light of love

light of love
Menginap


__ADS_3

Ana terbangun dan mendapati dirinya seorang diri di dalam mobil. Dilihatnya rei sedang berdiri diluar, bersandar di bagian depan mobil membelakanginya.


“Kak” panggil ana saat keluar untuk menghampiri rei, dilihatnya lelaki itu sedang merokok.


“Udah bangun” kata rei tersenyum, lalu membuang puntung rokoknya yang tinggal sedikit ke tanah setelah menghisapnya untuk terakhir kalinya. Entah sudah berapa batang rokok yang dihabiskannya selama menunggu ana tidur.


“Sori ya aku ketiduran, kenapa ga dibangunin” ujar ana merasa tidak enak.


“Ga apa-apa santai aja, lo pules banget tidurnya, gue ga tega banguninnya” ucap rei.


“Masa sih kak?” tanya ana.


“Iya, sampai ngorok malah” jawab rei dengan senyum jahil.


“Bohong banget, orang aku ga pernah ngorok kalau tidur” kata ana sewot menbuat rei tertawa.


“Mau lanjut?” tanya rei.


“Iya, takut kemalamam” jawab ana sambil melihat jam tangannya, sudah hampir jam sepuluh malam.


Kemudian mereka meneruskan perjalanan yang sudah tidak terlalu jauh dari sana.


Tidak sampai setengah jam akhirnya ana dan rei sampai di depan sebuah rumah. Rumah tersebut tidak terlalu besar, bisa dibilang sederhana, bahkan sangat sederhana jika dilihat oleh seorang rei yang hidupnya selalu merasakan kemewahan dan harta yang berlimpah dari orang tuanya.


“Mau mampir dulu ga kak?” tanya ana berbasa-basi sebelum turun dari mobil.


“Boleh?” rei bertanya bailk, ia memang ingin beristirahat sebentar setelah lelah menyetir selama hampir dua jam.


“Ya mampir doang sih boleh kak” jawab ana.


Lalu akhirnya rei dan ana keluar dari mobil dan berjalan melewati halaman depan, menuju pintu depan rumah.


“Ibu” ana memanggil ibunya sambil mengetuk pintu.


Tidak lama seorang wanita paruh baya yang berparas cantik membukakan pintu.


“Ana, ibu tunggu-tunggu dari tadi kok lama banget” ujar ibu ana yang bernama Naura itu.


“Iya maaf bu, tadi ana ada urusan mendadak” ucap ana sambil mencium tangan ibunya.


Lalu naura melihat ke arah rei yang berdiri di belakang anaknya.


“Ini senior ana di kampus bu, kak rei” ujar ana yang melihat arah pandang mata ibunya.

__ADS_1


“Salam kenal tante, rei” ucap rei lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan naura.


Naura tersenyum lembut menerima uluran tangan rei, baru pertama kali ini ana membawa teman laki-laki ke rumahnya.


“Ayo masuk dulu” ujar naura pada rei. Sedangkan ana sudah masuk lebih dulu tanpa disuruh.


“Duduk rei, tunggu sebentar ya, ibu buatin minum dulu” ucap naura lagi.


“Ga usah repot-repot tante” kata rei.


“Ga repot kok” ujar naura tersenyum dan bergegas menuju dapur.


“Sebentar ya kak, aku bantuin ibu dulu” kata ana pada rei yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


Rei mengangguk sambil tersenyum.


“Pacar kamu ya na?” tanya naura saat ia dan ana berada di dapur. Naura memanaskan air di teko, sedangkan ana menyiapkan cangkir lalu mengisinya dengan gula dan teh.


“Ibu apaan sih, kan tadi aku udah bilang dia itu senior aku di kampus” jawab ana.


“Terus kenapa bisa nganterin kamu pulang malam-malam begini?” tanya naura lagi yang masih penasaran.


“Ehm.. tadi kak rei ada perlu sama aku, karna dia ngerasa ga enak udah bikin aku pulang malam akhirnya dia maksa buat nganterin aku” kilah ana yang tidak menceritakan kejadian sebenarnya secara detil.


“Ih ibu.. jangan ngaco deh ngomongnya” kata ana yang gemas dengan tingkah ibunya.


“Iya iyaaa.. ibu cuma bercanda kok” ucap naura.


Lalu ana kembali ke ruang tamu dengan membawa secangkir teh untuk rei, disusul oleh ibunya yang membawakan camilan.


