Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Perpisahan Termanis


__ADS_3

Perpisahan Termanis


"Enggak. ibu gak setuju kamu melanjutkan sekolah di SMA negeri. Bagaimana dengan nasib keteladan mu di bidang agama nanti, Ini sudah jadi impian kakek mu. Beliau ingin kamu seperti ibu di masa muda dulu, kamu harus bisa seperti ibu" Ibu terus membantah permohonan ku untuk melanjutkan sekolah ke SMA Negeri. Hah. . . kau tau??? kekonyolan sesaat ini hanya akan membuat ku gila. setelah ku tau Khery akan melanjutkan sekolah di SMA negeri, aku pun ingin. Paling tidak, aku terpisah dengan jojo, khery masih bersama ku mengisi hari-hari ku.


"Ayo lah Bu. . . Plis, rayu ayah untuk mengijinkan ku lanjut sekolah di SMA negeri, yah yah yah. . ." Aku terus merengek manja pada ibu di dapur.


"Bahkan ayah juga melarang mu untuk lanjut sekolah negeri. Atau, kau berhenti saja melanjutkan sekolah. diam dirumah, seorang wanita setinggi apapun pendidikannya tetap akan diam sebagai ibu rumah tangga dan masak di dapur" bantah ayah dengan marah.


Sungguh, ini sangat menyakiti ku. mengapa mereka selalu seenaknya, tanpa berpikir bagaimana posisi ku. Ayah, akan ku buktikan nantinya jika aku bisa membahagiakan mu dengan kesuksesanku.


"Cukup Mas, Jangan kau samakan anak kita dengan jaman kita dulu. dia anak kita satu-satunya, dia harus sukses. bagaimana bisa kau berpikir sekolot itu hah??? Ibu mulai membantah ayah dengan nada lantang. Dan. . ini yg ku benci dari mereka. selalu tidak bisa dengan damai dan berpikir maju. hanya pertengkaran diutamakan. Aku berlalu pergi menuju kamar ku banting pintu dengan keras sementara mereka terus saling menyalahkan.


Tin tin. . . Terdengar suara klakson motor dihalaman rumah. Sementara mereka terus cekcok aku keluar membuka pintu, ku lihat jojo tersenyum berdiri di halaman rumah.

__ADS_1


"Eh jojo, tuuumben. . ." Tanyaku dengan nada lantang untuk mengalihkan perdebatan ayah dan ibu. Seketika mereka terhenti dan menemui jojo bersamaan,


"Eh Nak jojo, sini sini masuk. Kamu sudah makan sayang???" Tanya ibu dengan ramah sembari menarik tangan jojo untuk masuk.


"Jojo, lama tidak kemari. apakah sudah bosan bertemu om disini??? Ledek ayah sambil tersenyum


"Eh. . .. tidak, om. tanteee. . ." jawab jojo sembari memanggil menghentikan ibu.


"Saya kesini, mau berpamitan" Sontak ayah dan ibu terdiam heran. Dan aku. . . mulai terduduk lemas, menutupi wajah ku dengan kedua tangan ku. aku mulai menitikkan air mata,


"Ah ,kenapa secepat itu Nak??? Chella sudah bercerita. kami turut sedih, semoga ibu mu di beri umur yang panjang dan lekas sembuh ya" Jawab ibu dengan sedih sembari memeluk jojo.


"Nak jojo, sangat di sayangkan kamu harus jauh dari kami. jangan pernah lupakan kami, kau tetap anak laki-laki kami, kakak untuk chella selamanya. jangan pernah putus komunikasi saling mengabari nanti ya" jawab ayah dengan helaan nafas panjang. Aku hanya bisa terisak tangis dengan ini semua. Dan jojo sudah berpamitan dengan semua teman-teman di kelas, termasuk maulida. Maulida bukan lagi sekedar menangis, tapi dia terus menyalahkan dirinya atas perasaannya pada jojo yang terpendam selama ini. Jojo terus meyakinkan dan berjanji akan tetap berkomunikasi dengan nya via tlp.

__ADS_1


----------


Malam puncak acara perpisahan, seluruh orang tua murid tampak hadir tanpa terkecuali, dengan orang tua ku juga. sementara aku di belakang pentas, terus memandangi kertas formulir sekolah SMA swasta yang tak lain, masih tetap berada di halaman sekolah Ini. Masih di suasana yang sama tentunya, lalu selanjutnya, bagaimana aku akan melewati ini semua sendirian dengan semua kenangan dan cerita bersama mereka, orang-orang yang ku sayang. Jojo, Khery. . . Dan ku dengar kabar dari sepupu ku amelia, Bahkan Ali pun akan melanjutkan sekolah SMA di luar kota karena dia mendapat bea siswa keteladanan nya di dunia olahraga, aku turut bangga namun sesak. Tanpa sadar air mata ini mengalir dengan derasnya,


"Chel. . . Guwe. . . minta maaf ya, jika selama elu sekelas dengan guwe, guwe selalu nyakitin elu, sekarang. . . elu gak bakal lagi ngerasa jengah, marah, dan muak dengan tingkah laku guwe. Jangan pernah ngebenci guwe chel. . ." Khery tampak begitu sedih menatap ku dengan lembut. ku tau kali ini dia tulus, dalam hati ku menjawab nya guwe gak akan pernah lupain elu Khery. terimakasih dengan segala kenangan indah, terlalu indah buat ku.


Aku hanya menjawab nya dengan anggukan tangis, lalu dia berlalu pergi dan ntah kenapa lagi-lagi dia selalu bernyanyi lagu band NOAH yg berjudul mungkin nanti. Ku dengar Jojo sedang membaca puisi tentang perpisahan dan mengenang semua kebaikan teman-teman dan ucapan terimakasih untuk Guru. Aku berlari menuju sudut pentas, di situ aku sudah menemui maulida yang terisak tangis hingga membuat nya sesak. Ku peluk erat tubuhnya yang terus saja menangis, tak tahan rasanya kami mendengar getaran suara Jojo. ku tau dia menangis dan meresapinya, semua hanya akan tinggal kenangan semu. semua akan berlalu begitu saja, Sedang irul. . . dia menemui ku lalu berjabat tangan dengan senyuman manis. Terimakasih Irul, elu bakal jadi satu-satunya lelaki paling terindah dengan semua perasaan tulus elu ke guwe selama di sekolah ini.


Kami semua saling berpelukan, meminta maaf, dan mendoakan, berjanji untuk saling sukses, berharap kelak. . . ketika kami berjumpa kembali, kami akan tetap menjadi teman yang baik, saling bertegur sapa saling berbagi cerita, dan. . . menjadikan ini bukan perpisahan akhir dari segalanya. melainkan perpisahan termanis yang pernah ada dalam kehidupan kita, masa-masa SMP yang begitu menggelikan.


Kini ,masa-masa SMA akan segera di mulai dengan berbagai kisah yg baru dan pengalaman yang baru tentunya. Selamat tinggal masa SMP ku. . .


Bersambung. . .

__ADS_1


Hehe, next episode akan lebih. . . aaah. . . penasaran??? bagi like nya dong readers 😉


sehat-sehat selalu kalian ,hehe


__ADS_2