
Sejak saat itu. . . Yah. . . sejak aku duduk di bangku SMA, hampir setiap hari aku bertemu dengan Pak Udin di kantin, ntah kenapa ini bisa terjadi begitu saja. Dan menyebalkan nya lagi, guru yang satu ini selalu menggoda ku di depan semua siswa saat di kantin. Terkadang aku memilih menahan lapar dan meminta maulida membelikan ku minuman saja, hanya karena tidak ingin bertemu pak udin. Sering ku dibuatnya salting, kadang pun sesak ingin menangis menahan kesal ku yang tak berujung.
Tapi jujur, saat dia tidak masuk di sekolah mengajar giliran aku yang kepo kenapa dia tidak masuk mengajar. Kau tau??? aku hampir tidak berani hanya sekedar keluar kelas atau duduk santai di Kursi taman halaman sekolah. Pak udin suka diam-diam memandangi ku, memanggil ku hanya dengan alasan konyol. Menyebalkan bukan. . .
Aku bersusah payah melangkah menuju ruang perpus dengan maulida, aku berlarian kecil menarik tangan nya. takut kalau-kalau saja akan bertemu pak udin lagi, Haha.
"Aduch Chel, pelan-pelan napa sih. Guwe ngos-ngosan loh, perut guwe kekenyangan nih tau" celoteh maulida pada ku.
Dan benar saja, kali ini aku dan maulida dipanggil Kepala sekolah ke kantor. Aku dan maulida sempat saling memandang, ada apa gerangan, bergegas kami berlari kekantor terdahulu.
"Setelah ini kalian pergi ke kantor kepala sekolah di SMP sebelah ya" sembari pak kepsek menyodorkan 1 amplop kepada kami yang berisikan permohonan kepada pihak sekolah kami untuk mengijinkan kami menjadi kakak pembina pramuka dalam acara lomba antar sekolah yang selalu diadakan setiap tahunnya. Ada rasa bahagia di hati ku, Yess. kau tau kenapa??? Dari sekian beberapa sekolah terdaftar SMP negeri dari SMA negeri tempat Khery sekolah.
__ADS_1
"Baik pak, terimakasih sebelumnya sudah mengijinkan kami libur sekolah untuk mengikuti acara ini" Jawab ku bersamaan dengan maulida. Lalu kami menuju ruang kantor Guru SMP tempat dulu kami menempuh pendidikan. Langkah ku terhenti sejenak, Maulida mulai tersenyum jahat memandangku.
"Kenapaaa. . . ellu takut yaa, mau ketemu pak udin??? hihihi" Ledeknya sembari tertawa cekikikan.
"Ih enggaaak. . . ngapain guwe takut? emang guwe salah apa ma guru nyebelin itu???" Sembari ku berjalan dengan setengah berlari maulida mengikutiku dari belakang. Dan benar saja, Pak udin sudah dengan songongnya duduk di kursi kantor menyeruput secangkir kopi di tangannya.
"Permisi, selamat siang pak. . . apa pak kepala sekolah ada???" Tanya maulida pada salah satu guru di kantor.
"Ada tuh diruangannya, tapi sepertinya beliau masih sibuk, tunggu aja dulu sekitar 30 menitan lah" Jawab pak udin sembari tersenyum genit.
" Oh ya udah pak tolong di sampaikan saja salam dari kepsek kami, kami bersedia dan sudah dapat ijin untuk mengikuti acara lomba pramuka antar sekolah nanti, permisi selamat siang" Kemudian maulida menarik ku keluar ruangan. Haahft lega rasanya, Maulida sontak menertawaiku terbahak-bahak tiada henti.
__ADS_1
------------
Tiba di hari perlombaan, aku dan maulida sibuk di dapur tenda. kami berbagi tugas dengan siswa siswi yang lainnya membuat hidangan teh untuk para guru pagi ini sebelum dimulai nya lomba. Dan benar saja, tampak Pak udin mulai narsis tebar pesona di sekolah SMP negeri, Secara.. . guru-guru cewek disini bening-bening dan masih daun muda. jelas saja matanya jadi biru gitu, umpat ku. Aku dan maulida menyuguhkan beberapa teh dan cemilan pagi untuk sarapan. pak udin kemudian dengan gesit mengambil sebuah gelas di tangan ku yang sudah berisi teh kemudian menyeruputnya.
"Slruuuuppppptf. . . aaaah. . . . Manis sekali teh ini, pasti chella yang menyeduhnya" Godanya. Sembari melirik ku, sementara maulida terbatuk-batuk aku mengumpatnya dalam hati, dassr guru gi**. Sengaja kan anda itu, untuk membuat ku malu. Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecut tanpa menolehnya, semua guru memandang ku dan beberapa ada yang ikut menggoda ku
"Wah. . . jangan-jangan ada cinlok di sekolah nih sebelumnya ,hahaha"
"Eit. . . jangan judes-judes gitu dong Chel masih pagi ini, harusnya senyuuum biar tambah manis kamu itu" Ya ampun tuhaaaan apa-apaan ini guru sih, ingin rasanya ku siram dengan teh panas ini. Seketika aku teringat Khery, Aku bergegas pergi tanpa peduli ocehan pak Udin yang tiada henti menggoda ku.
"Da, Guwe pengen ketemu Khery. Bukannya sekolahnya di sebelah ya??? " Tanya ku pada maulida. Maulida membalasnya dengan tertawa lagi,
__ADS_1
"Astaga. . . elu bener-bener ya, masa elu gak tau sih. Ini kan perlombaan besar yang diadakan setiap tahunnya, ini sekolah 1 halaman sama SMA negeri tempat Khery sekolah. sama kek sekolah SMA kita, otomatis semua siswa nya ya diliburkan lah, hahah kasian deh lu" Maulida terus menertawai ku. Yah. . . gagal lagi ketemu pujaan hati, sampai kapan kerinduan ini tertahan tuhan.
Malam terakhir acara ini, Kita semua berkumpul di halaman menikmati berbagai acara hiburan dan pengumuman kemenangan semua lomba. Ku lihat Kak iin, penjaga ruang UKS di Sekolah SMP ku dulu sedang senyam senyum memandang seseorang dari kejauhan mata memandang. ah aku jadi kepo, siapa dia??? aku mengikuti arah pandangannya, dan ternyata. . . So what??? pak udin??? ow ow jangan bilang kak iin suka beliau. Oh kasihannya kak iin jika memang begitu. hih secara. . . Aku hanya menggeleng-gelangkan kepala tidak habis pikir apa yang disukainya dari seorang Pak udin hah???