Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Kembali ke dunia Maya


__ADS_3

Untuk menghibur diri ku sendiri, menghindari pemikiran ku tentang Ali yang kini sudah benar-benar berakhir. . . Aku mencoba on kembali di facebook ku. Sedang asyik utak atik scrol beranda ku, Dudut menyapa ku di mesenger.


Hayooo mulai on lagi. . .


Haha lagi bosan nih, (Balas ku)


Bosan apa galaaau???


Haha galau karena jomblo kelamaan (balas ku)


Lama tak ada balasan lagi, aku kembali scrol beranda facebook ku.


Beberapa menit kemudian muncul notif permintaan hubungan status dari Dudut untuk ku.


Aku melotot menanggapinya,


Oh tuhan. . . apaan sih??? tiba-tiba??? bikin kaget aja.


Aku senyum-senyum sendiri dan sedikit gemetar ku tekan logo terima.


Klik !!! Dudut menjalin hubungan berpacaran dengan Michella Flower.


So what??? baru saja berlalu 1 menit, semua teman di facebook ku yang ntah darimana saja, memberikan komentar ucapan selamat. Ada juga dari beberapa teman Dudut di facebook memberikan berbagai macam ledekan di komentar.


Seketika notif facebook ku ramai, aku sedikit tergopoh-gopoh untuk membalasnya satu per satu.


Gila. . . ini gila. Bukan kah ini hanya dunia maya??? kenapa jadi alay begini semua komentar sih. . . Pikir ku.


Aku mengirim pesan pribadi pada Dudut, dengan tangan yang masih gemetar.


Kau tau, dudut menanggapi nya dengan terus tertawa tiada henti.


Gapapa kan Chel, hahahaha jujur guwe udah dari lama loh ingin mengirimkan persetujuan ini.

__ADS_1


Hanya saja guwe sedikit ragu, guwe gak mau di bilang cowok yang ambil kesempatan di dalam kesempitan.


Ku baca ulang semua tanggapan dia ini, ini terlalu mendadak. membuat ku tak mampu berpikir jernih meski ini hanya sebatas dunia maya saja.


Meski selama ini, dia begitu perhatian, dia baik, dia selalu peka, selalu ada, dan dia. . . selalu pandai memberi suport, hangat, dan humor. Ini yang membuat ku nyaman meski dia hanya sebatas bayangan.


**Mmh. . . tapi, bagaimana dengan cewek elu disana???


Meski hanya di dunia Facebook, guwe gak mau ngebebani dan mencari masalah.


Hey, maksud elu apaan sih??? udah lah santai aja. guwe emang banyak punya temen cewek tapi cuma temen. beda ma elu. . . hehe**.


Entah kenapa membaca semua chat dia di ponsel ku, sedaritadi tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri. Ada rasa bahagia hadir menerpa sekujur tubuh ini, rasnaya ingin loncat kegirangan.


Haha konyol bukan??? ini hanya dunia facebook, dunia maya, bayangan semu, semua yang ada di dalamnya banyak kebohongan dan modus tertentu. Tapi kali ini, tidak. . . aku merasa ini beda. ini benar dari lubuk hati kami.


--------------


Bertambah hari, bertambah minggu dan bertambah bulan, aku dan dudut kian semakin serius layaknya orang pacaran di dunia nyata. kami saling mengirim foto, video, bahkan harus saling jujur sedang apa dimana bersama siapa hingga rasa cemburu diantara kami, pertengkarana dan rasa posesif mulai muncul menghiasi hubungan palsu ini.


Anehnya, sejak menjalani status hubungan pacaran dengan dudut aku jadi lebih fokus pada hubungan ini saja. Beberapa kali aku menolak cinta cowok yang jelas nyata di hadapan ku, tapi aku tetap memilih mengakui Dudut sebagai pacar ku saat ini.


