Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Tak direstui


__ADS_3

Ini sudah hari ke 5 Angga berada di kota ku, bersyukurnya dia mempunyai sepupu yang menjadi tetangga ku, jadi semakin membuatnya terlihat mudah dan nyaman untuk selalu menemui ku.


tapi tidak dengan ku. . . Kau tau. . . di hari ke 3 kemarin, Angga bersama ku. aku di dette oleh ibu, ibu sedikit marah pada ku. beliau melarang ku untuk sering bertemu dan berjalan sesering mungkin berduaan. secara ya, hati seorang ibu selalu khawatir dengan anak gadisnya. terlebih lagi, sikap angga yg begitu agresif pada ku.


dan hari ini pun. . . ku dengar paman dan bibi sedang menegur ibu habis-habisan untuk tidak lagi mengijinkan ku dekat atau sekedar bertemu dengan Angga. oh why??? kenapa??? apa yang salah dengan Angga??? mereka demikian hanya karena belum mengenalnya saja bukan???


"Nak, boleh ibu masuk???" Tanya ibu dari luar pintu kamar ku.


"Masuk lah Bu, tidak di kunci" Jawab ku sembari membereskan buku-buku diary ku. Aku hanya bisa curhat pada diary ku kali ini.


"Nak. . . mmh. . . boleh kah ibu berbicara sesuatu???" Tanyanya kemudian.


"Chella sudah tau bu, chella sudah dengar apa yang akan ibu bahas. soal Angga bukan???" Jawab ku.


Ku lihat ibu menunduk dengan hembusan nafas yang panjang.


"Chella, ibu. . . ibu tidak menyukai hubungan kalian. ibu tau ini akan menyakiti mu, tapi kali ini bahkan semua keluarga tampak marah melihat kalian berdua" Jawab ibu kemudian.


"Tapi bu. .. Chella. . . apakah ibu tau. .. . dia sangat baik pada ku bu, cara dia memperlakukan ku sangat lembut bu" Jawab ku memaksa.


"Sayang, kau baru mengenalnya. kau tidak tau bukan, Angga bukan dari keluarga baik-baik. Ibu tidak ingin dia merubah mu dalam pergaulan bebas" Bantah ibu. Yang ntah darimana, darimana ibu mengetahui latar belakang keluarga angga yang bahkan aku yang sudah menjalani hubungan dengannya cukup lama, aku tidak pernah mengetahuinya.


"Tapi bu. .. "


" pikirkan lah demi masa depan mu nanti anak ku" Jawab ibu memotong pembicaraan ku.


Tapi kenapa tuhan??? Hubungan ku dengan nya baru berjalan 2 bulan, meski ntah sudah ada kah rasa ku untuknya, sedangkan dari awal aku memulai nya karena sebuah pelarian semata.


"aiy. . ." Teriak angga memanggil ku di sebuah minimarket.


"Eh ichi, hehe" Aku menanggapinya dengan singkat saja.

__ADS_1


"Aiiy. .. bisa ngobrol sebentar gak??? tapi maukah aiy mampir kerumah mbak ningsih aja??? sebentar kok. . ." Rengek nya.


"tapi. . . guwe. . . guwe belum ijin ke nyokap, nanti beliau nyariin guwe gimana???" Jawab ku dengan polos. Dia menertawai ku, sebab baginya. . . aku ini anak mami banged. haha emang iyya !!!


Akhirnya aku mampir dirumah mbak ningsih. ku lihat mbak ningsih sedang asyk bermain bersama kedua anaknya dan di susul oleh suaminya,


"Eeeh Angga. kenapa sudah pulang cepat??? katanya mau jalan-jalan tadi" Tanya mbak ningsih.


aku menyusul angga dari belakang, tampak mbak ningsih dan suami tersenyum heran.


"Mmh. .. anu. . . anu mbak. . . ini. . ." Angga terbata-bata menjawab pertanyaan mbak ningsih.


"hwaaah. . . ayuk kita main di halaman belakang saja. jangan gangguin mereka, hihi" Jawab suami mbak Ningsih.


Kemudian mbak ningsih menatapa ku dengan penuh tanda tanya.


