
" Ali. . . mau sampai kapan kita begini??? Aku mulai merasa bersalah yang mendalam pada kedua orang tua kita " Aku mulai memberanikan diri untuk membahas kepastian hubungan kami ini, aku mulai jenuh, gelisah tak menentu tiap hari nya merasa mulai tidak nyaman.
" Elu mulai bosan ma guwe Bi??? " Tanya Ali.
" Ali. . . plis. . . ini semakin gak baik kedepannya. Ayo lah. . . dewasa dikit, kita harus akhiri ini" Aku mulai menaikkan suara ku dengan keras.
" Bi, guwe mulai ngerasa elu cuma manfaatin guwe disaat elu butuh dekapan dan pelarian, berapa kali elu berusaha pergi dari kehidupan guwe tapi pada akhirnya elu kembali lagi dan guwe menerima elu dengan tangan terbuka " Jelas Ali membuat ku sedikit merasa bersalah. aku akui, aku hanya butuh pelarian saja selama ini. dan hanya Ali, yang bisa menerima sikap ego ku ini. maafkan aku Ali, aku harus tegas aku gak mau terus berlarut dalam hubungan tidak baik ini.
Kali ini aku benar-benar ingin mengakhirinya.
" Ali. . . Guwe. . . Iya, guwe emang cuma jadiin elu pelampiasan dan pelarian, guwe cuma manfaatin elu, lalu kenapa??? kenapa elu masih mau nerima guwe hah???" Maaf ali, aku terpaksa harus sekasar ini sama elu.
Lama Ali terduduk diam, kemudian menatap ku dengan tatapan tajam, mata berkaca-kaca. . .
" Baik lah Bi, aku turuti keinginan elu kali ini. mari kita akhiri hubungan ini, bukan guwe yang memulai bi. . . tapi elu yang meminta memgakhiri ini semua" .
"Maksud elu apa Li??? Elu ngancem guwe hah??? kok elu jadi gini sih, sadar gak kita sudah melampaui batas selama ini Li. . .??? " Aku masih membalas ucapab Ali yang sedikit menggetarkan hati ku, aku takut kalau-kalau. . . Ali melakukan sesuatu yang diluar nalar karena dendam pada ku.
" Lalu guwe harus apa??? kasih guwe cara bi. . . biar guwe bisa lepas dari elu??? apa??? bahkan elu gak bisa kan??? elu jangan membohongi hati elu, guwe tau di hati elu nama guwe juga ada " .
Seketika aku berdiri, aku benar-benar tidak ingin ini semakin panjang dan lebar tiada hentinya. Aku berlalu menjauh, kau tau. . . betapa aku ingin segera menghilang seketika saja dari hadapan Ali detik ini.
Tanpa ku sadari Ali mengejar ku dan memelukku dari belakang.
" Bi. . . kasih guwe kenangan untuk yang terakhir kali nya, biarin guwe memeluk elu dan mencium bibir elu sepuasnya, pliss pliss "
" Nggak Li, Stop. jangan lagi kita ngelakuin itu, cukup. lepasin guwe. . . " Aku terus meronta melepaskan pelukan Ali.
Ali melepaskan pelukannya namun menarikku untuk menghadapnya, kemudian mencium bibir ku dengan kasar.
Ummh. . . ummh. . . Aku berusaha mendorong ali, sekuat tenaga ku dorong namun nihil. dia semakin liar menciumi ku, Aku melemah. . . tanpa terasa air mata ku mengalir. Ali terus menciumi bibir ku tanpa henti, melupatnya, mengecupnya, menggigit-gigit lidah ku.
Aaakh. . . ciuman ini. . . masih menggetarkan hati ku, bolehkan aku tetap menikmatinya tuhan??? biarkan ini jadi yang benar-benar terakhir. Aku ingin semua ini berakhir tanpa ada rasa dendam yang saling menyakiti di kemudian hari.
Aku membalas ciuman Ali, ******* habis bibirnya, kami mulai kembali saling memainkan lidah dengan desahan-desahan kecil. Kini ciuman Ali sudah menyju leher ku, menjilatnya, mengecupnya, Aakh.. . ini masih nikmat ku rasa.
Aku memeluk leher ali dengan kedua tangan ku, sesekali aku meremas menjambak pelan rambutnya. Dan. . . kali ini ciuman ali semakin liar dan berani mendarat di dadaku, kedua tangan nya meremas lembut payu**** . Aku menggeliat, merasakan sesansi bibir nya yang mengecup menggigit lembut di bagian dada ku, Aaah. . . ku mohon tuhan. . .Bantu aku menghentikan kenikmatan ini, jangan kau biarkan aku terus lupa diri.
Hujan turun dengan derasnya membuat ku tersadar, dan mendorong Ali begitu saja.
__ADS_1
aku berlari meninggalkannya di taman tanpa menolehnya lagi.
