kepada ayahnya yang kembali masuk ke dalam sel penjara.
Tidak ada yang bisa dilakukan olehnya karena lewat pengadilan sekalipun tidak akan bisa mengeluarkan ayahnya, denda sekalipun tidak akan berlaku. Dia menghembuskan napas sambil berjalan menuju rumahnya sendirian, saat itu juga dia melihat kedua orang yang sedang berjalan bersama.
Mereka memakai jas hitam dan masker yang menutupi setengah wajah mereka, ada sebuah pedang serta senapan khas dari Belati Putih yang siapapun pasti tahu senjata apa itu. Dia menghembuskan napasnya sambil melihat mereka berdua berbincang, tapi sepasang mata itu memperhatikan sekitarnya.
Mulut bicara tapi fokus mereka tetap berada pada sekitarnya, bahkan gosip mengatakan kalau satu pasukan elit organisasi itu sama saja dengan 45 orang pasukan tempur. Karena mereka difokuskan pada pertempuran dengan hal-hal yang lebih kuat, jadi jarang ada yang melihat mereka bertempur.
__ADS_1
Tapi ada sebuah kejadian yang membuat seisi negara itu menjadi panas setiap masyarakatnya, itu adalah kejadian yang membuat ratusan nyawa melayang dan hanya membunuh 0 orang dari Belati Putih saja.
Saat itu banyak orang menganggap tahun itu adalah kesialan, atau 5 tahun yang lalu. Seperti sebuah genosida.. satu kereta semua penumpang dan pekerja terbunuh. Melibatkan banyak ******* yang ada dan hal yang paling aneh bahkan sudah menggemparkan dunia.
Seperti mahkluk yang ada dalam cerita fiksi, kini mereka bisa melihatnya. Mayat hidup raksasa dengan ukuran 10 meter, ada belasan membuat pasukan tempur tidaklah berguna. Sekali pukul mereka terbabat sekaligus. Mau bagaimana ? Hanya mengandalkan senjata api saja, ya bahkan membuat luka kecil juga tidak.
Saat itu juga seorang lelaki datang bersama beberapa orang, "yah.. sangat tidak berguna bukan ? Mereka melakukan ini mana mungkin mainan gituan bisa membunuh monster itu."
"Kita bantai saja, bos!"
"1 2 3 ... Maju!" Perintah orang itu pada anak buahnya. Mereka melempar kail dari grappling hook yang sudah terpasang pada pergelangan tangan kiri mereka, dengan sekali tebasan pedang membuat kepala raksasa itu terlempar jatuh. Seseorang melemparkan bom asap tengah pasukan musuh, dia memegang dua senjata api beruntun dikedua tangannya.
Dalam hitungan detik terdengar suara terjatuhnya wadah peluru pada tanah, dan puluhan peluru keluar dari gumpalan asap. Menembus tertembak pada musuh yang dituju olehnya, dalam beberapa detik terbunuh sekitar puluhan musuh yang berada disekitarnya. Semua orang yang menyaksikan hanya bisa ternganga.
"Siapa mereka itu ? Mereka manusia, kan ?" Para tentara bertanya-tanya soal mereka. Bagaimana orang-orang takkan bertanya, mereka memakai grappling hook yang kebanyakan digunakan untuk mengangkat barang berat ataupun memanjat. Tapi mereka malah menjadikannya sebagai alat untuk bergelantungan pada bangunan hingga terbang.
Mereka seperti sedang menari di langit kemudian turun membantai mayat hidup raksasa itu, tidak ada yang terlihat ketakutan ataupun gemetar. Malahan sebaiknya.. mereka seakan bahagia dan senang, nampak jelas dari senyum mereka saat darah musuh mengalir di pipi mereka.
Setelah kejadian itu pun sebuah berita langsung viral ke seluruh penjuru dunia, "Sekelompok Orang Mengalahkan Musuh Mengimbangi Ribuan Pasukan!" walau terdengar hiperbola tapi memang ada benarnya. Lalu, berdirilah sekarang organisasi yang dikenal dengan Belati Putih yang sangat ditakuti.
__ADS_1
Merekapun banyak mendapat penilaian dari masyarakat, dari yang buruk hingga bagus, dari pujian hingga makian, dan semuanya didapatkan oleh mereka. Tapi.. ada yang aneh dengan seseorang yang berada di atas mereka semua, entah siapa yang mencari keadilan dan siapa yang mencari kesenangan. Mana ada yang tahu selain diri mereka sendiri.