
Pov Author
Sebulan berlalu. . . sejak hari itu, yah. . . sejak hujan turun menyaksikan mata kami bertemu saling memandang seolah berbicara sesuatu yang tak mungkin kami ucapkan. Sepanjang jalan, Aku menangisi ini semua. Hujan menjadi saksi, dan melindungi ku betapa baiknya tuhan menutupi air mata ini yang terus mengalir dengan deras tertutupi oleh hujan yang membasahi wajah ku.
Mengingat pesan ibu, aku tau apa yang harus ku lakukan kini. Aku dan pak udin, selamanya hanya akan menjadi sebatas antara murid dan guru. tidak akan pernah berubah, sedang dia. . . dia begitu tampan, dia keren, dia berasal dari kalangan keluarga terpandang. sedang aku??? aku hanya seorang murid biasa yang akan terus berusaha mengejar cita dan impian ku untuk sukses dan membahagiakan kedua orang tua ku, mengangkat derajat mereka nantinya. Tidak kah ini cukup menyadarkan ku, adil bukan???
Aku. . . harus mengalah dengan keadaan yang tidak mungkin berpihak pada ku.
Pak udin, menyerahlah juga. kita hanya akan saling menyakiti jika tetap memaksakan diri untuk memulainya.
Maaf, aku harus menyerah dengan perasaan yang mulai tumbuh untuk mu Mr. X ku. Berbahagialah. nantinya dengan orang yang akan memperlakukan mu lebih dari yang selalu kau inginkan dari ku.
-------------------
Untuk menutupi patah hati ku ini, akhirnya aku menerima Angga jadi cowok ku. hoho, Aku ragu memulai nya. apakah ini benar atau tidak, tapi tidak ada salahnya bukan??? ku coba ini.
Aku sudah tidak lagi peduli dengan adanya sosok pak udin di sekolah, bahkan setiap kali kami berpapasan dan bertatapan wajah, kami mulai saling terbiasa dan saling menghindar. ku yakin, sikap ku ketika itu sudah membuat nya sadar bahwa aku tidak akan pernah menerimanya dengan hubungan yang lebih.
Sebulan berlalu, aku berpacaran dengan Angga. ku lalui hari-hari kami dengan berbagai perasaan dan ungkapan kata layaknya bagaimana pacaran yang sesungguhnya meski kami jadian hanya melalui udara saja. hehe, secara kami ini LDR.
Bulan ke 2 kami berpacaran, Kami sudah memiliki panggilan kesayangan satu sama lain. Ichi dan aiy. yg mengartikan cinta dan sayang, ntah lah dimana kami mendapat kata-kata ini, hihi. Angga yang memberi nya, aku hanya bisa menurutinya asal bahagia saja dia. hehe akhirnya angga tak tahan untuk menemui ku di kota ku, dia datang jauh-jauh dengan sebuah boneka berwarna pink, setangkai bunga mawar dan sebuah cokelat silver queen. Dan ku baru menyadari, ini. . . hari Valentine. yang katanya hari kasih sayang, haha betapa kolotnya aku tidak mengetahui hari special bagi pasangan yang berpacaran. Aku mengenalkan Angga ada ibu dan ayah, sebagai pacar ku. Dengan percaya diri Angga memperkenalkan diri pada orang tua ku hari ini, namun. . . ada rasa gelisah dan mulai tak nyaman di hati ku ketika ku lihat ibu dan ayah menanggapinya dengan wajah datar. Ku lihat ibu mulai terlihat menahan marah dan risih meski tetap santuy, ketika Angga begitu agresif di dekat ku, di hadapan ayah dan ibu.
__ADS_1
Sore ini, mbak ningsih kerumah ku tiba-tiba. meminta ijin ibu untuk mengajak ku ke taman, untuk mengajak Angga jalan-jalan sore. Ibu sempat menolak ku, mbak ningsih memohon dan berjanji ini hanya sekedar jalan-jalan di keramaian. dan kami tidak akan terpisah, aku memandang ibu dengan wajah memelas. Kemudian ibu luluh mengijinkan ku dengan batasan waktu. hah akhirnya. . .