Terimakasih tuhan. . . ini sudah menjadi akhir yang manis. Semoga setelah ini, kau mempertemukan ku dengan seorang lelaki yang akan mampu menarik ku keluar dari lingkaran hubungan terlarang ini.
-----------------
Sesampai dirumah, aku bergegas menuju kamar.
ku buka semua baju ku yang basah kuyup oleh hujan, kemudian pergi ke kamar mandi. Aku memejamkan mata di bawah air yang meluncur dari shower. Aku masih membayangkan kenikmatan ciuman Ali tadi, kenapa berbeda dari biasanya. mungkin karena ini akan menjadi yang terakhir kalinya bagi kami. . .
Ku usap sabun di sekujur tubuh, tiba-tiba ada rasa perih sedikit gatal di dada ketika ku raba dengan sabun.
Aku membersihkannya, dan. . . benar saja. ada beberapa bekas tanda gigitan Ali di dada ku.
Aaaaaaaaaarght, brengsek lu Li. . . kalo kayak gini caranya, semalaman ini aku bisa gila susah tidur memandangi bekas ini terus-terusan.
Jam sudah menujukkan pukul 22.30, Benar saja. aku tidak bisa memejamkan mata dengan lelap, Hahft. . . apa yang harus ku lakukan..???
Bekas kecupan Ali di dada ini mengusikku, masih menggetarkan hati ku. oh tuhan. . . apa yang harus ku lakukan???
Lama ku berpikir ngutak ngatik Hp bolak balik gak karuan,
Dudut, Tiba-tiba aju baru teringat dengan cowok bayangan ini. hihi,
Hai cowok, sudah bubuk kah???
Aku coba mengirimkannya sebuah pesan singkat.
Masih belum cewek, ini masih pagi ah.
Dia membalasnya dengan cepat. seolah terlihat sudah menunggu ku mengirimkannya pesan pribadi.
Dut. . . cara ampun ngilangin bekas kecupan gimana ya???
haha. . ow my God. Aku sudah gila. . . menanyakan hal ini pada cowok lain. aaaaaaaarght. .. ntah apa yang bakal dia jawab kali ini.
What??? siapa yang berani mengecup wanita ku ini hah??? berani-beraninya ambil kesempatan dari ku. hahaha
Gila. . . dia membalasnya dengan meledek ku.
__ADS_1
Jangan bercanda deh, Guwe gak nyaman. guwe pengen musnah kan ini bekas cupank.
Badan ku mulai mengeluarkan keringat dingin, menahan rasa malu dan gemetar dibuat nya.
Udah biarin aja nanti juga ilang sendiri kalo sering di bawa mandi. biasanya sih semakin kepikiran akan semakin terang itu warna kecupan hahahhaaa. btw enak kan???
Brengsek. pikir ku.
Gara-gara ali guwe jadi terkesan nakal, bahkan dudut menanyakan hal begituan? ini memalukan. sangat memalukan.
Elu seneng ya liat guwe menderita gini, ini bukan seperti yang elu pikir. guwe juga gak tau bakal ngebekas gini, ini hanya sebuah kesalahan tau gak?
Sepertinya Dudut mulai peka dengan bahasa ku, aku tau dia takut aku semakin marah.
Iya sory bebeb. . . biarin aja napa, nanti juga ilang. jangan marah dooong. .. cup cup cup
kemudian aku membalasnya singkat dan cetus.
Tauk ah, bye. . .
E e eh. . . ntar dulu dong, kenapa sih sensitif banged beb??? Iya deh sory guwe minta maaf. Ampun beb. . .
Aku mengabaikan balasan terakhir dari Dudu****t.
Kemudian. . . kembali Hp ku bergetar.
Kyaaaaaaaa. . ... !!!!!!
Ow my God. Dia mengirimi ku sebuah foto, haha aku tersenyum seketika. entah kenapa, dia. . . dia selalu bisa menenangkan ku, hanya dengan kata sederhana saja. dia selalu sabar ngadepin sikap kekanakan ku, dan selalu setia mendengar semua keluh kesah ku meski dengan cerita yang sama.
Aaaakh.. . dia bakal jadi moodboster ku nih untuk kedepannya, gapapa deh meski hanya sebatas dunia maya. Apa bedanya? jika selalu nyata namun nyakitin atau malah tak setia.
Aku senyum-senyum sendiri memandang foto nya malam ini, hingga tertidur pulas setelah membaca pesan nya lagi.
Selamat bubuk beb, mimpi indah yah. . . lupain semua masalah dan hal-hal yang membebani mu hari ini. Masih ada guwe yang selalu setia buat elu.
Hai readers yang setia. . . pliss kasih guwe semangat dan like nya ya.
udah mulai jengah karena kembali mengingat masa lalu. hehe
__ADS_1