
Liburan Semester ke dua telah tiba. . . yeaaay. . . gak terasa aku akan segera duduk di kelas 2 SMA. Aaaah senangnya. Aku sudah mulai menyusun beberapa kegiatan yang akan aku lakukan untuk mengisi kekosongan selama liburan. hihi. . . andai, aku udah punya pacar. pasti akan ku isi liburan ini dengan berkencan, aaaaah aku jadi malu membayangkannya saja. hahahaa
Tapi Realitanya selalu tak seindah ekspektasi kawan, nyatanya. . . selama liburan aku hanya bermalas-malasan di rumah, bantuin ibu masak sekedarnya, bangun selalu kesiangan, ngurung diri di kamar, nonton TV, dan begitu seterusnya. Membosankan bukan???
Sesaat ku berpikir mau apa ya, untuk mengisi hari libur lebih aktif dan menyenangkan??? Ah ha. . .
ku cari ibu sekeliling ruangan, ku lihat ibu sedang membersihkan halaman rumah.
"Bu, boleh gak chella ikut kursus bahasa inggris??? sekedar menambah pengetahuan saja bU. .. boleh ya, chella bosan sangad lah di rumah terus selama liburan aja deh bu. .. janji" bujuk ku merengek pada ibu.
"mmh. . . boleh. . . kalo kamu mau, nanti biar ayah mengabari temannya. Kebetulan lagi buka program kursus bulan ini" Jawab ibu sembari memotong rerumputan di halaman rumah.
"Huwaaaah makasih bU. aku saaaaaayang ibu, mmuach" aku memeluk ibu dan mencium pipinya kemudian berlari ke kamar kembali.
Drrrt. .. Hp ku bergetar. Ku buka pesan, dan. . .
***Hai nona manis, bagaimana hari liburannya*? Mr. X**
aku membalasnya seadanya. Selama liburan ini, kami semakin akrab. kadang kami saling curhat baik di telpon atau di pesan, bahkan kami tidak pernah bosan dengan obrolan dan pembahasan hal-hal konyol yang gak masuk akal. aku selalu dibuat nya tertawa, meski. . . kau tau. . . hingga kini, aku tidak pernah tau bagaimana wajah asli sosok Mr. X ini. sesekali kami saling menasehati dan bertukar pikiran. Anehnya, saat kami berbicara via telpon di malam hari dia selalu bertanya dengan nada sedih dan helaan nafasnya terdengar panjang.
"Neng, andai kamu tau aku yang sebenarnya. Akan kah kamu tetap seperti ini berteman dengan ku???" Pertanyaan itu selalu mengganggu ku. Kadang aku berpikir buruk, bagaimana jika dia seorang mafia, seorang pemabuk atau penjahat yang diam-diam mau jadiin aku mangsa? aaah tidak. jika memang demikian tidak akan selama ini kami berteman. Bahkan dia tidak pernah meminta ku untuk bertemu,
__ADS_1
Drrrrt. . . Kembali aku di kejutkan dengan suara getaran Hp. Pesan singkat dari sepupu ku amelia,
"Woey, guwe mau curhat. sini kerumah guwe"
Ish ni anak ya, dia yang mau curhat kenapa jadi guwe yang kudu nyamperin.
"Elu dong yang kerumah, males banged ni guwe lagi mager" balas ku.
"Eh guwe punya banyak cemilan dan es krim" balasnya kemudian. dan waaaaw, gasss segera. eh tapi aku lagi mager banged. Aaah sudah lah, aku juga bosan dirumah terus. Aku menguncir rambut ku, dengan celana berwarna hitam selutut, dan baju berwarna pink soft. aku menggandeng tas ku di bahu,
"Bu, Chella main kerumah amelia mau makan-makan" Pamitku sembari ku ambil sepeda dan mengayuhnya
"Hati-hati sayang, jangan lama-lamaaa" jawab ibu ku setengah teriak.
