light of love

light of love
Rindu


__ADS_3

Ana turun lebih dulu dari adel dan lisa karena memang kosnya yang tidak begitu jauh dengan kampus. Adel menepikan mobilnya di depan gang komplek kos ana. Setelah melambaikan tangan pada kedua temannya itu, ana pun berbalik dan jalan beberapa meter menuju rumah kosnya. Sesampainya di depan rumah ana langsung masuk melewati pintu depan dan ruang tamu, kemudian menaiki tangga ke lantai dua dan melewati beberapa pintu kamar, lalu ia berhenti di depan sebuah pintu dan membuka kuncinya. Pintu terbuka dan ana langsung masuk ke dalam kamarnya. Ruangan itu tidak terlalu besar tapi cukup untuk menampung beberapa perabotan seperti kasur, lemari, meja belajar, dan ada kamar mandi kecil di dalamnya. Ana melepaskan sepatunya di samping pintu dan meletakkan tas serta buku-bukunya di atas meja belajar, mengambil hp nya dari dalam tas, lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan diri telentang di atasnya. Ana mengangkat hpnya, mencari nama kontak ibu dan menekan tombol panggilan. Setelah beberapa dering di seberang sana.


“Ya ana..” terdengar suara lembut seorang wanita di telepon.


“Ibu, udah pulang kerja?” tanya ana pada ibunya.


“Udah sayang, ini baru selesai mandi mau siapin makan buat malam” jawab ibunya diseberang sana.


“Angga udah pulang bu?”tanya ana lagi.


“Adek kamu belum pulang, katanya ada ekskul di sekolah jadi pulangnya agak telat” jawab ibunya lagi. “kamu udah pulang kuliah na?”


“Udah bu baru sampai kos” jawab ana.


“Hmm.. gimana kuliahnya lancar kan?” tanya ibunya


“Lancar bu” kata ana

__ADS_1


“Siapa dulu dong, anak ibu, hehe” kata ibunya bangga sambil tertawa.


“Ibu aku kangen” ucap ana yang sedang berusaha agar tidak menangis.


“Ibu juga kangen banget sama anak ibu” kata ibunya dengan suara yang lembut. “kapan kamu pulang ke rumah lagi na?”


“Rencananya minggu depan bu” jawab ana.


“Bener ya ibu tunggu” sahut ibunya senang mendengar anak gadisnya akan pulang.


“Iya bu.. udah dulu ya bu, aku mau mandi dulu” ujar ana.


“Iya ibu juga ya.. love you too bu” balas ana. Kemudian menutup telponnya.


Ana menghela nafasnya pelan, ia sangat merindukan ibu dan adiknya. Karena rumahnya yang jauh dari kampus, ana hanya bisa pulang sebulan sekali karena ongkosnya yang lumayan besar jika harus sering-sering pulang. Dulu awalnya ana menolak untuk kuliah di universitas yang jauh dari rumahnya ini, walaupun dia sudah diterima dengan mendapatkan beasiswa atas prestasinya. Ana tidak mau jauh-jauh dari ibunya, takut tidak bisa menahan rindu pada wanita yang sangat dicintainya itu. Tapi ibunya memaksa ana, karena ia tau kalau anaknya itu sangat memimpikan bisa kuliah di universitas favoritnya itu sejak masih SMP.


Tiba-tiba ada pesan masuk ke hp ana, yang menyadarkannya dari lamunan tentang ibunya. Dilihatnya pesan tersebut, dari nico.

__ADS_1


‘Kak.. nanti jangan lupa ya jam tujuh, see you’.


Ana jadi teringat kalau nanti dia harus mengajar nico, murid les nya. Kemudian ana mengetik balasan ‘oke siap’ dan mengirimnya.


Lalu diletakkannya hp di samping tubuhnya di tempat tidur. Ana memejamkan matanya berusaha untuk menghilangkan sedikit rasa capeknya sejenak. Namun tanpa ia sadari, dirinya benar-benar tertidur karena lelah yang dirasakannya.


Satu jam berlalu, ana membuka matanya dan seketika tersentak karena melihat kamarnya sudah gelap. Diambilnya hpnya dan melihat jam sudah menunjukkan 18.30. “Ya ampun kenapa bisa sampai ketiduran sih” ujarnya panik sambil buru-buru turun dari tempat tidur, menyalakan lampu kamar, dan mengambil handuk. Lalu ia segara masuk ke dalam kamar mandi dan mandi secepat kilat. Tidak sampai sepuluh menit ia sudah selesai mandi dan segera menuju lemari untuk mancari pakaian. Ditariknya baju kaos lengan panjang dan celana jeans yang letaknya paling atas, karena sudah tidak sempat lagi untuk memilih. Selesai berpakaian, ia dengan cepat menyisir dan mengikat rambut panjangnya, memakai bedak tipis, dan memoleskan pelembab di bibirnya. Setelah dilihatnya di cermin penampilannya sudah cukup pantas, ana langsung mengambil buku-buku yang diperlukan dan memasukkannya ke dalam tas. Lalu ia segera berjalan keluar kamar setelah sebelumnya memakai sneakers dan mematikan lampu yang ada di tembok sebelah pintu. Saat sedang mengunci pintu kamar, tiba-tiba ada seseorang yang menegurnya tidak jauh darinya. Dia adalah Nesya tetangga sebelah kamar ana, yang juga mahasiswa di kampus yang sama dengan ana. Hanya saja nesya berbeda jurusan dan satu tahun angkatannya di atas ana.


“Mau ngajar ya na?” tanya nesya yang melihat ana sudah rapih dengan tas sandangnya.


Ana membalikkan badannya dan melihat nesya dengan baju rumahnya sedang berjalan menuju ke arahnya.


“Iya kak nesya, tadi aku ketiduran jadi sekarang mesti buru-buru biar ga telat” jawab ana sambil sekilas melihat jam tangannya.


“Yaudah kamu hati-hati ya, kakak juga mau ngerjain tugas kuliah dulu di kamar” ujar nesya sambil tersenyum pada ana.


“Iya kak, aku pergi dulu ya kak, daah..” sahut ana sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

__ADS_1


“Daah” balas nesya, lalu ia membuka pintu kamarnya sendiri dan masuk ke dalamnya.


Ana pun langsung berjalan cepat menuruni tangga dan keluar dari rumah kosnya untuk menghampiri driver ojek online yang sudah dipesannya tadi. Setelah memakai helm dan naik ke atas motor, sang driver segera melajukan motornya ke tempat yang akan dituju.


__ADS_2