Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
My Sweetseventeen


__ADS_3

My Sweetseventeen


Kini usia ku menginjak 17 tahun. usia yang dimana selalu di nanti oleh para gadis remaja seperti ku, ah .. . senangnya, semua kisah akan dimulai dari sini. aku mengadakan pesta sederhana yang sudah di rencanakan dari jauh-jauh hari, sureprice dari ayah dan ibu ku, aaaah bahagianya. . . .


Ku undang beberapa teman dekat saja, Meski sederhana acara ini berjalan cukup meriah. kita happy fun, kita bersorak ria makan-makan dan saling lempar dan mengolesi cream kue tart. kini wajah ku sudah di penuhi dengan cream, ini semua kerjaannya si jojo. huuhft. . .


sayangnya, Irul tidak bisa hadir. dia harus menemani adiknya yang tiba-tiba masuk rumah sakit.


Anehnya, aku biasa saja dengan ada atau tidak adanya dia sama saja bagi ku. aneh bukan???


Begitu banyak kado yang teman-teman berikan, namun hanya 1 kado yang membuat ku menitikkan air mata hingga kini, sebuah diary. . . yang bertuliskan Kelak, ketika guwe udah gak bisa lagi ada di samping elu, atau kita terpisah jarak yang tak memungkinkan, jangan pernah bersedih. ungkapin segalanya lewat tulisan, sampai hati elu tenang, ok. . . senyum dong jangan galau-galau lagi.


Terimakasih Jo, Guwe tau ini kado special dari elu.


----------

__ADS_1


Tiba di sekolah, aku toleh kanan kiri mencari sosok irul. kemudian dari arah belakang ku terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat.


"Happy B'day. . ." Dengan senyuman sok manis menatap ku. Yah. . . khery. tadinya ku pikir irul lah yang akan menyambut ku, aku menatap nya sejenak lalu ku palingkan wajah tanpa babebo lagi, aku menjauh dari Khery. Khery terus mengikuti ku dati belakang sembari terus memanggil ku, sampai di dalam kelas. . .


"Sureprice. . . Happy b'day cinta kuh, sweety ku, Chella ku. . ." ooowh so sweet Irul menyambutku dengan sebuah boneka lucu berwarna pink beserta rangkaian bunga mawar yang indah. aku tersipu malu dibuatnya,


"Aaaah. . . romantis banged siiih, makasih ya" balas ku dengan manja. aku tidak lagi peduli ledekan teman-teman sekelas yang mulai godain. ciye ciye. . . jadi iri.


Tapi jujur, hati ku tidak lagi bergetar hebat dengan apapun yang Irul lakukan. aku justru terkadang selalu mencari cara untuk bersembunyi dan menghindarinya. Irul mulai sadar akan hal ini, tapi tak sedikitpun dia memulai untuk mendette ku.


Aku tetap berusaha menghindar setiap kali Khery berusaha menghampiri ku, sampai akhirnya entah apa yang membuat nya seberani itu. Dia menarik tangan ku sangat kuat,


"Aww. . . sakit, apaan sih? lepasin gak???" aku meronta untuk bisa lepas dari tangannya. tapi semakin kuat saja cengkraman itu,


"Chel, guwe perlu ngomong sama elu. Pliss jangan ngehindar dari guwe lagi. Pliss chel. . ." pinta Khery dengan tegas.

__ADS_1


"Gak. Guwe males, gak ada lagi yang harus guwe dengerin dari elu. lepasin tangan guwe, lepassin" Aku terus berusaha melepaskan diri.


"kali ini guwe gak mau ngalah lagi chel, guwe perlu ngomong ke elu sekarang juga" bantahnya.


"Khery, Guwe muak dengan sikap elu yang kasar kek gini, apapun yang mau elu omongin guwe gak mau denger, guwe gak peduli lagi ma elu, guwe jijik sama elu, ngerti???" Aku semakin meronta dengan keras. Perlahan, cengkraman nya mulai melemah.


"segitunya elu ma Guwe chel??? Sampai guwe sehina itu sampai elu muak dan jijik ma guwe. . ." Khery menunduk lesu tampak ada kekecewaan dari wajahnya.


aku berlari keluar menuju taman dengan tetessn bening yang terus mengalir membasahi pipi tiada henti. aku terhenti di bawah sebuah pohon rindang, ini ada lah tempat favorit ku menyendiri. Aku menangis tiada henti, ini benar-benar menyesakkan Tuhan aku tidak mampu menahan sakitnya hati ini. apa yang guwe omongin ke khery tadi, itu bukan dari hati guwe. . . maafin guwe Khery.


"Chela. . ." terdengar suara lembut Irul dari belakang. Sontak ku berbalik dan memeluknya, aku luapkan semua tangisan ku. irul hanya diam dan membelai rambut ku, kemudian Cup. . . dia mengecup lembut kening ku. aku semakin menjadi-jadi terisak tangis.


Pov Khery


Guwe gak nyangka Chel, Guwe sehina itu di mata elu. sampai elu jijik dan muak ma guwe, guwe tau chel ini salah guwe. guwe yang memulainya, tapi apa elu tau??? sengaja guwe lakuin ini untuk mendapat perhatian yang lebih dari elu chel, tadinya guwe pikir elu bakal berani ngelabrak guwe atau bahkan sekedar tanya kondisi dan kabar guwe setelah berapa hari guwe gak sekolah. Guwe tau elu udah jadian ma Irul, guwe sakit Chel tau hal ini. elu sama sekali gak peduliin guwe, sekeras apapun guwe berusaha mancing amarah elu. elu tetep diemin guwe, bukan guwe banged harus bersikap genit ma semua temen cewek di kelas. tapi ini demi elu, demi elu chel. . .

__ADS_1


__ADS_2