Di perjalanan, aku sempat berpikir Ah rindunya pada Ali menuju rumah amelia. secara rumahnya berdampingan, tapi sayangnya Ali masih di bandung. Tiba dirumah amelia, aku langsung menuju kamarnya.
wah sepi bener ini rumah, pada kemana ya bu de dan pak de.
Ku ketuk pintu kamar amelia, dan membukanya.
"Elu ni ya, emang kaki lu gak bisa ya jalan atau terbang kek sekalian kerumah guwe" Cetus sedikit manyun. ku lempar tas di kasur amelia. ku hempaskan badan ku bersandar pada tembok kamarnya, sedang amelia tersenyum nakal dan sibuk utak atik hp.
__ADS_1
"Napa lu senyum-senyum ah??? mau curhat apaan??? punya cowok baru lagi???" Tanya ku kemudian.
"Yuk ah ke ruang tv aja. kita sambil nonton drakor gimana? mumpung rumah guwe lagi sepi nih bo-nyok pada keluar ntar sore baru balik" Ajak nya sembari kami berlalu keluar ruangan menuju ruang tv. Dan Kyaaaakkkkkkrght. . . Aku di kejutkan oleh sosok yang sudah berdiri di ruang tv dengan senyuman khasnya. hampir loncat keluar inu mata dan jantung ku dari saking kagetnya,
"Aa. . . ALI???" Tanya ku dengan gagap.
"Surprice. . .. . haha, ciyeee seneng kan eluuu" Teriak amelia dengan girang.
Terkampret emang, sengaja kan semua ini??? Umpat ku dalam hati. aku salting kebingungan.
"Yaudah deh kalian ngobrol puasin kangen-kangenan berdua" Kata amelia. Hello yang bener aja kangen-kangenan. sontak ku lirik tajam amelia dan dia pun berlari menuju kamar.
"Bi, apa kabar??? lama tidak berjumpa. kangen gak ma guwe??? boleh peluk???" tanya nya. So what??? sejak kapan ni anak berani gini??? hwah .. . sekolah di kota besar jadi merubah mental nya ya.
lama kami berbincang saling bercerita tentang sekolah kami masing-masing.
"Bi, gimana perasaan bibik ma ali sekarang??? Guwe sudah tau semuanya dari kak amelia" Jelasnya tiba-tiba. Yah benar, aku memang pernah mengutarakan rasa suka ku terhadap ali pada amelia. Tapi itu dulu, Aku menjelaskan nya bahwa itu dulu sebelum aku sadar bahwa kami hanyalah sepupu. Dan kau tau? Bagaimana ali tidak percaya hal itu. lama kali saling memandang. Ntah siapa yang memulainya duluan dan sejak kapan, bibir kami sudah saling bertemu. sejenak aku memejamkan mata, kemudia tersadar dan mendorongnya.
"Kenapa bi??? Maaf. jika ini tidak nyaman untuk mu, tapi guwe ingin tau bagaimana hati kita sebenarnya saat ini" Jawab ali dengan lembut sembari mengusap pipi ku.
"Ali, kita ini sepupu. ini gak bener, apapun perasaan kita tetap saja gak boleh" bantah ku.
__ADS_1
"Bi. . . plis, hanya dengan cara ini kita akan tau getaran hati kita bagaimana satu sama lain" Woaaah undang-undang darimana ini??? ini sangat buruk, tapi ntah setan darimana yang mempengaruhi ku kembali kami berciuman. Ali terus saja mengecup dan mengulum bibir ku dengan lembut, kini lidahnya sudah memenuhi rongga mulut ku, oh tuhan serasa ada aliran listrik dalam diri ku ini. tubuhku bergetar hebat, Ali sudah lihai dalam hal ini. Aku terengah-engah dibuat nya, sangat manis. Aaah ini ciuman pertama ku. tapi kenapa harus dengan ali???
Penasaran adegan selanjutnya??? haha jangan lupa like nya ya.