Setiap hari aku merasa Dudut ada di samping ku layaknya pacaran yang nyata, bahkan ketika di sekolah aku dengan bangga nya sok mengakui bahwa aku sudah tidak lagi jomblo dong.


" Ciye. . . bahagia banged lu ya " Maulida menyapa ku.


" Ih syirik aja lu, hahaa kasih dong kesayangan elu ini sekali-kali ngerasain jatuh cinta" balas ku.


" Iya deh iyya. . . Habisin tuh kasmaran elu. jangan bagi-bagi ke guwe, hehe. Eh tapi . . . guwe denger hari ini Ali mau jemput Wati pulang sekolah. Elu udah tau kan???" Seakan aku tak percaya dengan apa yang maulida bicarakan ini.


"Oh ya. . . beneran??? aaah. . . hehe. . . iya guwe. . . tau kok. . . mmh. . . ya udah lah biarin aja mereka bukan urusan guwe" Cetus ku sedikit gelagapan, membuat maulida memandang ku heran.


Jujur. . . aku. . . aku sedikit terkejut. Ternyata, mereka tetap lanjut berkomunikasi dan tentunya. . . ih. . . pasti deh wati bakal heboh sengaja terus di depan ku. Aaaaaaaaarght. . .

__ADS_1


Pelajaran terakhir usai. Maulida tiba-tiba menarik ku dan terburu-buru menuju pintu gerbang sekolah.


"Aduh, apaan si Da. pelan dooong. . ." Aku sedikit terpontang panting mengikuti maulida yang setengah berlari terburu-buru.


Tiba di pintu gerbang, ingin rasanya aku pergi begitu saja berpaling dari sosok yang berdiri di depan sana.


Yah. . . Ali. Kini dia sudah berdiri dengan cool di depan sana, dengan penampilan nya yang selalu menawan. Kau tetap selalu tampan dan menawan Ali. . . pikir ku dalam hati.


Sejenak kami saling memandang dari kejauhan, maulida menyenggol bahu ku.


kemudian ku dengar suara Wati setengah berteriak dari belakang ku.


"Ali. . ." Suara Wati terdengar sengaja dibuat buat sok lembut sembari melambaikan tangan pada ari.


aku menolehnya, namun wati menghindari tatapan ku.


Kemudian mereka sudah bertemu dan berdiri berhadapan, saling tersenyum penuh arti, ku lihat ini bukan seperti Ali yang dengan gampangnya begitu genit pada Wanita selain aku. Aku tau itu, tapi kali ini. . . aku kesal dibuatnya.


Oh, jadi ini yang kau bilang penyesalan untuk ku Ali???


tapi kenapa??? kenapa kau begitu terlalu bersikeras untuk membuat ku cemburu, melalui wati. . . wati. . . dia. .. dia teman ku, tau kah kau itu Ali???


Kesengajaan mu ini, membuat ku muak. semakin muak lagi ketika ku lihat wati berani mengusap mengacak-acak rambut ali.


Aaaaaaaaarght brengsek kau wati, rambut itu milik kuuuuuuuu. . . jangan kau coba merebutnya dengan cara mu yang genit itu.


Bathin ku mulai berontak ingin rasanya aku berlari menghampiri mereka, namun. . .


Maulida menepuk bahu ku membuat ku tersontak kaget menoleh nya.


" Elu percaya aja, ini akan jadi yang terbaik buat elu dan Ali. elu harus rela dan ikhlas meski guwe tau hati elu hancur menyaksikan mereka Chel. tapi apa yang bisa kalian lakukan untuk kedepannya???"


Maulida menatap ku dengan tajam, mata ku mulai berkaca-kaca. . . mendengar ucapan maulida begitu sakit menusuk relung hati ini, meski bahkan sampai detik ini aku tidak pernah tau. . . dan menyadari. akan arti nama Ali di hati ku, yg ku tau yang ku rasa hanyalah. . . aku. . . . aaaaaarght ntah lah. kenapa ada rasa tidak rela disini tuhan???

__ADS_1


__ADS_2