light of love

light of love
Jatuh cinta


__ADS_3

Rei sama sekali tidak bisa berkonsentrasi saat dosen sedang menjelaskan mata kuliahnya di depan kelas. Hanya matanya yang menatap lurus ke depan tapi pikirannya masih berkeliaran dengan apa yang terjadi di perpustakaan tadi pagi. Sebenarnya rei sendiri sangat bingung kenapa dirinya sangat peduli akan hal itu. Seperti bukan dirinya saja, yang biasanya selalu cuek untuk masalah yang menyangkut perempuan. Tapi sekarang bayangan ana semakin tidak bisa lepas dari otaknya. Sorot mata gadis itu yang memandangnya dengan tatapan penuh kesal.


‘Aaaah.. kenapa jadi kayak gini sih, padahal gue kan cuma mau ngobrol sama tu cewe’ geramnya dalam hati sambil mengacak rambutnya dengan kasar.


“Ada yang kurang jelas reinand?” tanya bu dosen tiba-tiba yang melihatnya.


“Eh.. e engga bu” jawab rei gelagapan, seketika malu sendiri dengan tingkahnya.


Setelahnya, selama jam kuliah itu rei berusaha sekuat mungkin untuk fokus mendengarkan apa yang bu dosen sampaikan di depan kelas. Sampai akhirnya sesi kuliah pun selesai, dan orang-orang mulai beranjak pergi dari kelas itu. Rei masih merapihkan buku-bukunya untuk dimasukkan ke dalam tas.


“Lo kenapa sih rei? Dari tadi gue liat aneh banget” tanya adit saat menunggu rei.


“Ga apa-apa” jawab rei bohong.


“Ga mungkin ga ada apa-apa, gue kenal lo, pasti ada yang lagi lo pikirin kan” ujar adit yang menuntut jawaban jujur dari rei.


Rei bingung bagaimana harus menceritakannya pada adit, agar temannya itu tidak menganggapnya aneh dan menertawakannya. Namun tatapan adit yang tidak lepas darinya seakan menunggu jawaban, membuat rei akhirnya mau tak mau menceritakan apa yang terjadi tadi pagi, serta tentang perasaan aneh yang selalu muncul tiap kali melihat gadis bernama kirana itu, dan bayangan ana yang tidak mau hilang dari pikirannya. Dan seperti yang rei sudah duga, adit tergelak kencang mendengar rei bercerita.

__ADS_1


“Lo serius rei?” kata adit masih dengan tawanya. “Akhirnya seorang reinand bisa jatuh cinta pada pandangan pertama juga?” lanjutnya dengan senyum meledek.


“Siapa bilang gue jatuh cinta?” jawab rei tidak terima. “Ga mungkinlah.. kenal juga engga sama tu cewe, gue cuma penasaran aja” tambahnya.


“Yaa ya.. lo emang ga segampang itu suka sama cewe, tapi kali ini kayaknya bukan cuma sekedar penasaran aja” ucap adit sok yakin.


Sebenarnya adit sudah memperhatikan temannya itu sejak semalam di cafe, rei tidak henti-hentinya memandangi kirana dengan sorot mata yang tidak biasanya. Belum pernah adit melihat rei seperti itu sebelumnya pada wanita manapun.


“Tau ah.. pusing gue” kata rei dengan muka cemberut. Adit malah semakin tertawa mendengarnya.


Lalu tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri kursi tempat mereka berdua masih duduk.


Rei dan adit mendongakkan kepalanya memandang orang itu, dia nesya, teman seangkatan yang satu jurusan dengan mereka.


“Udah” jawab adit.


“Kalau gitu nanti malam kita kerjain bareng di tempat kos gue, yang lain juga udah setuju” ucap nesya cepat.

__ADS_1


“Kenapa di tempat lo? Kenapa ga di kampus aja?” tanya adit lagi sambil mengernyitkan dahinya.


Rei hanya diam mendengarkan.


“Gue ga ada waktu di kampus, jadwal gue padat” jawabnya dengan wajah datar. Lalu nesya menyebutkan alamatnya tanpa diminta kepada rei dan adit.


Kedua pemuda itu hanya bengong menatap nesya, seakan gadis itu adalah makhluk luar angkasa yang sedang berbicara dengan bahasa alien yang tidak mereka mengerti artinya. Setelah itu nesya langsung pergi meninggalkan rei dan adit yang masih terbengong-bengong menatap punggung gadis itu.


“Buset deh itu cewe, ga ada ramah-ramahnya apa? Sok ngatur pula kayak mandor pabrik!” ujar adit menggelengkan kepalanya.


“Bukan mandor pabrik, tapi dia lagi latihan jadi senior galak yang lagi ospek anak baru” ucap rei cengengesan.


“Anjir najis!.. males banget gue kalo inget masa-masa ospek” sahut adit dengan wajah ngeri saat membayangkannya. “Terus nanti malem kita ke kosannya dia gitu?” tanya adit.


“Ya mau gimana lagi, daripada nanti nama kita dicoret dari anggota kelompok kalau ga nurutin dia” jawab rei dengan nada malas.


Adit mendecih “dasar emak-emak galak!” sungutnya kesal.

__ADS_1


Lalu rei dan adit pun keluar dari kelas itu untuk melanjutkan mata kuliah selanjutnya di ruangan lain.


__ADS_2