Liberosis

Liberosis
#5:Mengenal Davila


__ADS_3

Cowok dengan rambut Light blonde itu hanya duduk dengan tenang di sofa kecil yang disediakan ‘khusus’ katanya.


Kakiku sudah sangat capek memutari seisi toko dress wedding itu. Akhirnya aku membiarkan staff yang ada memilihkan pakaian yang mungkin akan pas.


“Udah, mbak. Coba deh cariin yang kira kira bagus.” Ujarku putus asa. Pegawai itu mengangguk seraya berjalan mencari pilihannya.


Aku mengambil nafas panjang. Melelahkan. Aku lebih baik dikamar, memesan makanan secara Online dan menikmati tontonan Netflix untuk hari ini. Pasti akan lebih menyenangkan dibanding memilih baju pernikahan sialan itu.


“Nona, kayanya ini bagus buat nona. Fitting roomnya disini..” pegawai itu datang seraya menunjukan satu gaun yang ia rekomendasikan.


Aku melihatnya, menarik. Berwarna putih, anggun.



Aku mengambil gaun itu seraya membawanya ke fitting room untuk mencobanya.


🌵


Aku keluar dengan gaun yang melekat ditubuhku, pegawai itu mengangguk kagun.


“Nona, gaun itu sangat pas untuk anda,” Ujar pegawai itu tulus. Aku berdehem malu.


Ini pertama kalinya aku menggunakan gaun.


“Ah benarkah? Ya sudah ini saj—”


“Terlalu terbuka.” Potong cowok dengan rambut Light Blonde itu. Ia tiba tiba datang, seraya menyentuh bahuku yang tak tersentuh kain.


“Ganti.” Tambahnya keji. Pegawai itu meringis seraya berjalan mencari gaun yang lainnya.


Terlalu terbuka apaan? Gerutuku dalam hati. Cowok berhati dingin itu mengusap sudut bibirnya.


“Tubuhmu hanya milikku. Jangan memperlihatkannya pada orang lain.” Ujarnya ketus, seraya berjalan untuk kembali duduk .


Apa apaan?


🌵


Aku bosan. Sudah beberapa jam berlalu. Dan kamu masih stay di toko itu.

__ADS_1


“Hei.” Panggilku pada pria itu. Ia menoleh tanpa minat. Lalu mengangkat sebelah alisnya untuk menjawab.


“Siapa namamu?” Tanyaku langsung. Aku benar benar tak tau namanya. Aku tak tau apapun tentangnya.


“Kau tidak tau siapa aku?” Tanyanya spontan.


“Tidak.” Balasku cepat. Ia menghembuskan nafas sebelum akhirnya menjawab.


“Davila.” Balasnya. Aku mengangguk paham. Davila hanya melirik kemudian lanjut memainkan ponselnya.


“Kenapa kamu membanting ponselmu kemarin?” Tiba tiba Davila bertanya.


“Ada seseorang yang menggangguku.” Balasku jujur.


“Dan kamu membanting ponselmu?”


“Ya.”


“Aku suka caramu.” Ujar Davila dengan senyuman smirk nya. Menyeramkan.


“Terserah.”


“Apa kamu mau pergi dari sini?” Lirihku tanpa sadar, cowok itu menoleh penasaran.


“Apa?”


“Apa kamu tidak bosan?”


“Tidak.” Balas Davila langsung. Cowok itu masih asyik dengan ponselnya.


“Apa aku masih boleh bekerja setelah menikah?” Tanyaku penasaran. Cowok itu menggeleng.


“Tidak. Kamu harus melayaniku.”Sahut Davila langsung, aku mencibir namun tak menghiraukan.


“Apa kamu akan mengekangku?”


“Apa kamu mau?” Tanya Davila balik. Aku menggeleng spontan.


“Tidak.”

__ADS_1


“Tapi itu bukan ide yang buruk juga.” Ujar Davila tanpa iba. Aku berdecak kesal.


Dia pemaksa, ketus, dan dingin.


“Sudahlah. Aku sudah memesan satu Dress untukmu. Ayo makan. Aku lapar.” Potong Davila seraya bangkit dari kursinya. Aku menatapnya kaget.


Terus kalo uda pesen kenapa dari tadi di suruh milih?!


“Ayo.”


“Hmm, ya.”


🌵


Kini aku berakhir di sebuah restoran mewah yang sepi. Davila tampak acuh saat beberapa gadis yang melihatnya turun dari mobil memekik girang.


Bahkan dengan tidak tau malunya, cowok itu malah merangkulku dengan cuek, dasar sok cool!


“Pesan yang kamu mau.” Ujar Davila cuek seraya membuka buku Menu.


“Aku mau ini, minumnya ini.” Ujar Davila acuh tanpa melihat wajah staf itu.


“Baik tuan, bagaimana dengan nona?”


“Ah? Samain aja.” Ujarku spontan. Davila menoleh sekejap kemudian memberikan buku menu kepada pegawai itu.


“Silahkan ditunggu.”


“Davila.” Panggilku iseng, cowok itu menghadap kearahku dengan spontan.


“Hm?”


“Aku akan pergi ke pusat perbelanjaan setelah ini. Kamu pulang duluan saja.”


“Memang mau membeli apa?” Ujar Davila acuh.


“Aku mau beli alarm sama ponsel.”


“Kamu sudah puas setelah membanting alarm mu semalam?”

__ADS_1


Bagaimana dia tau?


__ADS_2