Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Suatu Kebetulan


__ADS_3

Pov Pak Udin


Chella. . . aku sudah meyakini hal ini sebelumnya, ketika aku mengakuinya, mengakui kebenaran di balik nama Mr. X yang tak lain adalah aku, kamu akan menjauhi ku kembali. betapa ini ku sesali, tidak bisakah hanya sekedar menjadi teman? meski dulu aku adalah guru mu. hanya sekedar guru komputer bukan? aku benar-benar menyesali ini semua. kenapa kau begitu sulit memahaminya chella, salahkan aku yang dulu guru mu hanya ingin kita berteman layaknya kau dengan teman lainnya. Tak ingin aku membatasi hubungan guru dan murid. Tidak !!!


andai kau mengerti chella. . .


-----------


Sepulang sekolah, aku selalu melewati rumah sepupu tertua ku. mbak Ratna. Dia sepupu ku yang paling tidak pernah akur dengan ku, entah apa penyebab nya. selalu ada hal kecil yang menjadi perdebatan diantara kita dan akhirnya cekcok adu mulut tanpa henti. tapi dia baik, dia ramah.


Hari ini dia sedang asyk ngobrol amelia, ini kali pertama semenjak sekolah SMA baru bertemu dengannya.


"Hey, chella. sini lu, sebentar" Sapanya tiba-tiba. aku menghentikan langkah ku.


"eh mbak ratna sehat? tumbenan keliatan nangkring depan rumah" Dia mengacuhkan tanya ku.


"Elu punya guru yang namanya Udin ya?" Tanyanya tiba-tiba.


Degh !!! Aku tercengang, aku kaget, darimana dia tau??? heeeeery kenapa harus kaget kan? wahai hati kuuu. .. . sabar sejenak pikir ku.


"Eh iya dia guru guwe sewaktu di bangku SMP, kenapa mbak?" tanya ku lagi.

__ADS_1


"Oh enggak, ganteng bgt ya dia ini semalem kerumah ku nganterin cowok yang lagi ngejar-ngejar aku. tapi dia diam-diam suka ma aku loh, sampe rebutan mau berantem ma cowok yang PDKT ma aku, kebetulan masih sahabat" jelasnya dengan penuh percaya diri.


"Oh lalu??? kenapa cerita ma chella??? percuma juga kalo mau minta tolong ma chella" jawab ku kemudian.


"Titip salam dong ah, sama dia. . . secaraa elu kan 1 sekolah ma dia ,pasti besok ketemu. dan elu. . . harus tolongin guwe deket ma dia, okeh" pintanya dengan centil. ku lihat Amelia hanya memandang ku dengan penuh heran. Ntah kenapa, ini seperti suatu kebetulan lagi untuk ku. Di sekolah tadi aku sudah memberi peringatan tegas untuk pak udin. untuk jangan lagi mengganggu ku, sementara disini. . . kakak sepupu ku memintaku secara tidak langsung menjadi mak comblang untuk nya. Aaaaarght sial !!!


-----------


Benar saja, siang ini di sekolah aku bertemu Pak udin di kantin. ku lihat dia terus saja menatap ku, teringat akan pesan dari mbak ratna, kakak sepupu ku. aku mulai bimbang dengan langkah apa yang harus ku ambil. Meski diantara kami tidak pernah akur, dia selalu merasa aku adalah saingannya dalam perihal cinta, walau bagaimana pun aku tetap ingin membantunya. Aku memberanikan diri menghampiri pak udin di kantin,


"Pak, ada salam. . ." Sapa ku dengan cetus. Sementara dia tampak tersenyum puas karena aku menghampirinya.


"Pak. . . ada salaaam. ish. . . malah bengong" Sapa ku lagi.


"Dari mbak ratna. katanya kemarin malam bapak kerumah dia bertamu, waaah calon kakak ipar nih" Ledek ku memberanikan diri.


"Ratna siapa ya?" Tanya nya dengan ekspresi heran. Hih dasar narsis. bilang aja elu seneng, GR kan dapat salam dari sepepu ku, mbak ratna. rasanya ingin langsung menggertaknya dengan omelan-omelan ku ini.


"Hih sok gak kenal. mbak ratnaaaaa angela" tanya ku dengan nada lantang. Dia masih tampak berpikir,


"Oh. . . angelaa. wah kebetulan sekali ya. Coba aja aku tau dia sepupu mu, aku pasti bertanya dimana rumah mu dan bertamu kesana" Jawabnya dengan senyum sumringah.

__ADS_1


"eeeeh appa'an sih, orang serius juga. Ntar malem bapak diminta kesana lagi untuk bertamu" Jawab ku kemudian, oupz. .. aku berbohong kali ini.


"Ya ampun tuhan, apaan ini??? aku kesana cuma jadi obat nyamuk chella. aku kesana cuma sekedar menemani teman saya, si Zay. bukan secara pribadi, gimana ceritanya coba kenal aja baru malam itu" Jelasnya dengan panjang kali lebar pada ku. aku hanya menatapnya dengan tajam, lalu ku pergi begitu saja. aku mulai berpikir keras, apa sebegitu suka nya mbak ratna terhadap pak udin, sampai dia berbohong pada ku. astaga tuhaaaan. . . aku kesal dengan permainan ini.


waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 Wita. pikiran tentang mbak ratna dan pak udin masih belom juga menghilang dari pikiran ku.


Drrrrrr. . . ku lirik hp di samping ku, satu pesan tlah di terima, from Mr. X


Aku melotot dan bergegas membukanya.


Malam ini aku boleh bertamu gak? kebetulan aku lagi dirumah mbak mu angela. males jadi obat nyamuk disini.


so what??? aku yakin ini hanya akal-akalan dia. ku abaikan pesannya, dan telpon keponakan ku chika yang kebetulan sedang bermain disana.


Chika, elu masih dirumah mbak ratna kan???


dua orang yang bertamu disitu sekarang masih ada gak??? tanya ku via sms.


iya masih. kenapa??? ciye. . . pasti salah satunya cowoknya aunty ya??? semua ganteng. tapi yang satu kok mirip guru ku ya, pak udin. Balas chika.


kebetulan chika sedang duduk di kelas 2 SMP tempat ku dulu menempuh sekolah.

__ADS_1


dan. . . benar bukan, ini hanya permainan pak udin saja. tapi. . . ntah kenapa, ada rasa sedikit cemburu dalam hati ku. ah, ini tidak benar.


__ADS_2