
Rei terbangun sambil mengerjapkan matanya saat sinar matahari sudah mengintip dari balik jendela kamarnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Rei mengangkat tubuhnya untuk duduk, kepalanya masih terasa berat karena baru tidur selama tiga jam. Hampir semalaman dia tak bisa tidur karena di dalam kepalanya terus saja muncul sosok gadis yang sekarang ia tahu bernama kirana.
Kemarin saat berada di cafe, rei hampir tidak bisa mengalihkan tatapannya sedikitpun dari gadis itu. Ada getaran aneh di dadanya yang tidak pernah ia rasakan pada wanita manapun sebelumnya. Bahkan di parkiran cafe yang lagi-lagi secara kebetulan mereka berpapasan, ana masih tidak menyadari akan sorot mata yang terus mengikutinya. Rei merasa bingung setengah mati memikirkan siapa gadis itu sebenarnya sampai seenaknya tiba-tiba masuk ke dalam pikirannya dan semakin lama semakin memenuhi isi kepalanya. Rei menggeram dan mengusap wajahnya kasar karena merasa kesal sendiri. Ia pun memaksakan tubuhnya bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Mungkin dengan mandi air dingin bisa mengusir bayangan kirana dari kepalanya, pikir rei.
Sekitar setengah jam kemudian rei yang sudah rapih dengan ransel di sebelah pundaknya, turun dari kamarnya yang berada di lantai dua menuju ruang makan yang berada tidak jauh dari tangga. Dilihatnya ayah, ibu, dan adiknya sudah duduk di depan meja makan besar.
“Rei.. mau sarapan apa?” tanya ibunya saat melihat rei sudah mendudukkan diri di seberang meja di depannya.
“Roti aja ma” jawab rei pada wanita cantik yang bernama danita itu.
Lalu danita mulai mengambil selembar roti dan mengoleskan selai coklat di atasnya.
“Gimana kuliah kamu rei?” tanya seorang pria yang adalah ayah rei.
Dia adalah Sebastian Adhitama, pengusaha yang sangat terkenal di dunia bisnis akan kesuksesannya. Sebastian adalah sosok yang berwibawa, tegas, dan dingin. Semua orang yang mengenalnya bahkan istri dan anak-anaknya sangat menyeganinya.
“Baik -baik aja pa” jawab rei.
__ADS_1
“Jangan kebanyakan nongkrong yang ga jelas sama teman-teman kamu itu, gimanapun juga kamu adalah anak laki-laki satu-satunya yang akan meneruskan bisnis keluarga kita” ucap sebastian dengan nada datar namun terdengar penuh ketegasan di dalamnya.
“I iya pa” jawab rei yang sedikit kaget mendengar ayahnya itu tahu kalau ia sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
“Ga apa apa bergaul asal jangan yang aneh-aneh, dan harus bisa bagi waktu jangan sampai ganggu kuliah dan waktu istirahat kamu” ujar danita sambil menyodorkan piring yang berisi roti coklat ke arah rei.
“Iya maaa.. rei engga aneh-aneh kok” sahut rei sambil mengambil sepotong roti dari piringnya.
“Kak rei pacaran terus pa” celetuk seorang gadis di sebelah rei.
Seketika rei menoleh pada adiknya itu “sembarangan aja kamu ngomong carrissa” kata rei sewot.
“Sekali-kali bawa dong pacar kamu ke rumah, kenalin sama mama dan papa” ujar danita.
“Apaan sih mama, orang rei jomblo” ucap rei santai.
Carrissa mendengus mendengar ucapan kakaknya.
__ADS_1
Rei yang mendengar itu “apa lo? anak kecil ga usah ikut-ikutan!” katanya sambil menoyor kepala adiknya pelan.
“Ish apaan sih mainnya kepala, orang carris ga ngomong apa-apa juga” ucap carrissa cemberut sambil mengusap kepalanya sendiri.
“Udah udah.. kalian itu selalu aja berantem, kayak tom and jerry, heran mama liatnya” kata danita sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua anaknya itu. “Mending kamu cepat-cepat berangkat sekolah car supaya ga telat” tambahnya mengingatkan anak gadisnya.
Carrissa yang mendengar ucapan mamanya langsung melihat jam tangannya dan buru-buru menghabiskan minumannya.
“Rei juga langsung berangkat ma, pa.. mau cari buku dulu di perpus” ujar rei.
“Tumben rajin, abis kesambet apa kak?” celetuk carrissa lagi.
“Bisa diem ga lo dek, gue emang dari dulu rajin tau” sahut rei sewot.
“Haduuh.. kalian ini bikin mama sakit kepala aja, udah sana cepet berangkat deh” ujar danita gemas.
Sedangkan sebastian hanya sibuk dengan hpnya tidak memperdulikan keributan yang terjadi, dia sudah terbiasa dengan kelakuan anak-anaknya itu yang jarang sekali akur.
__ADS_1
Kemudian rei dan carrissa pun pamit dan mencium tangan kedua orang tuanya sebelum meninggalkan rumah.