
Di ruang kelas lisa dan adel sudah duduk di kursi deretan tengah, menunggu jam kuliah yang sebentar lagi akan dimulai.
“Ya ampuun Opa Gong Yoo ganteng banget sumpah!” adel yang sedari tadi asik menonton drama korea dari hpnya, terus saja berceloteh dengan penuh semangat melihat idolanya di layar hp. Bahkan beberapa kali ia tanpa sadar menarik-narik tangan lisa yang duduk di kursi sebelahnya.
“Lo tu bener-bener ya del, ga ada bosennya nonton korea” kata lisa sambil menggelengkan kepala. “Sampe ketawa-ketawa sendiri lah, yang parahnya bahkan lo suka nangis-nangis cuma gara-gara nonton drakor” tambah lisa yang sangat heran dengan kelakuan temannya itu.
“Apa sih lis.. lo berisik banget, diem gue lagi seru nih” ucap adel tanpa mengalihkan matanya sedikit pun dari benda pipih di tangannya itu. “Lo kalau udah nonton sekali juga pasti bakal ketagihan gue jamin” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
“Dih.. ga bakalan ya, emangnya gue kayak lo!” sahut amel dengan muka jijik membayangkan kata-kata adel barusan.
“Eh itu ana, ngapain dia sama kak gilang?” tiba-tiba lisa menunjuk ke arah depan pintu kelas, dimana ana sedang mengobrol dengan seorang laki-laki berkacamata, yang adalah ketua BEM fakultas mereka.
Adel yang mendengar seruan lisa jadi mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk temannya itu.
“Palingan juga kak gilang lagi PDKT sama ana, tau sendiri kan ana banyak fans nya” ucap adel.
“Tapi si ana biasa aja ya, ga ada satupun cowo yang bikin dia tertarik apa?” kata lisa.
Tak lama ana berjalan masuk ke dalam kelas, dilihatnya dua temannya melambaikan tangan ke arahnya, dan ia pun menghampiri mereka.
“Hai” sapa ana kepada dua sahabatnya dengan wajah yang datar, tidak seperti biasanya. Dia duduk di sebelah lisa dan meletakkan tasnya di atas meja dengan cukup keras. Hal itu tak luput dari perhatian kedua temannya.
__ADS_1
“Lo kenapa na, muka lo bete gitu?” tanya lisa .
“Abis diapain lo sama ka gilang?” sambung adel, sekarang dia sudah berhenti menonton drama koreanya dan fokus menatap ana.
“Hah? Oh.. bukan kak gilang yang bikin gue bete” jawab ana.
“Terus siapa?” tanya adel lagi.
Sesaat ana terdiam.
“Tadi kan gue ke perpus, terus ketemu cowo yang nabrak gue kemarin” jawab ana dengan muka cemberut.
“Kak reinand maksud lo?” tanya lisa.
“Nyebelin gimana maksudnya na, memang dia apain lo?” lisa semakin penasaran.
“Tadi kan gue lagi asik baca buku, terus dia tiba-tiba nyamperin gue, terus tanya gue siapa” ana mulai bercerita dengan emosi. “Ya gue jawab kan nama gue siapa, eh dia malah bilang udah tau, maksudnya apa coba?” ana menatap kedua temannya bergantian seolah meminta jawaban.
“Mungkin dia ngira lo itu bidadari yang jatuh dari kayangan kali na, jadi dia mau mastiin lo itu beneran manusia atau bukan” ucap adel sok yakin seolah ia telah memberikan jawaban yang paling masuk akal.
“Kebanyakan nonton drakor otak lo jadi geser kayakna del” sahut lisa yang gemas dengan teman satunya itu.
__ADS_1
“Bukan cuma itu, dia juga ngomong kasar dan cara dia ngomong itu ngeselin banget!” lanjut ana.
“Emang aneh sih” ujar lisa sambil berpikir. “Atau mungkin dia marah karena kemarin tabrakan sama lo?” ucapnya.
“Lo lupa ya, yang nabrak itu kan dia bukan gue, harusnya dia minta maaf lah” sahut ana kesal.
Lalu lisa dan adel hanya terdiam menatap ana yang sudah membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku dengan wajah yang masih terlihat kesal. Tidak biasanya ana bersikap seperti ini, pikir mereka. Selanjutnya lisa dan adel memilih untuk tidak bertanya lagi, walaupun sebenarnya mereka masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi antara ana dan rei di perpustakaan tadi.
“Terus tadi lo sama kak gilang ngomongin apa?” tanya lisa, yang mengalihkan pikiran ana dari kejadian tidak menyenangkan di perpustakaan.
“Oh.. kak gilang ngajakin gue jadi panitia acara peringatan ulang tahun fakultas kita. Acaranya dua minggu lagi dari sekarang” jawab ana.
“Terus lo mau na?” tanya lisa lagi.
“Gue bilang mau kalau kalian berdua juga ikut” jawabnya dengan cengiran di wajahnya sambil menatap lisa dan adel.
“Jiah.. ternyata lo juga ga bisa jauh-jauh dari kita ya na” sahut adel sambil tertawa. Begitupun dengan lisa, diapun tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.
“Bukan gitu, gue takut kalian kangen aja kalau nanti gue sibuk jadi panitia dan ga punya waktu buat kalian” balas ana sambil cengengesan.
“Bisa aja lo ngeles nya na” sahut lisa sambil tertawa. “Yaudah berarti kita bertiga ikutan ya, siapa tau nanti ketemu cowo-cowo ganteng dari jurusan lain disana” lanjutnya.
__ADS_1
Dan mereka bertiga pun tertawa bersama sebelum akhirnya dosen datang dan membuat ketiganya menghentikan tawanya.