light of love

light of love
Rei


__ADS_3

Saat sudah berjalan agak jauh, rei berhenti dan menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat gadis yang ditabraknya tadi. Ana dan kedua temannya sudah berjalan jauh hampir tidak kelihatan oleh orang-orang yang berlalu lalang di lorong kampus itu. Ada perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan selama ini saat ia menatap mata teduh gadis itu tadi.


“Kenapa rei?” tanya adit karena melihat rei yang tiba-tiba berhenti berjalan.


“Ga pa pa” jawab rei dan ia pun berbalik untuk berjalan kembali.


Reinand Surya Adhitama, adalah anak pertama dari pengusaha kaya raya di kota ini. Bahkan bisnis keluarganya sudah menyebar hampir ke seluruh indonesia. Pembawaan rei yang cool dan wajahnya yang tampan menjadikannya idola hampir setiap wanita yang melihatnya. Tidak jarang wanita cantik menyatakan cinta dan memintanya untuk menjadi kekasihnya. Sebagai lelaki normal, rei sendiri tidak selalu menolak permintaan tersebut. Jika moodnya sedang bagus, dia akan menerima permintaan wanita yang menembaknya. Ia memacari perempuan hanya sebatas iseng tanpa perasaan cinta, dan jika sudah bosan maka sikapnya akan berubah cuek dan sulit untuk dihubungi. Hingga pada akhirnya mereka putus dengan segala alasan yang dibuat oleh rei, tidak jarang juga sang wanita yang minta putus duluan karena merasa kecewa ternyata rei tidak benar-benar menyukai mereka.


Saat tiba di kantin, rei dan adit melihat sudah ada beberapa orang teman mereka sedang duduk di kursi panjang yang letaknya di pojokan kantin. Tempat ini memang sering dijadikan mereka untuk nongkrong selama menunggu jam kosong di sela kuliah. Kantinnya sendiri merupakan ruangan yang terbuka diantara dua koridor kampus, tidak terlalu besar karena memang di kampus ini memiliki kantin di setiap jurusan.


“Wey bro, kemana aja lo baru nongol lagi, sibuk banget pacaran kayaknya” kata seorang pria sambil tertawa saat rei dan adit menghampirinya dan duduk di kursi di hadapannya.


Rei hanya mendecih mendengar ucapan laki-laki yang bernama boy itu.


“Udah putus dia” sahut adit sambil terkekeh mengumumkan status rei yang sudah menjadi high quality jomblo.


“Buset, serius lo? baru juga berapa bulan sama friska??” kata boy dengan mata lebar tidak percaya akan berita yang baru saja ia dengar.


“Memang kapan gue pernah pacaran lama” jawab rei santai sambil menyalakan rokok dan menyelipkan ujungnya di bibirnya.


“Ya iya sih, tapi ga gini juga kali rei, friska apa kurangnya coba, cantik jangan ditanya, body beuh sexy anjir, banyak cowo yang ngejar-ngejar dia men!” kata boy dengan menggebu-gebu membicarakan friska.

__ADS_1


“Yaudah buat lo aja kalo mau” ucap rei cuek sambil menghembuskan asap rokoknya.


“Haha sialan lo, mana mau dia sama gue, bukan levelnya dia!” kata boy dengan nada sewot karena mendengar ucapan rei yang seolah meledeknya. “Yang mutusin siapa?” tanya boy lagi sambil menatap rei.


“Friska yang mutusin, ga tahan dia dicuekin mulu sama si rei” jawab adit karena melihat rei hanya diam saja.


“Gila lo ya, mang lo ga ada rasa gimana gitu kalo deket dia, gue aja yang cuma liat dia suka nafsu anjir” kata boy tanpa malu dan masih dengan tatapan heran melihat rei.


Mendengar itu rei jadi mengingat saat pertama kali kencan dengan friska.


Saat itu adalah satu hari setelah rei dan friska resmi pacaran, setelah friska nembak rei dengan percaya dirinya di depan teman-teman rei, yang membuat orang-orang disekitarnya heboh. Rei yang dikompori oleh teman-temannya mau tak mau akhirnya menerima friska menjadi pacarnya.


“Hai sayang” kata friska sambil tersenyum manis saat masuk ke dalam mobil rei.


“Hai” balas rei dengan santai sambil menyalakan mobilnya.


Selama perjalanan mereka mengobrol dengan diiringi suara musik yang pelan. Lebih banyak friska yang memulai pembicaraan, dan rei hanya menanggapi seadanya. Tak lama kemudian mereka tiba di cafe yang mereka tuju. Mereka masuk ke dalam dan memilih duduk di kursi kosong di pojok cafe. Tak lama pelayan menghampiri dan mereka memesan makanan dan minuman masing-masing. Setelah pelayan pergi, friska yang duduk di seberang rei meraih tangan rei yang berada di atas meja dan menggenggamnya lembut. Rei yang sedikit terkejut hanya diam membiarkan tangannya disentuh oleh wanita di hadapannya. Friska menatap rei dengan mata yang berbinar dan bahagia.


“Gue seneng akhirnya kita jadian, harusnya dari dulu aja ya gue nembak lo” kata friska dengan tersenyum sambil memandang rei.


“Ya terus kenapa baru sekarang lo nembak gue” tanya rei.

__ADS_1


“Gue kan nunggu lo duluan yang nembak rei, tapi lo nya ga peka banget padahal udah gue kasih kode juga” sahut friska dengan muka cemberut.


“Gue ga tau lo suka sama gue” ucap rei jujur.


“Yah wajar sih lo ga tau, saking banyaknya cewe yang suka sama lo” kata friska sambil menekankan kata-kata terakhirnya.


Tak lama kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka, dan mereka makan sambil sesekali mengobrol.


Sudah dua jam mereka menghabiskan waktu di cafe, dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Rei mengantar friska ke rumahnya. Saat sudah tiba di depan gerbang, friska tidak langsung keluar mobil. Dia menghadapkan badannya ke arah rei, memandangnya cukup lama. Rei balas memandangnya. Sorot mata rei dan bibirnya yang sexy membuat friska tidak tahan untuk menciumnya. Lalu dengan tiba-tiba friska memajukan badannya, memegang bahu rei dan mendekatkan wajahnya ke wajah rei. Dengan cepat ia mencium bibir rei. Rei yang sedikit kaget dengan aksi friska hanya terdiam beberapa saat ketika friska melumat bibirnya lembut. Lalu tak lama rei pun membalas ciuman friska. Ia melumat dan memasukkan lidahnya ke mulut friska yang sedikit terbuka. Mereka berciuman lama hingga akhirnya ciuman panjang itu terhenti. Mengatur nafas masing-masing. Friska tersenyum dengan wajahnya yang merona.


Rei masih diam dan hanya memandangi wajah friska yang terlihat sangat senang. "Agresif banget ni cewe" katanya dalam hati.


“Yaudah aku masuk dulu ya, sampe ketemu besok sayang” kata friska sambil membuka pintu mobil.


Rei hanya mengangguk dan tersenyum menatap friska.


“Bye” ucap friska saat akan menutup pintu mobil.


“Bye” balas rei.


Dan setelah dilihatnya friska masuk ke dalam gerbang rumahnya, ia pun menjalankan mobilnya untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2