Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Fakta berbicara


__ADS_3

Hingga sampai dirumah. . . aku. . . tidak mampu lagi rasanya menopang kaki untuk terus berjalan menuju kamar.


Gubrak !!!


Ku banting pintu tertutup rapat.


Ingin ku menangis teriak sekuat tenaga, tapi ntah kenapa rasanya sesak dan menangis di hati. ini lebih menyakitkan, Mengingat apa yang ku lihat di taman tadi dengan jelas ku saksikan oleh mata dan kepala ku. . . Angga. . . dan mbak Ningsih. . . Tuhaaaan. . . aku menyesal tiada duanya, aku menyesal benar-benar ingin marah dengan diri ku pernah mencintai nya, pernah memaksakan diri untuk mempertahankan hubungan ku dengan dia. . . Bahkan aku sempat menentang ibu, karena telah melarang keras hubungan ku dengan Angga dengan alasan Angga bukan lah dari keluarga baik-baik. ibu takut Angga merusak ku dengan pergaulannya yang salah, meski aku tau dia anak broken home tapi dia selalu memperlakukan ku dengan lembut meski pada akhirnya lambat laun dia bersikap kasar dan mesum, aku masih bisa terima alasan ini untuk putus darinya. tapi tadi. . . dia bercumbu dengan mbak ningsih yang udah punya anak 2 dan. . . aaaargh. . . sudah bersuamiii. . . Sangat menjijikkan, terlalu rendah kau Angga. aku jijik mendengar nama mu saja.


Tok tok tok. . .


"Chella. . . Boleh ibu masuk. . .???" Ibu mengetuk pintu dari luar. aku tau, ibu sudah melihat ekspresi ku ini sepulang sekolah tadi. . . ini sudah pasti akan di bahas olehnya.


Aku membuka pintu masih dengan seragam sekolah nempel di tubuh ku.


"Loh. . . kok belum ganti baju. . . ada apa sayang??? hari ini kau terlihat begitu lesu" Tanya ibu sembari menyodorkan potongan buah Nanas kesukaan ku.


"Gapapa bu. . . Chella hanya. . . hanya sedikit. . . shock" jawab ku yang kemudian terduduk di pinggir kasur. Ibu mendekati ku, mengelus pundak ku dengan lembut, aku menunduk menahan sesak ini. ntah darimana ku mulai bercerita.


"Ada apa sayang, cerita sama ibu??? barangkali ibu bisa membantu mu, mmh. . . ibu lihat tadi, Ali mengantar mu pulang, kenapa tidak diajak mampir??? Apa kalian berantem lagi???" Tanya ibu panjang kali lebar.


"Bu, maafin chella. . . chella . . benar-benar minta maaf, maafin chella" aku memeluk ibu dan akhirnya. . . pecah tangis ku.


"Hey hey. . . ada apa dengan anak gadis ku ini??? Kenapa tiba-tiba begini???" Tanya ibu kebingungan.


"Bu. . . angga. . . angga dia. . . hikst. . hikst. . . angga dan mbak ningsih. .. tadi. .. huwwaaaaaaa" Aku terbata-bata semakin menangis tanpa henti.


"Ok pelan pelan. . . pelan pelan aja ceritanya ya. . cup cup cup berenti dooong nangis, jelek ah" Ibu berusaha menenangkan ku.


"Bu. .. angga dan Mbak ningsih tadi. . . Chella gak sengaja liat mereka. . . hikst. . . mereka bermesraan di taman Bu" Aku masih terisak tangis.


Ku lihat ibu hanya tersenyum menanggapi cerita ku,


"Lalu??? kenapa???"


"Iih ibu kok malah senyum santai sih, gak kaget kek atau apa gitu???" tanya ku kesal.


"Lah. . . kenapa ibu harus kaget??? apa yang kamu lihat tadi itu sudah bukan suatu kejutan lagi sayang, hahaha kakak sepupu johan tadi, menelpon. dan bercerita bahwa melihat mereka bergandengan tangan layaknya pacaran" Jelas ibu.

__ADS_1


"What??? beneran bu???" tanya ku dengan kaget.


Astaga. . . Kau memang cowok brengsek mesum gila dan konyol Angga. bathin ku kembali terkoyak. . .


Ibu menertawai ku, melihat ku menghenduskan hidung menahan emosi.


"Bu. . . maaf, dengan semua sikap chella dulu sudah membantah ibu untuk tetap bertahan dengan Angga, tak ku sangka dia. . . dia begitu bejat Bu. dan mbak Ningsih. . . mengapa dia Tega demikian" Aku masih terbawa emosi.


"Sudah. . . sudah.. . semua sudah berlalu kan??? yang penting sekarang Chella udah putus dengan angga, ibu sudah bersyukur sangat sayang, jangan lagi mudah percaya dan tertipu dengan kelembutan seorang lelaki. karena tidak semuanya itu tulus sayang" Jelas ibu dengan lembut . Aku jadi semakin merasa bersalah dan membenci diriku.


----------------


Sore ini, entah kenapa aku merasa jengah berdiam diri saja di kamar. aku semakin merasa sesak terbayang selalu wajah angga dan mbak ningsih, dari awal bagaiman kami kenal, dan kemudian aku menerima Angga jadi cowok ku, hah. . . ini semua seperti mimpi buruk.


Ddrrrrrrttt. .. . Ponsel ku bergetar, satu pesan di terima. Ali.. .


