
Inikah Cemburu
Sudah seminggu Khery menjauhi ku, tanpa tegur sapa, tanpa canda tawa, tanpa kejahilannya, tanpa godaannya. Aku masih bertahan dengan rasa bersalah ku yang kian makin menjadi, aku masih bertahan dengan rasa sesak ku setiap kali melihat nya semakin menjadi. Merayu, menggombal, colak colek teman-teman dan kakak kelas cewek di sekolah.
Dengan bermalas-malasan ku corat coret meja belajar di hadapan ku, dengan helaan nafas panjang jojo menghampiri ku. ini kali pertama jojo mendatangiku di kursi tempat ku duduk seperti biasanya, kebetulan jam pelajaran sedang kosong.
"Loha, can i help you darling??? goda jojo dengan senyuman kecutnya.
"Guwe lagi gak mood ya Jo, yakin bisa bantuin guwe??? jawab ku dengan cetus.
"apa sih yang enggak buat my kesayangan ku ini. . .??? jojo masih meledek ku dengan tawa.
"Hati-hati lu panggil guwe kesayangan. gak liat itu banyak mata tajem natap guwe hah ..,.?" ku lihat Maulida seketika menoleh ke arah ku. ku balas dengan senyuman, dia hanya menunduk seolah menghindari senyuman ku.
"wokeh wokeh sistah jadi elu mau guwe gimana nih? buatin elu puisi cinta? puisi patah hati? puisi marah? benci atau cemburu???" ku bungkam mulut jojo seketika dengan tangan ku.
"Gila lu ya, elu nambah mood guwe makin rusak tau gak???" ku pelototin jojo dengan posisi tangan masih membungkam mulut jojo, dan jojo menggoyang-goyangkan badannya menarik-narik tangan ku untuk melepaskan tangan ku sembari mencubit tangan ku, terus saja kami saling tarik menarik bergulat tangan tanpa henti.
__ADS_1
seolah aku tak ingin melihat Khery yang sedaritadi berulah dengan para teman cewek di kelas, semakin ku perhatikan semakin ku sesak, perih dan ingin ku cabik-cabik bibir tebal nya itu agar berhenti menggombali dan merayu setiap teman cewek yang genit di kelas.
Dan kau tau, kini dia sudah berhasil meluluhkan hati cewek tercantik di kelas kami, namanya Ningsih. Yah. . . Dia memang yang tercantik di kelas kami, dengan postur tubuh bahenol, putih bening, gigi gingsul dengan lesung pipi di dagu ciri khas nya. Tapi dia cuek, kutu buku, suka cari perhatian sih, banyak yang nembak dia tapi di tolak dengan alasan tidak selevel dengan ortunya yang memiliki bisnis sukses.
Tapi kali ini, dia tersenyum genit menanggapi setiap rayuan dan gombalan Khery. Yang entah apa yang mereka perbincangkan sehinga Ningsih berani merangkul lengan Khery dengan manja, dan. . .
Cup !!! Khery mengecup pipi Ningsih tepat di depan ku saat bersenda gurau dengan Jojo.
Deg. . . Ku lepaskan gulatan tangan yang sedaritadi masih saling beradu dengan jojo, ku lemas terduduk melihat itu semua.
"Jo, apa ini??? Apa yg guwe liat barusan Jo??? Guwe. . . guwe. . . hikst. . . Anterin Guwe ke perpus Jo. Plissss sekarang juga" aku masih terduduk lemas menatap mereka sementara temen-temen sekelas sudah ramai dengan dengan godaan ciye ciye ketua kelas kita pacaran ciye ciye akhirnya. . . Dan tampak ningsih terkejut dan memukul menepuk-nepuk manja bahu Khery di sampingnya.
"Chel, Jangan nangis. Guwe bakal benci elu seumur hidup guwe kalo elu nangis di kelas ini, come on kita ke perpus" Aku berjalan melewati mereka berdua dan seketika jojo memeluk bahu ku dari samping membuat ku terkejut menatap jojo seketika dan jojo mengedipkan matanya pada ku, ku coba memahami maksud dari pelukan nya. Jo. . . Thank. . . elu selalu paham isi hati guwe, elu selalu peka perasaan guwe.
Tiba di ruang perpus, Aku menutupi wajah ku dengan kedua tangan ku, aku menangis dengan isakan yang tiada henti. Sedang jojo menyodorkan segelas air putih dan mengosok-gosok punggung ku.
"Jo, bisa tinggalin guwe sendiri Gak? guwe malu mau liat mukak elu. . . elu pasti bakal ngetawain guwe habis ini kan. . . hikst hikst. . ." sungguh kali ini aku tidak bisa ngontrol air mata ini untuk berhenti. Apa yang ku lihat tadi masih membayangi di pelupuk mata, kenapa begini? kenapa aku menangis? kenapa perih, kenapa marah, kenapa ku ingin mencaci rasanya. Inikah cemburu Tuhan??? Tidak kah ini terlalu memalukan untuk ku akui.
__ADS_1
jojo masih saja setia menemani ku yang tidak jua berhenti menangis.
"Chella. . . Sejak kapan??? guwe mohon buka tangan lu, lu jawab pertanyaan guwe sebelum guwe bener-bener marah ke ellu" tegas Jojo.
Ku buka tangan ku yang sedaritadi menutupi wajah ku,
"Guwe. . . guwe. . . Hikst. . . hikst. . ." Rasanya seperti ada tulang ikan yang nyangkut di tenggorokan ku ini, sulit ku menjawab apa yang di tanya oleh jojo, hanya air mata yang terus mengalir di pipi. ku menunduk dengan tangis, Jojo memegang ke dua bahu ku dan meremasnya kali ini.
"Sejak kapan elu mulai suka dengan Khery si cowok narsis itu??? jawab gue. elu cemburu liat dia mencium ningsih tadi??? sejak kapan elu jatuh cinta sama si cowok narsis itu Chel??? jawab gueeee. . ." kali ini jojo menggertak bahu ku, dengan nada bicara yang sedikit lantang.
aku hanya bisa menangis dengan semua pertanyaan jojo yang sedaritadi terus menghujani ku. sekuat tenaga ku angkat kepala dan menatap nya,
"Jo, elu percaya jika ini memang rasa cemburu guwe??? bahkan guwe gak mau mempercayai nya begitu saja Jo"
Jojo hanya menatap ku dengan tatapan penuh rasa iba. . .
Next episode bakal lebih seru loh, jangan lupa bantu like dan komen ya readers 😘
__ADS_1