light of love

light of love
Bodyguard


__ADS_3

Ana, lisa, dan adel baru saja duduk santai di bangku taman kampus, menikmati udara sejuk di bawah pepohonan. Sejak tadi pagi mereka sudah disibukkan dengan jadwal kuliah dan meeting tim acara ulang tahun fakultas. Ana mengeluarkan hpnya dari dalam tas yang sejak tadi di mode silent, dilihatnya ada pesan dan panggilan tak terjawab dari nomor tidak dikenal. Dibukanya pesan tersebut.


‘Ke kantin yang kemarin sekarang juga’ isi pesan tersebut.


Ana mengernyitkan dahinya. ‘Siapa sih ni’ pikirnya. Lalu dimasukkan lagi hpnya ke dalam tas, tidak peduli.


“Eh, itu kak rei” kata adel menunjuk ke arah koridor yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Ana dan lisa menoleh ke arah yang ditunjuk adel, terlihat rei sedang berjalan di koridor bersama adit dan beberapa orang temannya. Lalu secara kebetulan rei juga melihat ke arah ana, lisa, dan adel. Langkah rei terhenti dan menatap tajam ke arah ana.


“Dia liat kesini na!” kata adel heboh.


Lisa menoleh pada ana yang duduk di tengah antara dirinya dan adel. Dilihatnya ana hanya diam memandang rei.


Lalu tiba-tiba rei berjalan ke arah mereka, dengan raut wajah tidak terbaca.


“Eh.. dia kesini na!” adel tambah heboh sambil mengguncang-guncangkan lengan ana.


Lisa dan adel langsung panik, bergantian menoleh ke wajah ana lalu rei beberapa kali. Ana masih diam, sebenarnya dirinya juga sudah merasakan panik sejak rei melihatnya, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang tanpa sebab.


Saat rei sudah hampir sampai di depan mereka, tiba-tiba lisa dan adel bangkit dari duduknya dan berdiri di depan ana. Rei yang sudah berada di hadapan tiga gadis itu mengernyitkan dahi, agak kesal karena pandangannya ke arah ana jadi terhalang.


“Kakak mau ngapain?” kata lisa sedikit berteriak.


“Jangan ganggu ana, langkahi dulu mayat kita!” tambah adel dengan kelebayannya.


Rei terperangah sekaligus bingung melihat dua orang gadis yang tiba-tiba membentaknya dengan mata melotot.


“Kalian sinting ya?” ucap rei. “Gue mau ngomong sama kirana”.


“Ga boleh, pasti kakak mau jahatin ana kan!” kata adel.

__ADS_1


“Iya, kita udah tau kak, kalo kak rei mau ngerjain ana kan!” sambung lisa.


Rei memandang kedua gadis itu tidak percaya. Habis salah makan apa mereka sampai punya pikiran aneh seperti itu, pikirnya.


Ana yang masih duduk di belakang lisa dan adel masih tidak bergerak. Dirinya gugup, sekaligus terkejut dan terharu dengan aksi kedua sahabatnya yang sedang berusaha melindunginya, walaupun agak berlebihan.


“Minggir, gue cuma mau ngomong sama teman kalian, ga akan gue apa-apain” ucap rei yang berusaha menahan kekesalannya karena kelakuan dua gadis di hadapannya ini.


Lisa dan adel masih tidak bergeser dari tempatnya.


Lalu tiba-tiba ana bangkit dan berdiri di sebelah kedua temannya.


“Ada perlu apa sama aku?” tanya ana sambil menatap rei.


“Kenapa telpon gue ga diangkat, chat juga ga dibales” jawab rei dengan nada kesal.


Ana tampak berpikir sebentar, kemudian langsung ingat ternyata nomor tak dikenal tadi adalah milik rei.


Rei mendengus pelan.


Lisa dan adel hanya memperhatikan percakapan dua orang itu.


“Nanti pulangnya tunggu gue disini” titah rei.


“Mau apa? kalau mau ngomong sekarang aja” kata ana.


“Ga usah banyak tanya” jawab rei. “ Gue mau minta jatah balas budi yang kedua” tambahnya karena melihat wajah ana yang kebingungan.


Seketika wajah ana berubah pucat. Dia ngeri memikirkan apa yang rei akan minta dirinya lakukan nanti.


“Kakak mau apa sama ana?” tanya lisa galak.

__ADS_1


“Bukan urusan kalian” jawab rei.


“Ya jelas urusan kita dong, kita ini sahabatnya ana” sahut adel sewot.


“Cuma sahabat kan, bukan orang tuanya dia” ucap rei cuek.


Adel dan lisa hendak membalas ucapan rei, namun kata-kata ana kemudian menghentikan niat mereka.


“Udah lis, del.. gue akan tunggu dia disini nanti” ujar ana. “Gimanapun gue ga mau punya hutang budi sama dia” tambahnya.


Sesaat rei tertegun mendengar kata-kata ana.


“Bagus.. kalau gitu sampai nanti” ucap rei tersenyum. Dan dia berbalik menuju koridor tempat adit sedang menunggunya.


“Tenang aja na, nanti kita bakal temenin lo” ujar lisa menatap ana.


“Iya na, awas aja kalo dia macem-macem sama lo, emangnya kita takut apa sama dia, ospek udah selesai kali” kata adel panjang lebar dengan berapi-api.


“Iyaa.. gue ga takut kok, kan gue punya dua bodyguard yang galaknya melebihi emak-emak jaman now” ucap ana sambil terkekeh.


“Haha.. sialan lo” kata adel.


Dan akhirnya mereka bertiga pun bisa tertawa setelah ketegangan yang terjadi tadi.


Sementara itu di koridor, rei yang sudah berjalan bersama adit menuju ruang kelasnya masih terus menyunggingkan senyum di bibirnya. Hal itu tidak luput dari perhatian adit.


“Tadi lo abis ngapain sama cewe-cewe itu rei? Kayaknya seneng banget” tanya adit.


“Gue lagi minta jatah” jawab rei.


“Jatah apa? Lo abis malakin orang? Kayak preman aja minta jatah” ujar adit bingung.

__ADS_1


Rei hanya tertawa menanggapi ucapan adit, yang semakin membuat temannya itu heran dengan tingkahnya yang tidak seperti biasanya itu.


__ADS_2