
P U T U S
Sejak hari itu, kejadian di taman. ketika Irul melihat ku menangis tersedu-sedu, Aku terus menghindarinya. Aku belum siap mental untuk menerima berbagai pertanyaannya, mengapa dan kenapa.
Aku sedang duduk melamun di pojok lapangan basket, hari ini jam pelajaran olahraga. Maulida menghampiri ku,
"Wey, ngelamun mulu ntar para semut pingsan loh" Ledeknya.
Semenjak hari perkemahan aku dan Maulida semakin akrab dan kami jadi teman dekat, saling curhat dan berbagi satu sama lain. layaknya aku dan Jojo,
"Haaahft. . . Lida, guwe. . . jengah dengan semua rasa ini" keluh ku dengan helaan nafas panjang,
tampak maulida kebingungan menanggapinya.
"Iyyaaaaa, guwe jengah dengan semua rasa iniii. . . antara guweee dengan Irul" sekali lagi ku yakinkan dengan tegas.
"Jangan bilang elu udh gak cinta ma irul Chel?" jawab lida dengan mata tajam.
"lalu kapan guwe pernah bilang cinta sama irul??? dan guwe yakin elu tau itu kan"
"Hey, Chella. . . astaga, jadi ellu??? wah keterlaluan lu chel, kurang apa lagi irul hah???" jawab Lida dengan wajah serius.
__ADS_1
"Maka dari itu, guwe gak mau semakin lama membohonginya, dengan berpura-pura sayang ma dia. Dia baik, saaaangat baik. dia berhak ngedapetin yang lebih dari Guwe kan Da???" aku menunduk lesu. ku tarik nafas dalam- dalam.
"jadi, siapa yang elu cintai??? KHERY??? Iyya???" pertanyaan Maulida seolah bagaikan batu yang menghujam kepala ku.
"nTah lah, kenapa guwe sehina ini Da. guwe tau Khery sudah keterlaluan, memberikan ku rasa sakit yang menyesakkan tiada henti. tapi guwe. . . jujur, setiap kali dia memanggil nama Guwe, getaran ini masih sangat besar"
"jangan bilang elu bakal putusin Irul setelah ini Chel, pikirin baik-baik. jangan nyakitin diri elu sendiri. . . irul sangat tulus sama elu" jawaban maulida semakin membuat ku yakin, aku harus mengakhiri hubungan ini.
Bel jam masuk kelas berbunyi, kau tau Pelajaran ini yang di nanti-nati oleh semua teman cewek di kelas. yah. . . pak guru paling cakep di sekolah. Guru TIK. hihi tapi siapa sangka, Pak guru yang di kenal cakep dan hampir seluruh siswa di sekolah kami mengagumi nya, mencari-cari perhatiannya, dia adalah sosok guru yang tegas, disiplin, cerewet dan agak. . . galak.
saat pelajaran berlangsung aku sama sekali tidak bisa fokus, aku terpikirkan bagaimana cara untuk putus dengan irul baik-baik meski tidak menutup kemungkinan dia akan tetap tersakiti dengan alasan ku. Tiba-tiba sebuah spidol mendarat di meja ku,
Clettak !!!
Tuhan. . . amit amiiiit andai punya cowok kek dia nantinya. hih, dalam hati aku masih meledeknya haha,
"iyah maaf pak, maaf" rasanya gak rela aku minta maaf. secara ni ya, yang mengabaikan siapa??? aku hanya sedikit gak nyambung dengan penjelasannya yang secepat pesawat jetz, hahaha.
--------
Bel jam rehat ke dua, berbunyi. Huaaaaah rasanya lega bisa lepas dari guru galak sepertinya, berasa pengap dan seakan dunia berhenti seketika. dan kau tau, hendak keluar kelas pun aku masih dibuatnya susah.
__ADS_1
"e e eh kamu. Tela, sini bantuin bapak dlu matikan semua komputer dan bawa buku-buku ini ke kantor bapak" dengan wajah sok coolnya itu menghentikan langkah ku.
" Eeeh pak, nama saya CHELLA. bukan TELLA, bapak suka makan tella goreng ya? pantas saja. . ." jawab ku dengan cetus.
"Eeeeeh berani ya kamu menjawab begitu, ini hukuman mu karena sudah nengabaikan bapak selama jam pelajaran tadi" aku terus mematikan semua komputer tanpa mempedulikan ocehan dia dan membawa semua buku-buku nya ke kantor. sembari berjalan melewati perpus, ku lihat irul sedang serius membaca. Aaah ini kesempatan yang tepat, aku terburu-buru sebelum irul benar-benar pergi bersama teman-temannya.
ku lihat dia masih duduk di perpus, ku mengahampirinya. . .
"irul, guwe. . . boleh duduk disni???" tanya ku dengan sangat pelan.
"Eh sayang, boleh dong. Seneng malah di temenin pacar aku yang cute ini" jawab nya dengan senyuman tanpa dosa. Hah tuhaaaaan, lihat dia. dia begitu polos, begitu lugu dan sangat lembut, biarlah ini menjadi hukuman ku kelak telah memanfaatkan kebaikannya atas sakit hati ku pada Khery. tanpa basa basi aku berbicara dengan sangat pelan terhadapnya.
"Rul. . . mari. . . kita akhiri aja hubungan kita cukup sampai disini saja" aku benar-benar gemetar menanti jawabannya. Lama sekali dia tetap serius membaca entah sengaja atau pura-pura gak denger.
"Sory Chel, guwe gak akan ngelepasin elu gitu aja. meski guwe sudah tau dari awal guwe gak pernah ada di hati elu. tapi guwe akan berusaha jadi yang terbaik buat elu" Tuhaaan. . . jawaban apa ini. dia tetap lembut dan santun menjawab nya. Aaaarght. . .
"Irul. . . pliiisss jangan bodoh gini, guwe gak mau nyakitin elu lebih dalam lagi. pliss jangan ngebebani guwe Rul" Mata ku mulai panas menahan air mata yang hendak meluap. Betapa baiknya sosok lelaki di depan ku ini tuhan.
"Chel, bolehkah hanya sekedar jadi teman dekat elu? atau elu bisa jadikan guwe tempat ketika elu butuh sesuatu, ok. anggap aja guwe ini jojo, elu gak perlu pikirin perasaan guwe ke elu" Dia meringis menatap ku terlihat begitu hancur.
"Maafin Guwe rul, maaf. guwe pengen hubungan kita benar-benar Pu-tus" Kemudian aku berlari keluar ruangan, aku tidak peduli lagi apa yang akan irul pikirkan saat itu.
__ADS_1
Maaf, maaf dan maaf. elu gak pantes jadi budak cinta elu ke guwe yang udah manfaatin elu Rul. Makasih dengan semua kenangan indah selama kita pacaran, makasih dengan semua kebaikan elu Ke gue.
MAAF