Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Tidak ada yang berubah


__ADS_3

Tidak ada yang berubah


Aku senyum-senyum sendiri di depan cermin, melihat tubuhku dengan seragam baru ku, yah. . . seragam SMA. Masa yang ku nanti-nati kan, semua cerita akan dimulai dengan lebih indah dan dewasa tentunya, hihi. Meski aku, tetap berada di lingkungan sekolah yang sama dengan sebelumnya, aku akan berusaha menikmatinya untuk mencapai cita-cita ku ingin menjadi seorang guru. huwaaw. . . jiwa mulia ini mulai lebay. haha


aku berpamitan pada ibu untuk berangkat kesekolah,


"Bu, Chella berangkat dulu" Sembari ku gandeng tas ku cium tangan ibu.


"Sayang, belajar yang baik, jadi lah murid teladan ya. masa SMA ini akan menjadi awal dari segalanya. kini, kamu sudah remaja, akan beranjak dewasa. mulailah mandiri, dan banggakan kami dengan cita-cita mu nanti, maaf kan ibu dan ayah tidak pernah mengijinkan mu untuk sekolah di SMA negeri. Tapi ketahuilah, dimana pun kamu akan belajar jika kamu serius dan ikhlas menjalaninya, kamu akan tetap suskes. tidak peduli dari kalangan Negeri atau swasta" ibu mengecup kening dan pipi ku, ku lihat matanya berkaca-kaca.


"Iya bu, gapapa. Chela akan membuktikan nya suatu hari Chella akan sukses dan membanggakan ayah dan ibu" Aku mencium balik pipi ibu.


"ya udah hati-hati ya Nak. semoga menyenangkan hari mu di sekolah"


--------


Tiba di sekolah, Maulida menyambutku dengan senyuman bahagia. Kau tau, hampir semua teman kelas ku di masa SMP kembali berasa di 1 kelas dengan ku, hanya jurusan kami saja yang berbeda.

__ADS_1


Aku, Maulida, Lucy, dan wati, kami berada di kelas dan di 1 jurusan yang sama.


ah sepertinya. . . kami sudah di takdirkan untuk menjadi sahabat selamanya. haha, bagaimana tidak. . . di SMA ini, hanya kami yang selalu jadi sorotan dari guru dan kakak kelas. Lucy di kenal sebagai ketua geng dari kami semenjak di SMP. Haha ini sangat lucu. Lucy yang bertubuh mungil ini, selalu lebih dewasa dari kami dalam menyikapi hal apapun itu, dan sifatnya yang sedikit tomboy dan tahan banting mentalnya, sepertinya layak untuk predikat ketua geng. hehe


Kami saling berkenalan satu sama lain dengan para siswa siswi lulusan SMP dari beberapa sekolah lainnya.


Aku duduk bermalas-malasan di kursi, kali ini aku duduk sebangku dengan Maulida. Sejak hari perpisahan kami semakin dekat, persahabatan kami semakin lengket bak prangko.


"Hah. . . bosannya, tidak ada yang berubah dari biasanya. Kita tetap berada di lingkungan dan sekolah yang sama, hanya tingkatannya yang berbeda bukan?" Keluh ku.


"Ciye yang mulai rindu. elu mah enak masih bisa via telpon, lah guwe??? "


"Yg sabar ya, haha Khery itu orang tua dan kakak-kakak nya sangat super ketat. Dia gak di bolehin pegang hp sampe lulus SMA. huwaaah kasian dia. . ." Maulida mengejek ku balik.


kemudian bel istrahat berbunyi, aku dan maulida bergegas ke kantin, rasanya. . . sesak. Yah, ini sangat sesak. Saat di SMP aku selalu bersama jojo, selalu ada hal lucu dan seru saat kami mengobrol di kantin, biasanya pun. . . khery selalu mengganggu ku, dengan berbagai keusilannya ketika itu. dan kini. . . semua hanya tinggal kenangan saja di sekolah ini.


Tidak ada yang berubah dari setiap sudut tempat kami bersama di masa SMP dulu, yang berbeda kali ini hanyalah. . . aku sendiri menikmati suasana ini.

__ADS_1


Hahft. . . Jo, andai kamu masih disini menemani ku, Khery. . . aku merindukan mu pula. aku berjalan terus dengan lamunan ku ini, bergandengan tangan dengan sahabat ku maulida.


Bugh !!! Aku kesandung sesuatu yang membuat ku hampir terjatuh, bersyukur maulida memegang erat tangan ku. Astaga. . . ku lihat Pak udin sedang berdiri tegak sembari membenahi dan membersihkan sepatu nya yang hitam mengkilat dari dekat.


Kenapa aku selalu berakhir ceroboh dengan orang yg menyebalkan lagi. Pak udin tersenyum kecut melihat ku, Hih. . . dasar guru songong. Mentang-mentang masih single, eh tidak. efek kelamaan jomblo nih ya makanya sok cool mulu tebar pesona sana sini, pikir ku.


"Maaf pak, Gak sengaja" sembari ku jawab dengan cetus aku berjalan melewatinya.


"hai pak udiiin ganteeeeng. . . " maulida menyapanya dengan centil. owh astaga, kau benar-benar gila sahabat ku.


"oh Hai, bagaimana kabar mu Chella??? kata pak udin tiba-tiba.


hei. . . apa aku gak salah dengar kali ini, seketika aku menoleh kebelakang kembali.


"Iiih pak udin, yang menyapa barusan sayaa loh bukan Chella. kok chella doang yang di tanyain kabarnya sih. . . aaaah gak adil deh" sela Maulida dengan manja.


aku hanya menatap pak udin dengan jutek ku, entah deh kenapa dari awal dia mulai masuk mengajar di kelas ku saat SMP aku sudah di buat nya kesal mulu. aku kembali menarik tangan maulida dan berlalu pergi, berlama-lama aku makin ilfil berdiri dekat dengan pak udin ini. Bagaimana tidak, dia selalu tebar pesona. Jutek, songong, sok paling cakep, padahal iya sih, sedikiiit hahaaa mentang-mentang dia lulusan terbaik dari kampusnya ketika itu. dan mengabdi sebagai guru komputer di sekolah ku saat SMP, dan sekarang saat SMA pun aku masih saja berpapasan dengan nya setiap saat. Oh tuhaaaan godaan apa lagi ini. . . .

__ADS_1


__ADS_2