light of love

light of love
Merubah Panggilan


__ADS_3

Bagi sebagian besar orang, akhir pekan adalah waktu untuk istirahat, waktu untuk mengisi ulang tubuhnya dengan energi. Mereka mungkin tidak ingin melakukan apapun selain meringkuk di kasur lebih lama. Namun bagi ana, bangun kesiangan di akhir pekan adalah cara yang tidak efektif untuk memulihkan kelelahan dan menggantikan kurangnya tidur di hari-hari sebelumnya. Sebagai gantinya, ana melakukan penyegaran dengan olahraga setiap minggunya. Ini adalah cara yang lebih ampuh untuk menyegarkan fisik dan pikirannya. Meski lebih baik dilakukan rutin, olahraga hanya di akhir pekan terbukti tetap memberikan manfaat dibandingkan tidak melakukannya sama sekali. Ana juga butuh menyegarkan pikirannya yang sejak semalam diganggu oleh perkataan rei sebelum turun dari mobil laki-laki itu.


Semalam, ketika rei mengucapkan permohonan kesempatan pada ana untuk memperbaiki hubungan di antara mereka, ana seperti kehilangan kata-kata. Matanya terpaku menatap rei, jauh di dalam hatinya ia juga menginginkan rei kembali mengisi hari-harinya. Namun di sudut hatinya yang lain, ana juga merasa takut akan dikecewakan lagi. Jika suatu saat hatinya benar-benar jatuh untuk rei, ana tidak bisa membayangkan seberapa besar rasa sakit yang akan dialaminya nanti jika rei mengecewakannya. Ana tidak bisa menetapkan hatinya untuk saat ini. Dan akhirmya ana pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun atau menanggapi rei.


Ana sudah siap dengan pakaian dan sepatu larinya. Ia akan jogging di area kampus, rumah kos ana yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk kampus membuatnya menjadikan tempat itu sebagai tempat favoritnya untuk jogging.


Ketika ana keluar dari kamar, dilihatnya nesya tengah berjalan ke arah kamarnya yang bersebelahan dengan kamar ana.


“Mau jogging ya?” tanya nesya.


“Iya kak” jawab ana tersenyum.


Nesya menganggukkan kepalanya, kemudian teringat akan sesuatu.


“Oya na, kemarin gilang nitip sesuatu buat kamu, tunggu sebentar kakak ambilin” ujar nesya lalu beranjak masuk ke dalam kamarnya dan keluar lagi dengan memegang sebuah buku di tangannya.


Ana yang kebingungan menerima buku tersebut yang disodorkan oleh nesya.


“Kata gilang kamu suka baca, jadi dia kasih ini buat kamu” ujar nesya yang melihat raut wajah bingung ana. Nesya tau kalau gilang sudah menembak ana dan ditolak oleh gadis itu, tapi gilang nampaknya belum menyerah untuk mendapatkan hati ana.


“Oh.. makasih ya kak” ucap ana sembari melihat sebuah novel di tangannya.

__ADS_1


“Bilang makasihnya sama gilang aja” ujar nesya tersenyum.


“I iya kak.. nanti aku bilang makasih ke kak gilang” kata ana sedikit canggung.


Kemudian akhirnya nesya masuk ke dalam kamarnya, dan ana bergegas untuk olahraga paginya setelah menaruh buku pemberian gilang di dalam kamarnya.


Saat melewati pintu depan, ana melihat mobil yang ia kenal terparkir di halaman depan rumah. Dan muncullah laki-laki yang sejak kemarin menggentayangi ana seperti hantu. Rei keluar dari dalam mobilnya, terlihat cool dengan baju kaos, celena training ¾, dan sepatu larinya.


“Kak rei kok disini? Jangan bilang mau ngikutin aku lagi? Atau jangan-jangan kak rei tidur disini ga pulang sejak semalam?” tanya ana beruntun dengan wajah penuh curiga.


Rei tergelak, “aku memang mau ngikutin kamu lagi, tapi aku ga nginep disini, aku kan perlu ganti baju buat lari pagi sama kamu” ujar rei tersenyum lebar.


“Memangnya kakak ga ada kerjaan ya selain ngikutin aku?” ana mengernyitkan dahinya.


“Ga ada, kerjaan aku sekarang fokus ngikutin kamu. Aku ingat dulu kamu pernah bilang biasa lari pagi tiap minggu. Jadi aku kesini buat temanin kamu. Untung aku ga telat datengnya, hehe” ujar rei masih dengan senyum riangnya.


Ana terhenyak, ia lagi-lagi dibuat bingung dengan sikap rei yang sulit ditebak.


“Terserah deh” ana beranjak keluar halaman rumah mendahului rei.


Rei segera menyusul ana dan ikut berlari di sebelahnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka telah memasuki area kampus dan berlari di jogging track yang cukup lebar. Jogging track ini menjadi salah satu lintasan olahraga jalan cepat atau lari kecil yang diminati banyak orang tidak hanya para mahasiswa, namun juga masyarakat sekitar dapat menggunakan lintasan olahraga ini. Udara di pagi hari yang begitu sejuk dan pepohonan serta dedaunan yang menghijaukan kampus menyokong kebutuhan oksigen yang dibutuhkan para pengguna jogging track. Membuat suasana hati begitu nyaman, seperti kembali ke daerah pedesaan tanpa ada polusi udara di pagi hari.


Setelah cukup lama berlari mereka beristirahat di bawah pohon yang rindang. Rei pergi sebentar untuk membeli air minum, dan kembali dengan membawa dua botol air mineral.


“Makasih” ucap ana ketika menerima satu botol dari tangan rei.


Bagaimana dirinya bisa tidak merasa tersanjung kalau rei terus bersikap baik seperti ini, batin ana.


“Aku senang akhirnya bisa ngabisin waktu sama kamu kayak gini lagi, aku kira udah ga bisa bahkan cuma untuk sekedar ngobrol sama kamu lagi” ujar rei menatap ana dari samping.


Ana menoleh dan tersenyum tipis menanggapi ucapan rei.


“Besok-besok boleh kan temenin kamu lagi?” tanya rei masih menatap ana dengan intens, membuat ana jadi sedikit salah tingkah.


“Hah? oh.. ya terserah kakak” jawab ana asal, menyembunyikan kegugupannya.


“Atau sekali-kali kita coba sesuatu yang lain” ujar rei.


“Yang lain apa?” tanya ana bingung.


“Kamu mau coba?” tanya rei.

__ADS_1


__ADS_2