"Chella, apa kamu sudah dapat ijin dari ibu mu untuk bermain kesini??? mbak gak mau bikin masalah baru makin runyam apa lagi ini tentang kalian" Jawabnya tiba-tiba.


aku bergumam dengan bathin ku sendiri.


"Mbak. . . pliss. . . biarin ini jadi urusan angga dan chella, tinggalin kami berdua" Jawab angga kemudian. sedang aku, Aku hanya menunduk terdiam.


Lalu Angga mengajak ku ke kamar nya, sementara mbak ningsih, suami dan anak-anaknya pergi ke halaman belakang.


Aku menahan ajakan Angga untuk masuk ke kamarnya. Aku mulai dag dig dug, ini kali pertama seorang cowok mengajak ku ke kamarnya. Oh my God, aku jadi mikir yang bukan-bukan.


"Kenapa Aiy??? di dalam kamar apapun obrolan kita tidak akan terdengar oleh siapapun" tegasnya.


Aku. . . mengangguk dan dengan ragu-ragu mengikuti langkahnya menuju kamar nya.


"Aiy. . . guwe sayang banged sama elu aiy???

__ADS_1


Angga memelukku tiba-tiba.


"ichi. . . apa elu sudah mendengarnya???" Tanya ku sembari melepas pelukan Angga.


"Aiy. . . plis. . . jangan akhiri hubungan kita ini"


Kemudian angga mengecup kening ku. Howah. . . aku mulai luluh, reflek sekujur tubuh jadi panas dingin. kecupan bibirnya di kening ku, membangkitkan hormon ku jadi tidak karuan.


Dan. . . benar saja. Angga menciumi wajah ku, dari kening, kedua pipi, hidung, dagu, hingga kini. .. bibirnya mendarat di bibir ku. Kami mulai berciuman dengan lembut, saling ****, saling mengecup, saling membalas permainan lidah kami. Aaakh. . . ciumannya kali ini benar-benar lembut, aku gemetar di buat nya. kaki ku lemas, Angga terus menciumi bibir ku, aku sudah terengah-engah dibuatnya.


"Angga. . . guwe capek berdiri posisi kek gini, kaki guwe lemes tau" Jawab ku sembari mendorong nya yang sedaritadi menempel di tubuh ku.


Kemudian aku duduk di pinggir kasur, angga mengikuti ku dan kembali menyerang bibirku dengan ciuman yang lebih agresif kali ini. kedua tangan nya sudah mulai sesekali payu**** ku, aku berusaha mendorong tangannya yang terus -remas payu**** ku, Namun nihil. dia melawannya dengan kuat, perlawanan ku melemah, aku mulai menikmatinya dengan desahan-desahan lemah.


uuumh. . . aaah.. . ummm. . .


Tanpa ku sadari, Kini aku sudah terbaring di kasur. dan angga sudah **** ku, dia terus menciumi wajah ku, **** bibir ku, sesekali ia menggigit manja lidah ku, membuat ku semakin bergairah menikmatinya. sementara remasan demi remasan tangannya yang lembut di payu**** ku membuat ku semakin bergetar.


"Aiy. . . mau mencoba melakukannya??? Bisiknya di telinga ku. sontak aku tersadar dan mendorongnya yang sedaritadi **** ku. Angga tampak sangat terkejut.


"Apa-apaan lu Ngga??? sekalipun elu udah sering ngelakuin ini, tapi jangan pernah elu berharap bisa ngerusak gue dengan cara kek gini" Cetus ku dengan nada marah.


"Aiy. . . maaf, maafin aku aiy. Aku. . . aku cuma. . .dengan cara ini hubungan kita tidak akan lepas begitu saja. percaya lah. . . aku tidak akan meninggalkan mu, selamanya kita akan bersama" jelasnya sembari memelukku dari belakang.


Kau tau, aku benci lelaki yang selalu berpikiran konyol bahwa hubungan akan kekal abadi hanya dengan bermain di ranjang.


Brengsek, kau Gila Angga, kau konyol. Ku benci kau, Aku melepaskan pelukan angga dengan paksa.


"Maaf Ngga, aku tidak sepemikiran dengan mu kali ini"


Aku keluar dengan tangisan derai air mata. Aaaaargh brengsek, semua brengsek !!!

__ADS_1


__ADS_2