Tiba di taman. . . aku berjalan bergandengan tangan dengan Angga. sementara mbak ningsih mulai paham dan menjauh dari kami.
Tiba di suatu tempat yang sepi, karena hari sudah petang Aku mengajak angga untuk duduk sebentar sembari meregangkan pergelangan kaki. Angga memandangi ku. . . kemudian.
CUP !!!
Angga mengecup pipi ku tiba-tiba. aku terkejut di buat nya, aku tersipu menunduk malu.
"Iih apaan sih, tiba-tiba. aku kan maluuu jadinya" jawab ku dengan manja.
"Iya deh iya. . . gak manja lagi, tapi emang salah aku manja ma pacaarrr aku ini??? hihi" Jawab ku sembari tersenyum.
"Aiy. . . mau ciuman gak??? hehe" Tanyanya tiba-tiba. . . Aku makin salting dibuatnya, aku bingung harus ngapain. ya ampun sekujur tubuh ku mulai panas dingin.
Tiba-tiba, bibir angga sudah mendarat di bibir ku. aku memejamkan mata ku, tak membalas.
Kemudian Angga menghentikan ciumannya, aku membuka mata ku. . .
"Aiy. . . buka mulut dong, balas ciuman ku, serang balik permainan lidah ku. agar kita sama-sama merasakan sensasi yang berbeda" ucapnya dengan vulgar begitu saja. Anehnya, aku mau saja menurutinya.
__ADS_1
Angga kembali mencium ku, kali ini aku membuka mulut ku, kami saling mengulum, saling mengecup, saling ******* lidah, bahkan lidah kami saling menyerang di dalam rongga mulut kami. Aaah. . . ini. . . rasanya. . . sudah lama aku tidak lagi menikmati sensasi ini, setelah terakhir dengan Ali.
Tapi kali ini, tidak semanis ciuman ali. ciuman ini begitu bergairah, aku mendesah dibuatnya ketika tangan angga membelai lembut leher dan telinga ku.
uummm. . . aaah. . . hah. . . ummm. . . kami berciuman begitu lama dan agresif. Bersyukur ini tempat sepi banged, haha
Dan kini. . . ciuman Angga semakin liar dan berani, dia turunkan kecupannya di leher ku kemudian tangannya mulai meremas dan membelai lembut payu**** ku. Sontak membuat ku sadar dan membuka mata ku, aku mendorong tubuh angga yang sedari tadi berusaha memasukkan tangannya mencari gundukan di dada ku ini.
Brengsek !!! umpat ku dalam hati. kenapa dia begitu liar dan agresif. aku tidak suka ini. . . kemudian aku bangun dan mengajaknya pulang begitu saja dengan nada marah. aku benar-benar marah, ini tidak sopan bagi ku. membuat ku takut saja, oh tuhan maafkan aku. . . terimakasih telah menyadarkan kekhilafan ku sesaat.
"Aiy. . . kenapa??? gak suka??? apa jangan-jangan ini yang pertama kali nya untuk mu aiy??? Tanya nya dengan gelagapan.
"Maaf. ini memang yang pertama bagi ku, jadi aku belum terbiasa. maaf ichi" aku memalingkan wajah ku. aku masih benar-benar marah dengan diri ku sendiri terutama Dia.
"Hahahaha astaga, sory aiy. . . ku pikir. . ."
"jangan samakan aku dengan para cewek-cewek mantan mu di luar kota sana" Jawab ku memotong pembicaraannya. dia terdiam,
"Ok ok, aku minta maaf. aku gak ngulang lagi, maaf aiy jangan marah ya" Pinta angga dengan memohon sambil memelukku dari belakang.
Aku hanya mengangguk dengan berat hati, rasanya aku tetap ingin memakinya.
__ADS_1