“Kata ana rumah kamu jauh, malam ini nginap aja dulu di sini, besok baru pulang, pasti kamu capek kan” ujar naura saat dirinya sudah duduk di sofa yang berhadapan dengan rei, di sebelah ana.


Ana yang mendengar ucapan ibunya sontak terkejut. Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya rei akan menginap di rumahnya.


“Kak rei ga mungkin nginap di sini bu, pasti nanti dicariin sama orang tuanya” kata ana buru-buru mencegah agar hal itu tidak terjadi. “Iya kan kak?” tanya ana menoleh pada rei, meminta persetujuan dari laki-laki itu.


“Sebenarnya saya memang capek banget tante, udah ngantuk juga, kalau ga ngerepotin boleh saya nginap di sini tante?” ujar rei dengan tampang memelas pada naura.


Ana melebarkan matanya mendengar apa yang baru saja rei ucapkan.


“Ya ga ngerepotin lah.. tapi kamu maklum ya rumah tante kecil, ga ada kamar tamu. Kamu nanti tidur di kamar angga, adiknya ana, ga apa-apa kan?” kata naura.


“Iya ga apa-apa tante” ujar rei tersenyum.

__ADS_1


Lalu rei menoleh pada ana yang sedang melongo menatapnya, rei nyengir melihat wajah tidak percaya gadis itu.


“Kalau gitu nanti ana anterin rei ke kamar angga, biar bisa istirahat” ujar naura pada ana.


Lalu setelah rei menghabiskan minumannya, ana mengajak rei untuk mengikutinya ke kamar angga. Ana membuka sebuah pintu kamar dan langsung masuk ke dalamnya, rei mengikutinya di belakang.


“Dek.. bangun” ana membangunkan adiknya yang sudah tidur. “Dek” kata ana lagi, sambil menggoyangkan lengan adiknya yang berusia tiga tahun lebih muda darinya itu. Angga terbangun sambil mengerjapkan matanya yang terkena silaunya sinar lampu kamar yang dihidupkan ana.


“Kakak.. udah pulang” ucap angga dengan suara serak orang bangun tidur, lalu bangkit untuk duduk di tempat tidurnya.


“Ini teman kakak, kak rei” ujar ana menunjuk rei yang berdiri di sampingnya. “Malam ini mau nginap, tidur disini sama kamu ya”.


Angga yang masih mengantuk melihat rei selama beberapa saat, lalu menganggukkan kepalanya.


“Pinjam baju kamu ya buat kak rei” ana melangkah ke lemari pakaian dan mencari-cari baju yang kira-kira muat untuk rei, dan akhirnya menemukan kaos angga yang longgar.


“Kayaknya ini muat, pakai ini aja kak” ujar ana memberikan sebuah kaos dan handuk pada rei. “Kalau mau mandi, bisa di kamar mandi depan atau yang di sebelah dapur” katanya lagi memberitahu rei, kamar tidur di rumah ini memang tidak memiliki kamar mandi di dalamnya.


Rei mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan ana.


“Aku tinggal ya kak, kalau ada perlu apa-apa bilang angga aja” ucap ana sebelum meninggalkam kamar adiknya itu.


“Oke, thanks ya” ujar rei.


Ana tersenyum pada rei sebelum menutup pintu.


Rei menoleh pada angga yang masih duduk di atas tempat tidur.


“Hai.. kenalin gue rei” kata rei mengulurkan tangannya pada angga.


“Angga” ucap angga meraih tangan rei untuk bersalaman.


“Kakak pacarnya kak ana?” tanya angga sambil menaikkan alisnya.


Rei yang terkejut dengan pertanyaan blak-blakan dari bocah di hadapannya ini nampak terdiam sesaat.


“Untuk sekarang belum” jawab rei. Dirinya masih mengira ana sudah mempunyai pacar.


“Memang kenapa?” tanya rei balik.


“Engga.. soalnya kak ana ga pernah bawa cowo ke rumah, jadi aku kirain kakak pacarnya kak ana” jawab angga.


Mendengar ucapan angga membuat rei tersenyum lebar. Dia merasa bangga karena dirinyalah laki-laki pertama yang datang bersama ana ke rumah ini bahkan sampai menginap.

__ADS_1


‘Ternyata hubungan ana dan pacarnya belum sejauh yang gue pikir’ kata rei dalam hati.


__ADS_2