Bi. . . elu lagi apa??? udah baikan???


Aku tersenyum membacanya. Dia begitu perhatian terhadap ku. . .


Iya, gapapa kok. guwe udah baikan, mmh. . . temenin guwe yuk, jalan ke taman seperti biasa"


Wah dengan senang hati??? yuk gass. . . siap di jemput tuan putri ku. . . mmuach.


balasnya begitu senang.


Eh gak usah jemput. kita ketemu aja di taman tempat biasa.


Balas ku lagi.


Ok deh


Balas nya dengan singkat. haha. . . keliatan banged gak sabaran ni anak ya, pikir ku.


Tiba di taman, aku bertemu ali kemudian duduk berkeliling taman sebentar menikmati udara sore, agak rame anak-anak berlarian dan beberapa pasangan ada yang menikmati permainan bola, balon, dan gelembung-gelembung air. Ada beberapa pasangan suami istri dan anak-anaknya duduk melingkar di sebuah karpet, bercanda ria, wah. . . pandangan ini baru ku sadari, menyejukkan.


Ali menggenggam tangan ku, kemudian mengajak ku duduk di kursi biasa kami tempati, selalu terfavorit karena agak sepi terhalang beberapa gundukan pohon dan bunga. haha, bisa kau pikir dan bayangin sendiri kenapa ini tempat selalu jadi favorit ku dan Ali ketika berduaan.

__ADS_1


"Bi. .. tadi elu kenapa??? cerita dong na guwe" Tanya ali sembari mengelus-elus pipi ku.


"Aaaah elu. ntar guwe kalo cerita pasti di ketawain, atau bisa jadi elu ngeledek guwe habis-habisan" Jawab ku dengan cettus.


"Janji deh janjiii. . . kalo sampe ngeledek boleh deh guwe di hukum atau marah ma guwe" Jawab nya lagi.


"Tadi guwe. . . guwe liat mantan guwe, bercumbu mesra dengan sepupunya yang udah guwe kenal baik, mereka lebih mesra dari sekedar pasangan kekasih". Jelas ku.


"Lah. . . terus??? elu kenapa sampe semaput kayak tadi??? hahaha guwe pikir apaan. elu marah??? bukannya mereka ini sama dengan kita sekarang???" Jawab ali membuatku terperanjat.


"Li. . . ini bedaaaaa, sepupunya ini tetangga ku, sudah bersuami dan punya anak dua. . . di sekitar rumah ku saat ini sudah heboh kabar mereka berdua sering mesra-mesraan tau" Jawab ku dengan kessal.


"Lah ya biarin aja, toh mantan kan. . . emang kenapa??? kita juga begitu sering bercumbu mesra. padahal kita sepupu, jangan bilang elu masih cemburu??? Tanya ali dengan tatapan tajam.


"Iiiih apaan sih elu Li, siapa juga yang cemburu. cuma guwe jijik, nyessel pernah nerima dia jadi cowok guwe. sampe nekat ngelawan ibu waktu itu" Aku menunduk manyun. . .


"Oh. . . jadi dia nih yang menyebabkan elu gak menolak guwe gitu aja bi??? wah. . . jadi pengen marah nih guwe, bersaing ma cowok yang gak baik tapi berhasil ngerebut elu dari guwe" Jawab nya dengan senyum-senyum meledek ku.


"Iiiiiih Aliiii. . . apaan sih malah ngeledek gitu, tauk ah guwe males kalo gini, guwe mau pulang aja, percuma guwe ngajakin elu ketemu nambah kesel aja, dan. . . hati-hati ya, sejak kapan kita sering bercumbu mesra hah??? jangan ngaco deh. . ." Aku memukul-mukul Ali dan sesekali ku cubit, aku terus menggeturu tanpa henti.


Ali menangkap kedua tangan ku, dan menatap ku lembut.


"Bercumbu mesra sejak kapan??? ya sejak sekarang lah. . ." Kemudian Ali mengecup bibir ku dengan lembut.


Menarik leherku, memegangi kedua pipi ku, dan melumat habis bibir ku dengan mesra.


Aku melingkarkan kedua tangan ku di leher Ali, kami kembali berciuman, saling melumat, Saling mengecup mesra bibir kami. Tangan ali mulai turun meraba raba gundukan di dada ku, sesekali dia menciumi leher ku, telinga ku, kemudia ke bibir dan turun lagi ke leher.


Aaah. . . uummmh. . . ssssshhhh. . . aku mendesah di buatnya. sensasi ini nikmat, sangat nikmat. ntah darimana Ali mempelajari teori ini,


Aku melayang di buatnya.


Sesekali ali meledek ku dengan senyuman nakal, memberi gigitan kecil di bibir membuat ku geli mendesah. dia puas dengan hal itu,


Ah. . tuhan. . . lagi lagi dan lagi. . . kesempatan ini, membuat ku hilang kesadaran. kenikmatan setiap sentuhan dan kelembutan Ali, membuat ku gairah. seakan lupa, kami. . . kami hanya sepupu. tak peduli dosa apa yang akan tuhan voniskan nantinya,


Di tambah lagi. . . kepenatan dan kejengahan tentang Angga membuat ku membabi buta ingin meluapkan segala amarah ku. dan. . . ali. . . memberi ku kenikmatan ini. . .

__ADS_1


Aaaaakh. . . betapa sudah gila aku ini.


__ADS_2