Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Terpaksa Jadian


__ADS_3

Terpaksa Jadian


Seminggu berlalu, aku belum memberi kepastian jawaban untuk Irul. Aku memang menyukai nya, menyukai sifat dan sikap nya yang selalu sopan santun, ramah, lembut, dan pemalu. Tapi ini hanya sebatas rasa kagum ku rasa, tidak untuk suka perihal cinta. Kau tau, irul terus saja menatap ku diam-diam namun tidak sekalipun dia berusaha mengejar ku untuk bertanya jawaban kepastian hubungan kami selanjutnya, Itu yg membuat ku merasa bahwa dia benar-benar tulus sebab dia tidak memaksa.


"hai sayang, ke kantin bareng yuk. . . Guwe teraktir deh, tapi suapin guwe makan ya. . . emmuach"


"iiih ada apa niih, tiba-tiba mau neraktir guwe makan. . .??? ntar ningsih marah loh kalo tau"


Dan lagi-lagi Khery merayu Lucy di depan ku dan ku masih terheran-heran melihat Lucy yang berubah selalu menanggapi gombalan khery. Mereka kemudian berjalan saling senda gurau, bahkan lucy merangkul lengan nya.


Tuhaaaan. . . ini sangat menyakitkan bagi ku, meski ku tau Khery sudah menyukai Lucy dari semenjak mereka di sekolah dasar tapi Lucy menolaknya bukan, dan Ningsih. . . bagaimana dengan Ningsih. . . aaaaarght ingin ku banting saja ini meja dan kursi di kelas.


Baik lah. . . Baiklah Khery, Aku terima semua perlakuan mu ini, Ku tau kau mulai marah atau mungkin sudah membenci ku dengan sikap kasar ku pada mu hari itu, yang membuat mu malu di hadapan seluruh teman sekelas. Ku akui ini salah ku, tapi tidak kah kau tau betapa kau lebih keterlaluan memperlakukan ku begini Khery. Kau bahkan tidak pernah sekalipun memberikan ku kesempatan berbicara dan meminta maaf pada mu. kau terus saja menghindari ku setiap kali kita berpapasan.


aku mengalah, aku kalah, aku akan mengikuti semua perlakuan mu ini, baik lah, aku tidak akan lagi memikirkan mu, memperhatikan mu, dan berusaha meminta maaf dengam semua perlakuan ku selama ini, aku akan membuang semua rasa ini Khery. sebelum semua terlambat dan makin mendalam, terimakasih telah membuat ku sadar dengan perubahan sikap mu, bahwa aku tidak akan pernah pantas menerima sikap baik mu.

__ADS_1


Ku lihat jojo sedang duduk sendiri di kelas, sedang corat coret buku kebiasaannya. ku beranikan diri menghampirinya setelah beberapa minggu belakangan ini hubungan kami renggang.


"Jo, sampai kapan elu bakal ngediemin guwe kek gini, Guwe gak bisa Jo, elu terus-terusan diemin guwe, menghindar dari guwe bahkan elu gak pernah balas pesan guweee, maafin guwe Jo. . . maaa'aaaaaf". Rengek ku pada Jojo membuatnya berhenti menulis, lalu menatap ku dengan lekat.


"Sini. . . duduk di samping guwe". Aku tersenyum bahagia jojo menanggapi ku demikian dan duduk di sampingnya.


"Jo, makasih elu masih mau maafin guwe. Elu masih anggap Guwe Temen" aku tidak tau lagi bagaimana mengungkapkan nya ketika jojo kemudian menanggapinya dengan kata


"Sahabat. kita adalah sahabat kan Chel??? Seorang sahabat sejati akan selalu memaafkan kesalahan sahabat nya dengan mudah, hanya saja sedikit membutuhkan waktu yang tepat untuk saling memahami benarkah kita ini bisa di sebut sahabat sejati" Oh tuhan, terimakasih sudah mengirimkan ku seorang teman, ah tidak lagi. Sahabat, yah sahabat terbaik ku.


"Jadi, kapan elu bakal nerima cinta Irul hah???" tanya nya sembari lanjut menulis di buku.


"Emang ya ni anak, Irul itu nyambungnya maa guwe doang, terbukanya ya ma guwe doang, udah terima aja. siapa tau dengan begini elu bisa ngilangin sakit hati elu kan, haha" Jojo terus meledek ku dengan tawa girang. bahagia ku akhirnya kami bisa kembali normal seperti ini lagi, aaaah. . . iya kah??? ku coba menerima irul??? untuk melupakan sakit ini, tapi bukankah terkesan jahat??? ah tidak. biar ku coba saja, siapa tau, hati ini bisa berubah kapan saja untuk benar-benar menyukainya dari hati.


--------

__ADS_1


Jam istrahat ke dua aku berjalan menuju taman, aku duduk dengan sebuah diary berwarna pink dan pulpen di tangan ku, Angin sepoy-sepoy dan wewangian bunga nan pepohonan membuat suasana ini jadi tenang dan damai ku rasa. ku pejamkan mata, ku menikmatinya. entah sejak kapan irul sudah berdiri di samping ku,


"Cantiknya. . ." Sontak ku buka mata mendengar nya dan berdiri gelagapan.


"eh irul, sejak kapan lu disini hah??? tanya ku sedikit salting dan gerogiii dibuat nya, bagaimana tidak. dia selalu tersenyum manis setiap kali melihat ku,


"Sejak elu memejamkan mata dan tersenyum menikmati udara ini, elu cantik Chel kalo senyum gitu" imbuhnya yang membuat darah ku mendesir hebat kali ini.


oh tuhan, irul ini. . . aaaaah membuat ku malu sajaa.


"irul. . . Guwe. . . mmh. . . guwe. . ." masih tercekik rasanya ini tenggorokan untuk memberinya kepastian.


"Elu udah pikirin ajakan guwe waktu itu chel? gapapa, jika elu gak bisa dan belum siap. guwe gak akan marah chel, kita tetep bisa jadi temen kan???" irul menatap ku dengan lekat ku lihat ada harapan besar dari tatapan matanya.


"Okeh, guwe terima elu jadi cowok guwe" jawab ku seketika. membuat irul melotot tercengang lalu teriak Yess kegirangan loncat menari-nari. Oh my God, matek sudah guwe menerima irul, bagaimana ini, harus ngapain, guwe gak bisa liat wajah irul lama-lama begini, aku pengen kabuuur rasanya. seseorang tolong aku. .. .

__ADS_1


Hai Readers, jangan lupa like nya yah. . .


happy reading 😘


__ADS_2